Kiriman puisi pada 24-12-18 dimoderasi tanggal 24-12-18
Selamat Membaca!
Saat pertama dua insan dipertemukan
Saat itu aku yang belum menyadari
Atas apa arti takdir sebenarnya
Aku bukan seorang penakut mencari tahu
Namun sebuah penghalang menghalangiku
Membuatku ragu untu melangkah
Aku takut cinta lain akan menahanku
Dan membuatku terus menoleh kebelakang
Namun
Aku tau tatapanmu adalah suatu isyarat bagiku
Untuk maju
Tapi langkahku terhenti
Saat ku menyadari siapa diriku
Aku hanya sebutir pasir
Dan kau bintang...
Kiriman Cerpen pada 24-12-18 dimoderasi tanggal 24-12-18
Selamat Membaca!
Tali dan tongkat bolehkah aku mengadu, apa kau ingat pada hari itu? Kau yang menyaksikan kau benar benar menyaksikan, tentang apa yang kurasa saat dia begitu dekat.
Tali dan tongkat ingat? Jemariku dan jermarinya saling mengikat, sesekali aku dan dia melempar tatapan yang membuat kami terpikat.
Entah mengapa?
Karna tali dan tongkat itu benar benar...
Kiriman puisi pada 24-12-18 dimoderasi tanggal 24-12-18
Selamat Membaca!
Berorientasi dari bumi perkemahan
Menjadi objek sebuah kenangan
Tiga puluh enam jam bersama angan
Angan dari perjumpaan tunas kelapa
Ketika lokasi menjadi harmonisasi
Tongkat dan tali diiringi melodi
Api unggun bernada improvisasi hati
Baris senyuman bibirmu
Tatapan tajam matamu
Terbidik cepat dalam panoramaku
Dan kau bunyikan tanda itu
Mimik itu membuatku ingin bernyanyi
Berjanji bersama hati
Hari yang benar benar bernadi
Hari mulai malam
Dan kita masih...
Kiriman puisi pada 24-12-18 dimoderasi tanggal 24-12-18
Selamat Membaca!
Salam untuk terik dan dingin
Menghembus dunia oleh angin
Bumi seperti ditiupnya lilin
Gelap dan tak mau berkain
Air, terimakasih kau menjadi perantara
Untuk kami bersabar dan bersadar
Ketakutan ini dengan cepat mengumbar
Agar cinta dunia tak lagi menjadi pusar
Datangmu tak pernah bisa ter-estimasikan
Secara tiba dan mengalir mengejutkan
Ini adalah waktu untuk kita melangitkan ampunan
Sebelum tiba waktu yang sungguh berkesudahan
Cukuplah...
Kiriman puisi pada 23-12-18 dimoderasi tanggal 23-12-18
Selamat Membaca!
Bismillah!
Tersuruk,terbenam
Dalam indahnya loteng loteng khayal
Seakan menjadi hobi
Selalu terucap, namun tiada tertancap
Kemanakah kau bhinneka?
Apakah hanya bung karno
Apakah hanya bung tomo
Apakah hanya bung bung sahaja
Yg pantas mengertikannya??
Pancasila bukanlah panca indra
Garuda hanyalah patung hiasan
Agama status kartu ktp semata
Toleransi semakin jauh dari kata iya
Negri ini negri sanitasi
Bukan lagi negri pertiwi
Apalagi bumi surgawi
Sewangi telur busuk
Toleransi negri ini
Tak...
Kiriman puisi pada 23-12-18 dimoderasi tanggal 23-12-18
Selamat Membaca!
Perjalananku seperti
Di tengah malam gulita
Terdengar suara jago berkeruyuk
Yah ...!
Aku tau ...
Tapi aku belum siap
Aku ngantuk berat ...!
Tuhan ...?!
Berilah kesempatan
Tuk memejamkan mata dan bermimpi ...!!!
Agar aku siap menjelang waktu pagi ..
Karya : Julia Sari Indah F.
Kiriman puisi pada 23-12-18 dimoderasi tanggal 23-12-18
Selamat Membaca!
Langit menggulam
Tak tentu senja kan datang
Aku masih menunggu
Entah apa yang ku tunggu
Terduduk lesu
Menatap secangkir teh yang membeku
Dterpa dinginnya lagu rindu
Aku masih disini
Berupaya tentang sebuah mimpi
Memintal benang hati
Yang terkoyak oleh duri
Dipenghujung senja tak jingga
Aku masih terjaga
Ditemani secangkir teh yang setia
Mengharap siapapun kan mengira
Bahwa aku tengah baik-baik saja
Tanpa ada lagi yang menjaga
Karya : Julia...
Kiriman puisi pada 22-12-18 dimoderasi tanggal 22-12-18
Selamat Membaca!
Dulu saatku masih bisa lihat canda
Rasa bahagiaku amat sangat tawa
Tak ada yang bisa menyalipnya
Sekalipun itu satelit angkasa
Aku pun bingung sejak kapan radar itu tiba
Tak ada komposisi yang bisa merincikannya
Begitu sukar untuk melenyapkan radarnya
Mungkin ini yang dikata rasa
Tak banyak orang tahu
Dia adalah satelit radarku
Namun yang ku tahu
Dia tak bisa menerima rasaku
Sudah kebanyakan kata...
Kiriman puisi pada 22-12-18 dimoderasi tanggal 22-12-18
Selamat Membaca!
Hari dimana angka16 akan bertambah menjadi 17
Disitu tepat masa kanak ku akan usai
Menuju masa lebih tajam dari perisai
Sungguh tak menyangka
ENGKAU titipkan nafas ini selama itu
Sungguh indah alur skenario-MU
Tak dapat ku pasang seperti puzzle
Namun ku aluri seperti arus
Meski harus menendang karang
Terima kasihku pada nikmat-MU
Tak cukup untuk ditimbang
Karna nikmat-MU
Bagaikan daun di alam
Tak indah rasanya...
Kiriman puisi pada 20-12-18 dimoderasi tanggal 20-12-18
Selamat Membaca!
Alam sedang mencubitku
Lewat jitakan rintik hujan
Lebih baik aku sembunyi dulu
Dalam pelukan khayalku
Hujan, selalu mengetuk fikiranku
Akan hal yang sengaja ku lupa
Hujan nakal !!!
Kit lihat saja nanti
Hujan atau aku yang lebih cepat
Jatuh padamu
Hujan
Lagi lagi genangi fikiranku
Aku tenggelam lagi dalam bayanganmu
Karya : Julia Sari Indah


























