Guna memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan menggelar kegiatan Dialog Lintas Agama dalam rangka Pelaksanaan Aksi Program Pengembangan Kampung Moderasi (KMB) yang dilaksanakan pada Rabu (09/10/2024) bertempat di Aula BSI Yayasan Sosial Al-Hidayah Bedugul, Tabanan Bali.
Hadir dalam acara ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, yang dalam hal ini diwakili oleh Kasi Bimas Islam Kabupaten Tabanan, H. Prawoto, SH. ; Kepala KUA kecamatan Baturiti, Bakhtiar, S.Sy; Perbekel Candikuning, Ketua Yayasan Sosial Al-Hidayah, khairil Anwar, S.E.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari tokoh agama Islam, tokoh agama Hindu, serta tokoh masyarakat setempat.
Para peserta mendapatkan materi tentang pentingnya moderasi beragama, dialog antar umat beragama, dan strategi untuk menghindari ekstremisme sekaligus intoleransi.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, yang dalam hal ini diwakili oleh Kasi Bimas Islam Kabupaten Tabanan, H. Prawoto, SH., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwasannya, kampung moderasi beragama memiliki peran yang sangat penting sebagai tempat terwujudnya harmoni dan kerukunan umat beragama dengan kuatnya demokrasi, komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi, dan perrim antara tradisi yang ada di tengah-tengah masyarakat
“Pada tanggal 26 bulan Juli tahun 2023 Menteri agama kita launching dari pada kampung moderasi agama yang berjumlah seribu kampung moderasi, termasuk yang ada di kabupaten tabanan, yang pertama adalah di kampung Tunggal Sari kecamatan tabanan, Yang kedua adalah kampung Candikuning kecamatan Baturiti kabupaten tabanan. Dua kampung moderasi yang ada di kabupaten tabanan ini, termasuk juga yang 19 kampung moderasi yang ada di provinsi Bali”, Jelasnya.
“Kenapa kampung moderasi dibentuk? Bapak Menteri menyampaikan paling tidak ada tiga tantangan, pendekatan kenapa kampung moderasi di bentuk, Yang pertama adalah perkembangan cara pandang sikap dan praktek beragama berlebihan ekstrim yang menyampingkan martabat kemanusiaan. Kemudian yang kedua adalah perkembangan klaim kebenaran subjetik dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama, serta pengaruh kepentingan ekonomi. Kemudian yang ketiga adalah berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai NKRI. Paling tidak, ketiga hal ini yang kenapa kampung moderasi ini dibentuk oleh Menteri Agama atau Pemerintah”, Sambungnya.
Pihaknya juga menekankan di dalam moderasi beragama paling tidak ada 4 pilar mengapa orang Indonesia atau kita yang punya agama, tidak memandang itu agama Islam, Hindu, kristen, ataupun Protestan, tapi di dalam beragama dia harus mendapatkan 4 pilar. Yang pertama adalah berkomitmen kebangsaan. Ini penting bagi orang yang beragama. Ketika kita masih memegang komitmen berkebangsaan kepada NKRI, maka kita akan selalu taat kepada Pemerintah atau taat kepada pemimpin. Kemudian yang kedua adalah anti kekerasan. Jadi ketika seorang yang mengatakan beragama itu dengan baik, ketika dalam dirinya ada kekerasan terhadap agama lain, ataupun kelompok orang lain, maka ini belum termasuk orang yang moderat. yang ketiga adalah toleransi. Toleransi ini bisa berjalan, bisa berhasil, karena adanya moderasi, cara pandang dalam menjalankan agamanya. Kemudian yang keempat adalah penerimaan tentang budaya lokal. Artinya orang yang beragama dengan baik, dia akan menghormati budaya-budaya yang ada di dalam lingkungan kita
“Kemudian dalam beragama juga ada pilar kebangsaan. Pilar kebangsaan ini bisa disingkat PBNU. Yang pertama adalah Pansasila, yang kedua adalah Bhineka Tunggal Ika. Kemudian Undang-Undang Dasar Negara kesatuan Republik Indonesia, yang terakhir adalah Undang-Undang Dasar 1945. Ini adalah pilar kebangsaan kita yang harus kita pegang di dalam hidup beragama di Indonesia”, Pungkasnya.
“Keberagaman, perbedaan itu bukan menjadi halangan bagaimana kita hidup rukun berdampingan tanpa pandang suku agama dan ras. Inilah yang menjadi harapan pemerintah”
ketika Kabupaten tabanan mendapatkan penghargaan harmony award ini luar biasa. Satu Indonesia hanya ada di Kabupaten Tabanan. Ini berat untuk menjaga bagaimana harmony award yang sudah 3 tahun berturut-turut ini bisa terjaga. Sehingga apapun yang ada dinamikanya berkembang seperti apa, kita akan tetap rukun
“Apalagi di Bedugul ini kita lihat ada masjid yang berdekatan dengan pura. Ini adalah dari kondisi seperti ini, orang tidak akan bertanya bagaimana kerukunan yang ada di Bedugul ini. Orang sudah mengatakan bahwa ini adalah suatu kerukunan yang sudah luar biasa”, Imbuhnya.
Reportase & Editor: Michael Andi