Kiriman puisi pada 20-01-19 dimoderasi tanggal 20-01-19
Selamat Membaca!
Seorang yang menghabiskan waktunya diluar rumah
Bukan untuk bersenang senang melainkan untuk mencari nafkah
Sampai terkadang terlintas dalam fikiran kita bahwa dia tidak peduli, tidak sayang akan diri kita ini, namun semunya salah
Dia melakukan itu untuk menjalankan tugas nya yang sudah menjdi tanggung jawab sebagai kepala keluarga dalam sebuah rumah tanggaDan buat ayah yang sudah tiada
Sebagai putra-putrinya yang hanya bisa kita lakukan hanya mendoakan dengan selalu mengingat atas semua jasa dan usahanya
Karena hanya doa yang mampu membantu ayahmu di alam sana
Karena dirimu masih menjadi tanggung jawabnya
Sadarlah dosa yang saat ini kamu lakukan ayahmu juga ikut menanggungnya
Bukan untuk bersenang senang melainkan untuk mencari nafkah
Sampai terkadang terlintas dalam fikiran kita bahwa dia tidak peduli, tidak sayang akan diri kita ini, namun semunya salah
Dia melakukan itu untuk menjalankan tugas nya yang sudah menjdi tanggung jawab sebagai kepala keluarga dalam sebuah rumah tanggaDan buat ayah yang sudah tiada
Sebagai putra-putrinya yang hanya bisa kita lakukan hanya mendoakan dengan selalu mengingat atas semua jasa dan usahanya
Karena hanya doa yang mampu membantu ayahmu di alam sana
Karena dirimu masih menjadi tanggung jawabnya
Sadarlah dosa yang saat ini kamu lakukan ayahmu juga ikut menanggungnya
Dan buat ayah yang jauh disana
Sebagai putra-putri kami disini sangat merindukanmu, ingin bercerita dan bermanja dengan dirimu ayah
Ketahuilah ayah, terkadang diri ini iri akan kebahagiaan temanku bersama ayahnya
Ayah, lihat aku, aku sudah besar tetapi tidak bisa aku bersikap dewasa dengamu
Aku masih seperti dulu yang masih ingin dimanjakanmu
Kembalilah ayah, temui aku anakmu yang sangat merindukanmu dan ingin berada di pelukanmu
Karya : April Lilia Puspitasari






















