Kiriman puisi tanggal 03/03/19 selamat membaca!
Siapalah aku?
Hanya seonggok daging bernyawa yang tak tau malu
Apakah aku ini ?
Seorang manusia yang tak tau tata krama pada tuhannya
Lantas, pantaskah aku menamakanku hamba?
Sedang apa yang terperintah tak pernah ada ku lakukan
Hanya seonggok daging bernyawa yang tak tau malu
Apakah aku ini ?
Seorang manusia yang tak tau tata krama pada tuhannya
Lantas, pantaskah aku menamakanku hamba?
Sedang apa yang terperintah tak pernah ada ku lakukan
Lalu untuk apa mata ini ?
Yang hanya ku gunakan menonton maksiat
Dan membuta saat muballigh menyiar agama
Untuk apa telinga ini?
Yang hanya kuperdengarkan pada ghibah
Dan menuli saat ada seruan tuhan
Untuk apa mulut dan lidah ini?
Yang hanya untuk mencaci dan bergunjing
Dan membisu saat di ajak melantun wahyuMu
Yang hanya ku gunakan menonton maksiat
Dan membuta saat muballigh menyiar agama
Untuk apa telinga ini?
Yang hanya kuperdengarkan pada ghibah
Dan menuli saat ada seruan tuhan
Untuk apa mulut dan lidah ini?
Yang hanya untuk mencaci dan bergunjing
Dan membisu saat di ajak melantun wahyuMu
Untuk apa kaki ini?
Yang selalu menuju jalan nista
Dan seketika lumpuh jika diseret kerumahMu
Untuk apa hati ini?
Yang msih terus iri dan dengki
Tanpa pernah merasa beryukur atas apa yang diperoleh
Bila sekujur tubuh ini kau ciptakan untuk menjadi tentara-tentaraMu
Dalam menuju syurgaMu
Agar menjadikan aku seorang yang mulia
Bermartabat dimuka bumi
Namun apa yang aku lakukan?
Tubuh ini hanya kugunakan sarang-sarang musuhmu yang harusnya terperangi
Sungguh tak lebih baik dari seekor hewan buas dan rakus
Ya Allah,, maafkanlah…
Dengan segala kerendahan hati aku bertobat
Dan mengakui aku belum menjadi manusia apalagi hambaMu
Yang selalu menuju jalan nista
Dan seketika lumpuh jika diseret kerumahMu
Untuk apa hati ini?
Yang msih terus iri dan dengki
Tanpa pernah merasa beryukur atas apa yang diperoleh
Bila sekujur tubuh ini kau ciptakan untuk menjadi tentara-tentaraMu
Dalam menuju syurgaMu
Agar menjadikan aku seorang yang mulia
Bermartabat dimuka bumi
Namun apa yang aku lakukan?
Tubuh ini hanya kugunakan sarang-sarang musuhmu yang harusnya terperangi
Sungguh tak lebih baik dari seekor hewan buas dan rakus
Ya Allah,, maafkanlah…
Dengan segala kerendahan hati aku bertobat
Dan mengakui aku belum menjadi manusia apalagi hambaMu
Karya : Julia Sari Indah F.






















