Fajar terbit dari ufuk timur serta udara segar nan sehat yang mereflekan tubuh.
Nadil duduk didepan rumahnya yang dikelilingi tumbuhan hijau begitu cantik dan ramai. Sekali kali ia menarik nafas dan menghembuskanya lalu tersenyum. Nadil bukan hanya sekedar duduk duduk dipagi hari melainkan ini sudah menjadi rutinitas dan kegemaran dia mencari imajinasi dalam suasana yang masih alami dan sejuk untuk di karyakan dalam bentuk lukisan. Nadil senang sekali mempadu-padukan warna dalam lukisanya. Dia mampu menciptakan warna warna dalam lukisanya yang seolah-olah warna itu menjadi hidup dan menyala.
Nadil melukiskan imajinasinya dalam kain kanvas putih dengan sangat pandai dan wajah yang begitu ceria. 45 menit berlalu dan akhirnya Nadil hampir menyelesaikan lukisanya. Nadil melukis sebuah gambar abstrak dengan warna yang berdominan merah tua atau merah gelap.
Hitungan selanjutnya sudah satu jam lebih sepuluh menit akhirnya ia menyelesaikan lukisanya. lalu ia menaruh lukisan itu pada posisi yang dapat terkena pancaran sinar matahari pagi. Sengaja ia tempatkan lukisan dalam posisi seperti itu agar cat dalam lukisan itu cepat mengering dan sembari menemani nadil yang suka juga berjemur menikmati pancaran sinar matahari pagi. Namun sebelum nadil berjemur nadil hendak masuk dahulu kerumahnya untuk membuat segelas susu. Pada saat nadil membuat segelas susu didapurnya. Ternyata didepan rumahnya atau lebih tepatnya dihalaman rumahnya terdapat 2 seekor kucing berada dekat dalam lukisanya yang sedang berlari lari saling kejar mengejar. Kucing itu sedang bercanda entah bertengkar nadil tidak mengetahuinya.
Yang ketika nadil melihat kucing itu sedang kejar mengejar di dekat lukisanya melalui jendela didapurnya. Nadil bergegas cepat2 menyelesaikan membuat segelas susunya, lalu berjalan dengan terburu buru sambil membawa segelas susu ditangan kananya. Nadil terburu buru karena ia takut lukisanya akan jatuh jika tersenggol kucing kucing itu. Sedangkan warna cat lukisanya itu belum mengering. Dan ketika dia membuka pintu rumah ternyata lukisanya sudah berada dibawah jatuh mengenai tanah halaman rumahnya. Nadil pun semakin gelisah dan berlari untuk segera mengambil lukisanya itu yang terjatuh. Tetapi saat ia berlari dan beberapa langkah lagi sampai untuk mengambil lukisanya, Nadil tersandung pot bunga kecil yg berada dekat juga dalam lukisanya, yang mengakibat nadil terjatuh dan menumpahkan segelas air susu yg dipegangnya dalam lukisan itu. Nadil pun sangat merasa kesal dan ia juga bersedih karna lukisanya pada hari itu basah dan dianggap rusak terkena tumpahan segelas air susu.
Kemudian Nadil mengusap ngusap tumpahan air susu itu dalam lukisanya dengan pelan pelan dengan muka yang meringis menyurangkan halis matanya. Namun tiba tiba nadil tersenyum dan justru ia menemukan inspirasi atau imajinasi baru. Lukisanya yang berdominan warna merah gelap itu setelah terkena tumpahan segelas air susu ternyata menjadi lebih indah dan terlihat seperti warna yang diarsir. Dan warna merah gelap itu berubah menjadi warna merah yang sedikit transparan namun padat dan terlihat terang natural.
Nadil senang sekali bisa menemukan warna baru ini dengan ketidak sengajaan dan ia menamakanya merah muda karna warna merah ini lebih terang dan transparan. Dan itulah proses terciptanya warna merah muda bagi Nadil.
THE END
PROFIL PENULIS
Nama : Ninda Ayu Distira
Kelas : X – Madrasah Aliyah, Bali
Tanggal Kirim : 29/12/2016
Dimoderasi : 29/12/2016
