Seorang remaja harus memiliki pegangan yang kokoh. Diantaranya senantiasa mengontrol dan membawa diri dalam semua situasi dan keadaan, mencari kawan yang baik dan dapat menjadi motivasi untuk mengembangkan potensi diri.
Mengembangkan sikap tanggung jawab terhadap semua tugas yang diemban, sehingga dapat mempersiapkan masa depan yang gemilang. Mengembangkan kemampuan diri untuk mencapai prestasi ataupun kematangan diri, dengan demikian seorang remaja memiliki kemampuan dan modal yang cukup untuk menyongsong masa depan.
Tidak mudah larut dalam kesenangan dan pergaulan yang bebas, karena kebiasaan ini akan menguras segala kemampuan dan dapat menghancurkan masa depan.
Secara faktual harus diakui bahwa dalam kehidupan remaja terdapat beberapa hal khusus yang mendapat perhatian, disamping ketentuan umum tentang hubungan masyarakat. Aspek khusus tersebut yakni tentang mengucapkan dan menjawab salam, berjabat tangan, serta mencari teman yang baik.
1. Mengucapkan dan menjawab salam
Islam mengajarkan kepada sesama muslim untuk saling bertukar salam apabila bertemu atau bertamu, sumpah rasa kasih sayang sesama dapat selalu terpupuk dengan baik.
Salam yang di minimal “Assalamu’alaikum” Tetapi akan lebih baik dan lebih besar pahalanya apabila diucapkan secara lengkap. Mengucapkan salam hukumnya sunnah, tetapi menjawabnya wajib minimal dengan salam yang seimbang. Salam yang diajarkan oleh islam yang bernilai tinggi, universal dan tidak terikat dengan waktu.
Bernilai tinggi karena mengandung do’a untuk mendapatkan keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah. Universal karena berlaku untuk seluruh umat islam dimana saja berada tanpa mengenal perbedaan bangsa, bahasa dan kulit.
2. Berjabat tangan
Rasulullah SAW. mengajarkan bahwa untuk lebih menyempurnakan salam dan menguatkan tali ukhuwah islamiyah, sebaiknya ucapan salam diikuti dengan berjabat tangan atau bersalaman tentu jika memungkinkan.
Berjabat tangan haruslah dilakukan dengan penuh keikhlasan yang tercermin dari cara bersalaman. Anjuran untuk berjabat tangan berlaku antar pria dan wanita kecuali antara suami istri atau antara seseorang dengan mahramnya.
Seseorang yang beragama akan menghormati orang lain yang teguh memegang norma agama.
3. Mencari Teman yang baik
Mencari teman yang baik merupakan suatu kebenaran yang telah diterima dan dibuktikan oleh pengalaman. Apabila seorang anak bermain ditengah anak anak yang tidak sopan selama beberapa hari, lambat laun ia akan meniru kebiasaan kebiasaan buruk kawannya. Akan tetapi apabila anak membiasakan diri untuk bergaul di kalangan orang orang baik, lambat laun dalam keadaan normal ia akan menyerap kebiasaan baik dari pergaulannya.
Setiap orang dianjurkan bergaul dikalangan orang orang salih, karena sesungguhnya orang orang yang lurus dalam tutur kata dan perbuatan mereka, serta menjalani kehidupan yang sejalan dengan kehendak ilahi memiliki semacam daya tarik. Maka barang siapa yang mempunyai fitrah bersih akan cenderung memilih untuk bergaul dengan orang yang baik.
Sesungguhnya setiap orang akan mengikuti jejak orang yang mengiringinya. Maka janganlah bersahabat dengan orang jahat, jaga jarak antaramu dengannya, berapa banyak orang jahil menjadi bijak kala dipersaudarakan dengan orang bijaksana. Orang akan disamakan dengan temannya bila ia bersahabat dengan orangnya.
Oleh : Nur A’ini
Refrensi : Buku Akidah Akhlaq
























