Cerpen Oleh Julia Sari Idah F.
Dikirim 03/03/19
Aku menghempaskan tubuh ke sofa kantor, tak menghiraukan tatapan aneh orang-orang yang tertuju kepadaku, aku menutup wajahku dengan majalah yang berserakan di atas meja, lagi-lagi gagal. Huft.
“ ndah..” panggilan dimas sukses membuat ku mengangkat majalah dan bangkit dari tidurku, ia duduk dihadapanku, menatap lurus kearahku yang sangat acak-acakkan.
“kamu kenapa?” tanyanya “gagal lagi?”
“seperti yang...
Kiriman puisi tanggal 03/0319 selamat membaca!
Rotasi malam membuat diri ingin dibenah
Karna telah melalui langit di hari siang
Berfikir apa yang telah aku panah
Untuk pencapaian yg layak dikatakan menang
Jati ini benar benar belum terarah
Diri ini masih saja ingin marah
Dengan hal yg membuat kebaikan punah
Sampai Otak kanan memutuskan aku payah
Lentera jadilah cahayamu penerang diri
Agar gelap tak lagi menjadi duri diri
Asingkan kepalsuan untuk...
Kiriman puisi tangal 05/03/19 selamat membaca!
Wanita sholiha itu adalah yang tulus dan tabah.
Meski tak setulus sayyidah mutiah dan setabah sayyidah fatimah.
Dalam hatinya ada janji tuk berbakti kepada suami.
Hingga papan dan bumi sebagai pemisah diri.
Sholihah itu kecantikannya ada pada pandangan matanya
Cara dia memandang dunia.
Cara dia menafsirkan apa yang ada di disekelilingnya.
Kecantikannya muncul dari hati yang menjauh dari dosa.
Bagi sholihah mendapatkan...
Kiriman puisi tangal 05/03/19 selamat membaca!
Kemarin...
Aku begitu mendambakanmu...
Begitu yakin bahwa aku akan mendapatkan mu seutuhnya...
Iya seutuhnya...
Tanpa ada lagi penyekat...
Tanpa ada lagi jarak...
Namun sekarang...
Aku harus merelakanmu...
Dengan mengikhlaskan segala pengorbanan...
Dan juga perjuangan yang belum sempat terbayar...
Tersayat? Pasti.
Namun umur yang mengajarkannya untuk tak lagi terlalu tersungkur...
Pada kenyataan yang perihnya tak dapat diukur...
Karya :Prefi Kefikhatunnisa
Kiriman puisi tanggal 04/03/19 selamat membaca!
Apa kabarmu disana wahai calon imanku?
Semoga engkau baik-baik saja disana,dan semoga Allah selalu melindungimu..
Apa kabar dengan hatimu wahai calon imamku?
Adakah seseorang yang mengisiny selain Ummimu dan diriku?
Masihkan engkau kuat dengan niatmu untuk tetap menungguku?
Masihkah engkau menetap pada komitmenmu?
Masihkah engkau kuat menahan rindu?
Apa kabar dengan pandanganmu wahai calon imamku?
Masihkah engkau menjaganya untukku?
Masihkan engkau menundukan pandanganmu...
Minggu, 04/03/19 Pengda Tabanan menjadi tuan rumah dalam kontest Latber Seni Suara Alam burung Perkutut P3SI yang dilaksanakan dikomplek lapangan pasar OB Tabanan.
Perlombaan diikuti dari berbagai daerah yang berada diprovinsi bali, Pada lomba kali ini aturan main yang diterpakan oleh P3SI Pengda Tabanan, suara perkutut di bagi menjadi 5 bagian yaitu suara depan, tengah, ujung, irama dan dasar suara...
Minggu, 24/02/19 Majelis Ratibul Haddad Iksass Rayon Tabanan adakan Ruqyah Massal dikomplek Pasar OB Tabanan,
Majelis Ratibul Haddad Iksass Rayon mendatangkan tim Ruqyah Massal yakni JAM'IYYAH RUQYAH ASWAJA (JRA) Bali,
Ruqyah massal atau Ruqyah Qurani bertujuan menghilangkan penyakit Batin maupun Dhohir diantara ; Emosi yang sering tidak terkendali, sering mimpi buruk, Penyakit menahun, Penyakit berpindah - pindah, Was - was, kenakalan...
Kiriman puisi tanggal 21 - 02 - 19 dimoderasi tanggal 21 - 02 - 19 selamat membaca!
Detik terus bergulir
Menit semakin bertambah
Jam tak urung untuk menggunung
Dan hari senantiasa berganti.
Meski tak banyak waktu tuk bersama
Meski kabar ayal untuk ku dengar
Dan meski jarak jauh terbentang
Aku tak pernah mengkhawatirkannya.
Sebab...
Jika waktunya telah datang.
Jarak kan ku lipat
Waktu kan kupercepat.
Dan temu kan ku sekap dengan hangat.
Karya...
Kiriman tanggal 18 - 02 - 19 dimoderasi tanggal 19 - 02 - 19 selamat membaca !
Apa kabarmu disana?
Rasanya sudah lama sekali ayah pergi meninggalkanku
Namun, Rindu itu masih terjebak disini bersamaku
Maaf untuk setiap salahku
Aku tau ayah bukan tidak senang kepadaku
Namun, keadaan memang begitu kejam untuk kita
Tidak banyak kisah yang tercipta untuk kita
Bahkan, Kenangan manis bisa dihitung degan jari
Ayah, kini...


























