Kiriman puisi pada 22-12-18 dimoderasi tanggal 22-12-18
Selamat Membaca!
Dulu saatku masih bisa lihat canda
Rasa bahagiaku amat sangat tawa
Tak ada yang bisa menyalipnya
Sekalipun itu satelit angkasa
Aku pun bingung sejak kapan radar itu tiba
Tak ada komposisi yang bisa merincikannya
Begitu sukar untuk melenyapkan radarnya
Mungkin ini yang dikata rasa
Tak banyak orang tahu
Dia adalah satelit radarku
Namun yang ku tahu
Dia tak bisa menerima rasaku
Sudah kebanyakan kata...
Kiriman puisi pada 22-12-18 dimoderasi tanggal 22-12-18
Selamat Membaca!
Hari dimana angka16 akan bertambah menjadi 17
Disitu tepat masa kanak ku akan usai
Menuju masa lebih tajam dari perisai
Sungguh tak menyangka
ENGKAU titipkan nafas ini selama itu
Sungguh indah alur skenario-MU
Tak dapat ku pasang seperti puzzle
Namun ku aluri seperti arus
Meski harus menendang karang
Terima kasihku pada nikmat-MU
Tak cukup untuk ditimbang
Karna nikmat-MU
Bagaikan daun di alam
Tak indah rasanya...
Kiriman puisi pada 20-12-18 dimoderasi tanggal 20-12-18
Selamat Membaca!
Alam sedang mencubitku
Lewat jitakan rintik hujan
Lebih baik aku sembunyi dulu
Dalam pelukan khayalku
Hujan, selalu mengetuk fikiranku
Akan hal yang sengaja ku lupa
Hujan nakal !!!
Kit lihat saja nanti
Hujan atau aku yang lebih cepat
Jatuh padamu
Hujan
Lagi lagi genangi fikiranku
Aku tenggelam lagi dalam bayanganmu
Karya : Julia Sari Indah
Kiriman puisi pada 20-12-18 dimoderasi tanggal 20-12-18
Selamat Membaca!
Untuk apa berkhayal jika hanya dalam kehampaan ?
Untuk apa mengiba jika hanya sebatas khayal ?
Untuk apa mnghayal jika tersuruk di dasar jurang ?
Untuk apa meminta jika hanya sebatas khayal ?
Lakukan !!
Jangan hanya sebatas khayal jika kau mau
Jangan hanya sebatas mimpi jika kau ingin
Buktikan !!
Jika khayalmu tak selalu tentang senja yg indah namun...
Kiriman puisi pada 20-12-18 dimoderasi tanggal 20-12-18
Selamat Membaca!
Hanya mampu terdiam dalam ketidak pastian
Perasaan yang tak mungkin terbalas
Rindu yang memporak porandakan jiwa rapuh ini
Cinta yang tak mungkin pernah terengkuh
Begitu rumit memahami segala penantian ini
Ingin menyerah dari keadaan yang membelenggu hati
Namun kaki ini telah rapuh untuk mundur kembali
Hanya mampu tersedu
Didalam ruang hampa nan sepi
Semoga kau lekas kembali
Aku merindumu
Pahamilah itu !!
Karya :...
Kiriman puisi pada 21-12-18 dimoderasi tanggal 21-12-18
Selamat Membaca!
Mau ku sebut apa kau ini ?
Lailkah ? Nahrikah ?
Lail, kau nampak jelas
Dengan rona temaram indahmu
Nahr, kau nampak samar
Sebab sinarmu mengkilau menyilau pandang
Mau ku sebut apa kau ini ?
Jahrkah ? Syir kah ?
Aku ini buta akan cinta
Kau jahr karna kaulah yang pertama
Kau syir, karna kau terlihat hanya sebatas bayang dan khayal saja
Mau...
Kiriman puisi pada 21-12-18 dimoderasi tanggal 21-12-18
Selamat Membaca!
Pagi buta aku terbangun
Menatap kosong pada rumah nan sepi
Hati kecilku mulai menciut
Menangis karna sesak
Lagi
Tak kutemukan
Lagi
Aku ditinggalkan
Lagi
Aku merindunya
Lagi dan lagi
Tak adakah waktu untukku
Sejenak menelisik keriput yang ada di wajahnya ?
Tak adakah waktu untukku
Sedikit untuk mengerti sakitnya?
Sang pejuang hidupku
Selarut malam menelan lelahnya
Sepekat subuh mengayuh sepeda
Lelaki cinta pertamaku
Sesosok tangguh tak lekang waktu
Ayah ...
Dalam sepi aku...
Kiriman cerpen pada 21-12-18 dimoderasi tanggal 21-12-18
Selamat Membaca!
Aku mencintainya
Bagai gerimis yang menghujam bumi
Lembut
Perlahan
Namun pasti
26 Agustus 2018
Aku sedikit gugup pada awalnya namun setelah saksi nikah mengatakan sah dan disambut meriah oleh semua undangan aku pun bisa bernafas lega, aku menatapnya seseorang yang menggandeng tanganku saat ini menuju singgasana kami, “akhirnya” hatiku berbisik
Aku fazzy ananda putri, tapi biasanya orang terdekat ku...
Kiriman puisi pada 21-12-18 dimoderasi tanggal 21-12-18
Selamat Membaca!
Belajar dari patah
Untuk proses sebuah asah
Berawal dari cinta berpisah
Hati sempat tak berarah
Intensifikasi hati sangat perlu
Agar tiada rasa dingin yang membeku
Langitkan rasa cinta itu pada Tuhanmu
Agar mampu menjadi kendalimu
Cinta yang baik
Hasil dari penataan diri yang baik
Apa yang kita dapat
Adalah hasil dari yang kita ikat
Bersyukur hati pernah sakit
Jika masih ada kesempatan untuk menyembuhkan
Kini nama itu...
Kiriman puisi pada 21-12-18 dimoderasi tanggal 21-12-18
Selamat Membaca!
Terimakasih rasa yang hancur
Yang kau beri khusus untukku
Secepat kau jatuh hati
Secepat juga kau jatuhkan aku
Tiada penjelasan lagi
Bagi hati yang sempat kau tuani ini
Kau buat rasa ini mati
Terkunci dalam peti
Jalur ini sulit dilalui
Tapi aku harus melalui
Mengapa kau sambungkan radar cinta itu
Jika akhirnya kau lemahkan radiasinya
Berfikirlah ini perihal hati
Bukan tentang ukuran
Yang bisa kau kurangi...




























