Denpasar – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025, Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Provinsi Bali menggelar kegiatan bertajuk “Workshop Guru Kreatif: Strategi Mengajar dan Public Speaking yang Andal.” Acara yang berlangsung pada Minggu, 23 November 2025, di Aula ITB Stikom Bali ini menjadi salah satu momentum penting Pergunu dalam meningkatkan kompetensi guru di era transformasi pendidikan.

Mengusung tema besar “Guru Mulia Wujudkan Astacita”, kegiatan ini dihadiri 100 peserta yang terdiri dari guru TK/RA serta SD/MI dari Denpasar, Badung, Tabanan, dan Buleleng. Antusiasme peserta tampak sejak pagi, menandakan besarnya semangat para pendidik untuk terus mengembangkan kompetensi profesional mereka.

Selain para guru, acara turut dihadiri oleh berbagai lembaga mitra dan pemangku kepentingan di dunia pendidikan, antara lain perwakilan ITB Stikom Bali, jajaran Bank BTN Cabang Surapati, Pengurus IGRA, Anggota DPRD Provinsi Bali Zulfikar Wijaya, SE, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, serta perwakilan dari KKMI, KKMA, KKMTs Kota Denpasar. Kehadiran beragam unsur ini menunjukkan sinergi kuat antara Pergunu dengan para stakeholder dalam meningkatkan mutu pendidikan di Bali.

Workshop ini menghadirkan empat materi inti yang langsung menyentuh kebutuhan guru dalam mengelola kelas di era modern. Materi tersebut meliputi:

  1. Praktik Aneka Permainan Edukatif untuk Pembelajaran Kreatif
  2. Teknik Membuka, Menyampaikan, dan Menutup Pelajaran secara Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan
  3. Aneka Ice Breaking untuk Membangun Suasana Pembelajaran
  4. Public Speaking: Cara Berbicara yang Menggugah dan Memotivasi Peserta Didik
Foto: Workshop Guru Kreatif yang dipandu oleh Muksin, S.Sos.I(Seorang trainer pembelajaran kreatif, parenting & motifator)

Seluruh sesi dipandu oleh narasumber nasional, Muksin, S.Sos.I, seorang trainer pembelajaran kreatif, konsultan parenting, motivator pendidikan, dan pendiri Rumah Pintar Indonesia, Yogyakarta. Keahliannya dalam teknik pembelajaran yang inovatif membuat suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh energi positif.

Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Isyatir Rodiyah, S.Ag., dalam sambutannya menjelaskan secara mendalam mengenai tema Astacita yang diangkat dalam workshop ini.

“Astacita adalah delapan tujuan atau cita-cita besar pembangunan yang menjadi amanat Presiden Republik Indonesia. Salah satu poin pentingnya adalah peningkatan kesejahteraan guru dan kemajuan pendidikan nasional,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran kunci bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik karakter dan pembentuk moral generasi bangsa. “Guru yang mulia adalah guru yang terus meningkatkan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesionalnya. Mereka hadir dengan keikhlasan, kesabaran, kebijaksanaan, dan kepedulian,” tambahnya.

Foto: Sambutan Isyatir Rodiyah (Kabid Pendis Kanwil Kemenag Provinsi Bali) dalam Acara Workshop Guru Kreatif

Isyatir juga menekankan pentingnya metode belajar yang menyenangkan bagi anak usia dini, terutama RA dan TK. Menurutnya, permainan edukatif yang kreatif adalah pendekatan mutakhir yang sangat relevan dalam menumbuhkan minat belajar anak.

“Workshop ini merupakan ikhtiar kolektif untuk melahirkan suasana belajar yang menyentuh hati dan membangun karakter siswa. Melalui kegiatan seperti ini, kita memperkuat peran guru sebagai agen perubahan yang mampu mencetak generasi unggul dan berdaya saing global,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PW Pergunu Bali, Mohammad Sahlan, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Ia mengungkapkan bahwa pada peringatan Hari Guru Nasional tahun ini, Pergunu Bali memilih menggelar workshop sebagai kegiatan utama agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh guru-guru di lapangan.

“Guru yang sukses bukan hanya guru yang berprestasi di luar, tetapi guru yang dirindukan oleh siswanya di kelas—guru yang hangat, menyenangkan, dan menghadirkan suasana belajar positif,” ujarnya.

Sahlan juga menyinggung pentingnya pelatihan ini dalam mendukung komponen penilaian akreditasi sekolah yang menekankan aspek guru sebagai pembangun lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Foto: Sambutan Moh. Sahlan, S.Ag (Wakil ketua PW Pergunu Bali) dalam Acara Workshop Guru Kreatif

Ia berharap para peserta dapat menyebarluaskan ilmu yang didapat kepada rekan-rekan di sekolah masing-masing. “Walaupun waktunya terbatas, materi yang disampaikan sangat fundamental bagi pengelolaan kelas di era modern,” tambahnya.

Workshop ini sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen Pergunu Bali dalam mendukung peningkatan kapasitas pendidik melalui pelatihan berkelanjutan. Pergunu menilai bahwa kualitas guru akan sangat menentukan kualitas pendidikan, terutama di tengah cepatnya perubahan teknologi dan tuntutan kompetensi global.

Dengan hadirnya kegiatan semacam ini, Pergunu berharap guru semakin siap menghadapi tantangan zaman serta semakin percaya diri dalam menciptakan pembelajaran kreatif, humanis, dan menyenangkan.

Acara berlangsung sukses dan mendapatkan respon positif dari seluruh peserta. Para guru menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan inspirasi baru serta keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar.

Peringatan Hari Guru Nasional melalui workshop ini bukan hanya selebrasi, tetapi wujud nyata dedikasi Pergunu Bali dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru sebagai ujung tombak pembelajaran.

___________________________________________________________________

Reportase & Editor: Michael Andi