Sabtu, Juli 11, 2026
Kiriman puisi pada 24-12-18 dimoderasi tanggal 24-12-18 Selamat Membaca! Saat pertama dua insan dipertemukan Saat itu aku yang belum menyadari Atas apa arti takdir sebenarnya Aku bukan seorang penakut mencari tahu Namun sebuah penghalang menghalangiku Membuatku ragu untu melangkah Aku takut cinta lain akan menahanku Dan membuatku terus menoleh kebelakang Namun Aku tau tatapanmu adalah suatu isyarat bagiku Untuk maju Tapi langkahku terhenti Saat ku menyadari siapa diriku Aku hanya sebutir pasir Dan kau bintang...
Kiriman Cerpen pada 24-12-18 dimoderasi tanggal 24-12-18 Selamat Membaca! Tali dan tongkat bolehkah aku mengadu, apa kau ingat pada  hari itu? Kau yang menyaksikan kau benar benar menyaksikan, tentang apa yang kurasa saat dia begitu dekat. Tali dan tongkat ingat? Jemariku dan jermarinya saling mengikat, sesekali aku dan dia melempar tatapan yang membuat kami terpikat. Entah mengapa? Karna tali dan tongkat itu benar benar...
Kiriman puisi pada 24-12-18 dimoderasi tanggal 24-12-18 Selamat Membaca! Berorientasi dari bumi perkemahan Menjadi objek sebuah kenangan Tiga puluh enam jam bersama angan Angan dari perjumpaan tunas kelapa Ketika lokasi menjadi harmonisasi Tongkat dan tali diiringi melodi Api unggun bernada improvisasi hati Baris senyuman bibirmu Tatapan tajam matamu Terbidik cepat dalam panoramaku Dan kau bunyikan tanda itu Mimik itu membuatku ingin bernyanyi Berjanji bersama hati Hari yang benar benar bernadi Hari mulai malam Dan kita masih...
Kiriman puisi pada 24-12-18 dimoderasi tanggal 24-12-18 Selamat Membaca! Salam untuk terik dan dingin Menghembus dunia oleh angin Bumi seperti ditiupnya lilin Gelap dan tak mau berkain Air, terimakasih kau menjadi perantara Untuk kami bersabar dan bersadar Ketakutan ini dengan cepat mengumbar Agar cinta dunia tak lagi menjadi pusar Datangmu tak pernah bisa ter-estimasikan Secara tiba dan mengalir mengejutkan Ini adalah waktu untuk kita melangitkan ampunan Sebelum tiba waktu yang sungguh berkesudahan Cukuplah...
Kiriman puisi pada 23-12-18 dimoderasi tanggal 23-12-18 Selamat Membaca! Bismillah! Tersuruk,terbenam Dalam indahnya loteng loteng khayal Seakan menjadi hobi Selalu terucap, namun tiada tertancap Kemanakah kau bhinneka? Apakah hanya bung karno Apakah hanya bung tomo Apakah hanya bung bung sahaja Yg pantas mengertikannya?? Pancasila bukanlah panca indra Garuda hanyalah patung hiasan Agama status kartu ktp semata Toleransi semakin jauh dari kata iya Negri ini negri sanitasi Bukan lagi negri pertiwi Apalagi bumi surgawi Sewangi telur busuk Toleransi negri ini Tak...
Kiriman puisi pada 23-12-18 dimoderasi tanggal 23-12-18 Selamat Membaca! Perjalananku seperti Di tengah malam gulita Terdengar suara jago berkeruyuk Yah ...! Aku tau ... Tapi aku belum siap Aku ngantuk berat ...! Tuhan ...?! Berilah kesempatan Tuk memejamkan mata dan bermimpi ...!!! Agar aku siap menjelang waktu pagi .. Karya : Julia Sari Indah F.
Kiriman puisi pada 23-12-18 dimoderasi tanggal 23-12-18 Selamat Membaca! Langit menggulam Tak tentu senja kan datang Aku masih menunggu Entah apa yang ku tunggu Terduduk lesu Menatap secangkir teh yang membeku Dterpa dinginnya lagu rindu Aku masih disini Berupaya tentang sebuah mimpi Memintal benang hati Yang terkoyak oleh duri Dipenghujung senja tak jingga Aku masih terjaga Ditemani secangkir teh yang setia Mengharap siapapun kan mengira Bahwa aku tengah baik-baik saja Tanpa ada lagi yang menjaga Karya : Julia...

Puisi : Radarku

Kiriman puisi pada 22-12-18 dimoderasi tanggal 22-12-18 Selamat Membaca! Dulu saatku masih bisa lihat canda Rasa bahagiaku amat sangat tawa Tak ada yang bisa menyalipnya Sekalipun itu satelit angkasa Aku pun bingung sejak kapan radar itu tiba Tak ada komposisi yang bisa merincikannya Begitu sukar untuk melenyapkan radarnya Mungkin ini yang dikata rasa Tak banyak orang tahu Dia adalah satelit radarku Namun yang ku tahu Dia tak bisa menerima rasaku Sudah kebanyakan kata...
Kiriman puisi pada 22-12-18 dimoderasi tanggal 22-12-18  Selamat Membaca! Hari dimana  angka16 akan bertambah menjadi 17 Disitu tepat masa kanak ku akan usai Menuju masa lebih tajam dari perisai Sungguh tak menyangka ENGKAU titipkan nafas ini selama itu Sungguh indah alur skenario-MU Tak dapat ku pasang seperti puzzle Namun ku aluri seperti arus Meski harus menendang karang Terima kasihku pada nikmat-MU Tak cukup untuk ditimbang Karna nikmat-MU Bagaikan daun di alam Tak indah rasanya...
Kiriman puisi pada 20-12-18 dimoderasi tanggal 20-12-18 Selamat Membaca! Alam sedang mencubitku Lewat jitakan rintik hujan Lebih baik aku sembunyi dulu Dalam pelukan khayalku Hujan, selalu mengetuk fikiranku Akan hal yang sengaja ku lupa Hujan nakal !!! Kit lihat saja nanti Hujan atau aku yang lebih cepat Jatuh padamu Hujan Lagi lagi genangi fikiranku Aku tenggelam lagi dalam bayanganmu Karya : Julia Sari Indah
- Advertisement -

Lagi Populer

Lagi Hangat