Puisi Oleh Sukma Pratama
Dikirim 18/03/19
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya debu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Saat dirimu membuka mata
sadarkah bahwa ada cinta menantimu...
saat dirimu beranjak pergi
ingatlah ada aku yang slalu merindukanmu...
saat dirimu mendengar kicauan burung
ingatlah salam rinduku hanya untukmu...
ku memang...
Kiriman puisi tanggal 03/03/19 selamat membaca!
Dengan lirih aku menyebut namanya hanya di dalam hati
Tak lantang apalagi berteriak
Karna aku yakin cukup dengan lirih
Rasa cinta ini takkan pernah berkurang
Aku masih terus memanggilnya
Tanpa pengeras suara, tanpa membesarkan suara
Hanya berbisik
Karna jika aku berteriak dimana adabku?
Tak ada yang lebih syahdu kecuali mencintai
Tanpa harus mengumbar
Tak ada yang lebih nikmat
Dari bersenandung atas namanya tanpa pamrih
Tak ada...
Kiriman puisi tanggal 03/03/19 selamat membaca!
Siapalah aku?
Hanya seonggok daging bernyawa yang tak tau malu
Apakah aku ini ?
Seorang manusia yang tak tau tata krama pada tuhannya
Lantas, pantaskah aku menamakanku hamba?
Sedang apa yang terperintah tak pernah ada ku lakukan
Lalu untuk apa mata ini ?
Yang hanya ku gunakan menonton maksiat
Dan membuta saat muballigh menyiar agama
Untuk apa telinga ini?
Yang hanya kuperdengarkan pada ghibah
Dan...
Kiriman puisi tangal 03/03/19 selamat membaca!
Aku masihlah aku
Dalam tulang darah dan kulit yang membalut satu
Aku adalah aku
Yang selalu berfikir dan usaha
Untuk diriku karna aku
Aku hanyalah aku
Bukan lalat yang berterbangan
Semenjak ia melihat mentari
Memupuk sampah demi sampah
Bergantung tidak pada siapa
Kecuali pada apa yang telah membuatnya ada
Akulah aku
Karnaku tidak tau aku
Mengaku-ngaku bahwa aku
Adalah FAYAKUN dari KUN Mu
Karya : Julia Sari Indah F.
Kiriman puisi tanggal 03/03/19 selamt membaca!
Desiran ombak menyapu karang
Sepoi angin yang membawa amis asin air laut
Mengombang ambingkan jiwa
Menuju muara tak bertepi
Ku nikmati, ku ratapi
Setiap bulir dinginnya
Meregangkan otot-otot kaku
Hingga terlepas dari sendinya
Tarian pohon kelapa yang menghantarkan
Wejangan-wejangan kopi
Pagi malam siang petang
Bertemankan diga retek berhembus parau
Berusaha merasakan manisnya
Agar kelak tak terbakar bara apinya
Aku adalah Ashar
Yang menantikan terbitnya fajar
Bukanlah aku ashar
Yang menunggu maghrib...
Kiriman puisi tanggal 03/03/19 selamt membaca!
Lamunan membumbung tinggi mengalun
Barayun-ayun ria, dibulu romaku
Ditelinga ku
Di ujung-ujung jariku
Kau masih saja diam
Dalam runduk malu manis mu
Selembut teratai sawah
Kau mutiara ditengah bebatuan
Parasmu yang selalu menyejukan
Membuat betah terpantulmu di retinaku
Jangan terlalu lama mel
Aku sudah tak tahan memblenggu rasa ini
Karna kau ada, jauh didasar palung dadaku
Terkubur, terpendam
Berselimutkan debu bertemankan rayap
Padamu kan selalu migil
Meski kini terdengar ganjil
Bersamaku...
Cerpen Oleh Julia Sari Indah F.
Dikirim 03/03/19
Ayah...
Dalam hening sepi kurindu
Untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan hanya tinggal kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
Aku masih mematung menatap nisan bertuliskan nama belakangku, sudah 3 tahun ayah meninggalkan aku dan aku masih tak mau jika posisinya tergantikan, aku masih nggak ingin ada ayah, papa, atau apalah itu dirumah ayah. Grimis masih menemaniku dipenghujung...
Cerpen Oleh Julia Sari Idah F.
Dikirim 03/03/19
Aku menghempaskan tubuh ke sofa kantor, tak menghiraukan tatapan aneh orang-orang yang tertuju kepadaku, aku menutup wajahku dengan majalah yang berserakan di atas meja, lagi-lagi gagal. Huft.
“ ndah..” panggilan dimas sukses membuat ku mengangkat majalah dan bangkit dari tidurku, ia duduk dihadapanku, menatap lurus kearahku yang sangat acak-acakkan.
“kamu kenapa?” tanyanya “gagal lagi?”
“seperti yang...
Kiriman puisi tanggal 03/0319 selamat membaca!
Rotasi malam membuat diri ingin dibenah
Karna telah melalui langit di hari siang
Berfikir apa yang telah aku panah
Untuk pencapaian yg layak dikatakan menang
Jati ini benar benar belum terarah
Diri ini masih saja ingin marah
Dengan hal yg membuat kebaikan punah
Sampai Otak kanan memutuskan aku payah
Lentera jadilah cahayamu penerang diri
Agar gelap tak lagi menjadi duri diri
Asingkan kepalsuan untuk...



























