Kiriman puisi tanggal 18 – 02 – 19 dimoderasi tanggal 19 – 02 – 19 selamat membaca!
Aku rasakan rindu yang mendalam
Pada saat pagi terang menderang
Embun nan lunglai
Danau nan jernih
jiwa nan tenang
Bagai mawar tampa duri
Bagai kelelawar tanpa mata
Bagai pohon tampa akar
Bagai matahari tanpa sinar
kekuatanku seakan sirna
Saat datangnya gelap
Angin….
kuinginkan sayap yang bisa membuatku terbang bebas kemanapun kusukai.
aku sudah terlalu lelah
Berapa dalam ruang gelap gulita
Wahai cahaya terang….
Cepatlah datang
Sinarilah hidupku…
Terangilah jiwaku yang mulai meredup.
Wahai cahaya yang germelap
aku ingin
kehadiranmu…
aku ingin sinarmu…
aku begitu membutuhkanmu…
aku begitu memerlukanmu….
aku menanti kehadiranmu…
Pada saat pagi terang menderang
Embun nan lunglai
Danau nan jernih
jiwa nan tenang
Bagai mawar tampa duri
Bagai kelelawar tanpa mata
Bagai pohon tampa akar
Bagai matahari tanpa sinar
kekuatanku seakan sirna
Saat datangnya gelap
Angin….
kuinginkan sayap yang bisa membuatku terbang bebas kemanapun kusukai.
aku sudah terlalu lelah
Berapa dalam ruang gelap gulita
Wahai cahaya terang….
Cepatlah datang
Sinarilah hidupku…
Terangilah jiwaku yang mulai meredup.
Wahai cahaya yang germelap
aku ingin
kehadiranmu…
aku ingin sinarmu…
aku begitu membutuhkanmu…
aku begitu memerlukanmu….
aku menanti kehadiranmu…
Karya : Sukma Pratama
























