Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kerambitan sukses menyelenggarakan Konferensi wakil cabang ke-2 dengan tema “Rekonsilasi kader memperkuat solidaritas & kebersamaan” yang bertempat di Pondok Pesantren Bali Bina Insani, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Ahad (14/11/2025).
Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh suasana khidmat. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus PCNU Tabanan, jajaran pengurus MWCNU Kerambitan, badan otonom (banom), Kapolsek, Danramil Kecamatan Kerambitan, pengurus Pondok Pesantren Bali Bina Insani, serta tokoh masyarakat setempat.
Konferensi ini merupakan agenda penting organisasi yang digelar setiap lima tahun sekali, bertujuan mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya sekaligus memilih pengurus baru untuk masa khidmah 2025–2030.
Dalam sambutannya, Rais Syuriah MWCNU Kerambitan, Ust. M. Toraichan Al-S.Pd., menjelaskan bahwa perjalanan berdirinya MWCNU Kerambitan penuh tantangan panjang. Ia menyebutkan bahwa pembentukan organisasi ini selama bertahun-tahun menghadapi banyak kesulitan, termasuk dalam mencari rekan pengurus yang bersedia berjuang bersama. Namun, dengan dukungan para tokoh dan jamaah, MWCNU Kerambitan akhirnya dapat berdiri dan berkembang sebagai suri tauladan di tengah masyarakat.
Ustadz Toraichan juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Bapak Haji Asmudi yang meskipun memiliki banyak tugas, tetap membantu proses pendirian dan pengembangan NU di Kerambitan. Ia menggambarkan kiprah Haji Asmudi secara lugas, dari kerja fisik hingga peran strategis, sebagai wujud dedikasi yang tinggi untuk organisasi.
Lebih lanjut, melalui proses musyawarah yang matang bersama pengurus, forum konferensi memilih Bapak Haji Mansur Pasaridur sebagai calon ketua tanfidziyah periode 2025–2030. Menurut sambutan tersebut, keputusan ini merupakan pilihan mayoritas pengurus yang melihat kapabilitas dan komitmen beliau dalam membangun organisasi ke depan. Selain itu, turut disebutkan pula nama Ust. Usbani, S.Pd., M.Pd. yang akan bersinergi dengan kepengurusan baru demi penguatan struktur dan program kerja MWCNU Kerambitan.
Selain itu, Rais Syuriah menyampaikan rencana acara istimewa berupa syukuran yang akan diselenggarakan pada malam Jumat berikutnya sebagai bentuk syukur atas terselenggaranya konferensi dan terpilihnya pengurus baru.
Sementara itu, Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Tabanan, H. Ali Mahfudz Aang Khunaefi, S.Ag., dalam sambutannya memuji perjalanan MWCNU Kerambitan yang hanya dalam waktu lima tahun telah berkembang pesat dengan struktur kepengurusan, lembaga, dan banom yang lengkap. Ia menilai MWCNU Kerambitan sekarang menjadi contoh bagi MWC lain di wilayahnya.
H. Ali Mahfudz juga memberikan pesan strategis kepada seluruh pengurus dan kader NU agar tetap menjaga keteduhan dan persatuan di tengah dinamika yang dihadapi organisasi. Menurutnya, sebagai organisasi besar dengan pengaruh luas, NU harus menjadi jangkar stabilitas dalam masyarakat, terutama saat menghadapi ujian internal maupun eksternal.

Konferensi ke-2 MWCNU Kerambitan diharapkan menjadi momentum konsolidasi kader, ruang bermusyawarah, dan ajang penguatan solidaritas di tingkat kecamatan, sekaligus meneguhkan peran NU dalam konteks sosial keagamaan dan kebangsaan di Tabanan.
Sidang pleno dipimpin oleh Ketua 3 PCNU Kabupaten Tabanan Ust. Abu Syairil Kholil. Agenda diawali dengan pembacaan tata tertib dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode 2020–2025 yang diterima secara mufakat oleh peserta konferensi.
Selanjutnya dilakukan pemilihan pengurus baru secara demokratis dan musyawarah. Hasilnya, forum menetapkan Rais Syuriyah terpilih Ust M. Toraichan Ai. Spd, dan Ketua Tanfidziyah terpilih H. Mansyur Pasaribu, SH.
Keduanya terpilih secara aklamasi dan mendapatkan dukungan penuh dari seluruh peserta konferensi.
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rois Syuriah PCNU Tabanan, Kyai Mustafa Kamal, menandai berakhirnya Konferensi ke-2 MWCNU Kerambitan
_______________________________________________________________________
Reportase & Editor: Michael Andi





















