Deprecated: Optional parameter $output declared before required parameter $atts is implicitly treated as a required parameter in /home/nukitaon/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_wp_booster_functions.php on line 1727

Deprecated: Optional parameter $depth declared before required parameter $output is implicitly treated as a required parameter in /home/nukitaon/public_html/wp-content/plugins/td-cloud-library/includes/tdb_menu.php on line 251
Nukita Online | Nuansa Ke Islaman Tabanan | Halaman 34
Senin, Mei 18, 2026
Puisi Oleh Sukma Pratama Dikirim 18/03/19 Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya debu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada Saat dirimu membuka mata sadarkah bahwa ada cinta menantimu... saat dirimu beranjak pergi ingatlah ada aku yang slalu merindukanmu... saat dirimu mendengar kicauan burung ingatlah salam rinduku hanya untukmu... ku memang...
Kiriman puisi tanggal 03/03/19 selamat membaca! Dengan lirih aku menyebut namanya hanya di dalam hati Tak lantang apalagi berteriak Karna aku yakin cukup dengan lirih Rasa cinta ini takkan pernah berkurang Aku masih terus memanggilnya Tanpa pengeras suara, tanpa membesarkan suara Hanya berbisik Karna jika aku berteriak dimana adabku? Tak ada yang lebih syahdu kecuali mencintai Tanpa harus mengumbar Tak ada yang lebih nikmat Dari bersenandung atas namanya tanpa pamrih Tak ada...
Kiriman puisi tanggal 03/03/19 selamat membaca! Siapalah aku? Hanya seonggok daging bernyawa yang tak tau malu Apakah aku ini ? Seorang manusia yang tak tau tata krama pada tuhannya Lantas, pantaskah aku menamakanku hamba? Sedang apa yang terperintah tak pernah ada ku lakukan Lalu untuk apa mata ini ? Yang hanya ku gunakan menonton maksiat Dan membuta saat muballigh menyiar agama Untuk apa telinga ini? Yang hanya kuperdengarkan pada ghibah Dan...

Puisi : Phobia

Kiriman puisi tangal 03/03/19 selamat membaca! Aku masihlah aku Dalam tulang darah dan kulit yang membalut satu Aku adalah aku Yang selalu berfikir dan usaha Untuk diriku karna aku Aku hanyalah aku Bukan lalat yang berterbangan Semenjak ia melihat mentari Memupuk sampah demi sampah Bergantung tidak pada siapa Kecuali pada apa yang telah membuatnya ada Akulah aku Karnaku tidak tau aku Mengaku-ngaku bahwa aku Adalah FAYAKUN dari KUN Mu Karya : Julia Sari Indah F.

Puisi : Ashar

Kiriman puisi tanggal 03/03/19 selamt membaca! Desiran ombak menyapu karang Sepoi angin yang membawa amis asin air laut Mengombang ambingkan jiwa Menuju muara tak bertepi Ku nikmati, ku ratapi Setiap bulir dinginnya Meregangkan otot-otot kaku Hingga terlepas dari sendinya Tarian pohon kelapa yang menghantarkan Wejangan-wejangan kopi Pagi malam siang petang Bertemankan diga retek berhembus parau Berusaha merasakan manisnya Agar kelak tak terbakar bara apinya Aku adalah Ashar Yang menantikan terbitnya fajar Bukanlah aku ashar Yang menunggu maghrib...

Puisi : Siluet

Kiriman puisi tanggal 03/03/19 selamt membaca! Lamunan membumbung tinggi mengalun Barayun-ayun ria, dibulu romaku Ditelinga ku Di ujung-ujung jariku Kau masih saja diam Dalam runduk malu manis mu Selembut teratai sawah Kau mutiara ditengah bebatuan Parasmu yang selalu menyejukan Membuat betah terpantulmu di retinaku Jangan terlalu lama mel Aku sudah tak tahan memblenggu rasa ini Karna kau ada, jauh didasar palung dadaku Terkubur, terpendam Berselimutkan debu bertemankan rayap Padamu kan selalu migil Meski kini terdengar ganjil Bersamaku...

Cerpen : Ayah

Cerpen Oleh Julia Sari Indah F. Dikirim 03/03/19 Ayah... Dalam hening sepi kurindu Untuk menuai padi milik kita Tapi kerinduan hanya tinggal kerinduan Anakmu sekarang banyak menanggung beban Aku masih mematung menatap nisan bertuliskan nama belakangku, sudah 3 tahun ayah meninggalkan aku dan aku masih tak mau jika posisinya tergantikan, aku masih nggak ingin ada ayah, papa, atau apalah itu dirumah ayah. Grimis masih menemaniku dipenghujung...
Cerpen Oleh Julia Sari Idah F. Dikirim 03/03/19 Aku menghempaskan tubuh ke sofa kantor, tak menghiraukan tatapan aneh orang-orang yang tertuju kepadaku, aku menutup wajahku dengan majalah yang berserakan di atas meja, lagi-lagi gagal. Huft. “ ndah..” panggilan dimas sukses membuat ku mengangkat majalah dan bangkit dari tidurku, ia duduk dihadapanku, menatap lurus kearahku yang sangat acak-acakkan. “kamu kenapa?” tanyanya “gagal lagi?” “seperti yang...
Kiriman puisi tanggal 03/0319 selamat membaca! Rotasi malam membuat diri ingin dibenah Karna telah melalui langit di hari siang Berfikir apa yang telah aku panah Untuk pencapaian yg layak dikatakan menang Jati ini benar benar belum terarah Diri ini masih saja ingin marah Dengan hal yg membuat kebaikan punah Sampai Otak kanan memutuskan aku payah Lentera jadilah cahayamu penerang diri Agar gelap tak lagi menjadi duri diri Asingkan kepalsuan untuk...
- Advertisement -

Lagi Populer

Lagi Hangat