Selasa, Agustus 25, 2026

Puisi : Radarku

Kiriman puisi pada 22-12-18 dimoderasi tanggal 22-12-18 Selamat Membaca! Dulu saatku masih bisa lihat canda Rasa bahagiaku amat sangat tawa Tak ada yang bisa menyalipnya Sekalipun itu satelit angkasa Aku pun bingung sejak kapan radar itu tiba Tak ada komposisi yang bisa merincikannya Begitu sukar untuk melenyapkan radarnya Mungkin ini yang dikata rasa Tak banyak orang tahu Dia adalah satelit radarku Namun yang ku tahu Dia tak bisa menerima rasaku Sudah kebanyakan kata...
Kiriman puisi pada 22-12-18 dimoderasi tanggal 22-12-18  Selamat Membaca! Hari dimana  angka16 akan bertambah menjadi 17 Disitu tepat masa kanak ku akan usai Menuju masa lebih tajam dari perisai Sungguh tak menyangka ENGKAU titipkan nafas ini selama itu Sungguh indah alur skenario-MU Tak dapat ku pasang seperti puzzle Namun ku aluri seperti arus Meski harus menendang karang Terima kasihku pada nikmat-MU Tak cukup untuk ditimbang Karna nikmat-MU Bagaikan daun di alam Tak indah rasanya...
Kiriman puisi pada 20-12-18 dimoderasi tanggal 20-12-18 Selamat Membaca! Alam sedang mencubitku Lewat jitakan rintik hujan Lebih baik aku sembunyi dulu Dalam pelukan khayalku Hujan, selalu mengetuk fikiranku Akan hal yang sengaja ku lupa Hujan nakal !!! Kit lihat saja nanti Hujan atau aku yang lebih cepat Jatuh padamu Hujan Lagi lagi genangi fikiranku Aku tenggelam lagi dalam bayanganmu Karya : Julia Sari Indah
Kiriman puisi pada 20-12-18 dimoderasi tanggal 20-12-18 Selamat Membaca! Untuk apa berkhayal jika hanya dalam kehampaan ? Untuk apa mengiba jika hanya sebatas khayal ? Untuk apa mnghayal jika tersuruk di dasar jurang ? Untuk apa meminta jika hanya sebatas khayal ? Lakukan !! Jangan hanya sebatas khayal jika kau mau Jangan hanya sebatas mimpi jika kau ingin Buktikan !! Jika khayalmu tak selalu tentang senja yg indah namun...

Puisi : Rasaku

Kiriman puisi pada 20-12-18 dimoderasi tanggal 20-12-18 Selamat Membaca! Hanya mampu terdiam dalam ketidak pastian Perasaan yang tak mungkin terbalas Rindu yang memporak porandakan jiwa rapuh ini Cinta yang tak mungkin pernah terengkuh Begitu rumit memahami segala penantian ini Ingin menyerah dari keadaan yang membelenggu hati Namun kaki ini telah rapuh untuk mundur kembali Hanya mampu tersedu Didalam ruang hampa nan sepi Semoga kau lekas kembali Aku merindumu Pahamilah itu !! Karya :...

Puisi : Kau

Kiriman puisi pada 21-12-18 dimoderasi tanggal 21-12-18  Selamat Membaca! Mau ku sebut apa kau ini ? Lailkah ? Nahrikah ? Lail, kau nampak jelas Dengan rona temaram indahmu Nahr, kau nampak samar Sebab sinarmu mengkilau menyilau pandang Mau ku sebut apa kau ini ? Jahrkah ? Syir kah ? Aku ini buta akan cinta Kau jahr karna kaulah yang pertama Kau syir, karna kau terlihat hanya sebatas bayang dan khayal saja Mau...
Kiriman puisi pada 21-12-18 dimoderasi tanggal 21-12-18 Selamat Membaca! Pagi buta aku terbangun Menatap kosong pada rumah nan sepi Hati kecilku mulai menciut Menangis karna sesak Lagi Tak kutemukan Lagi Aku ditinggalkan Lagi Aku merindunya Lagi dan lagi Tak adakah waktu untukku Sejenak menelisik keriput yang ada di wajahnya ? Tak adakah waktu untukku Sedikit untuk mengerti sakitnya? Sang pejuang hidupku Selarut malam menelan lelahnya Sepekat subuh mengayuh sepeda Lelaki cinta pertamaku Sesosok tangguh tak lekang waktu Ayah ... Dalam sepi aku...
Kiriman cerpen pada 21-12-18 dimoderasi tanggal 21-12-18 Selamat Membaca! Aku mencintainya Bagai gerimis yang menghujam bumi Lembut Perlahan Namun pasti 26 Agustus 2018 Aku sedikit gugup pada awalnya namun setelah saksi nikah mengatakan sah dan disambut meriah oleh semua undangan aku pun bisa bernafas lega, aku menatapnya seseorang yang menggandeng tanganku saat ini menuju singgasana kami, “akhirnya” hatiku berbisik Aku fazzy ananda putri, tapi biasanya orang terdekat ku...
Kiriman puisi pada 21-12-18 dimoderasi tanggal 21-12-18 Selamat Membaca! Belajar dari patah Untuk proses sebuah asah Berawal dari cinta berpisah Hati sempat tak berarah Intensifikasi hati sangat perlu Agar tiada rasa dingin yang membeku Langitkan rasa cinta itu pada Tuhanmu Agar mampu menjadi kendalimu Cinta yang baik Hasil dari penataan diri yang baik Apa yang kita dapat Adalah hasil dari yang kita ikat Bersyukur hati pernah sakit Jika masih ada kesempatan untuk menyembuhkan Kini nama itu...
Kiriman puisi pada 21-12-18 dimoderasi tanggal 21-12-18 Selamat Membaca! Terimakasih rasa yang hancur Yang kau beri khusus untukku Secepat kau jatuh hati Secepat juga kau jatuhkan aku Tiada penjelasan lagi Bagi hati yang sempat kau tuani ini Kau buat rasa ini mati Terkunci dalam peti Jalur ini sulit dilalui Tapi aku harus melalui Mengapa kau sambungkan radar cinta itu Jika akhirnya kau lemahkan radiasinya Berfikirlah ini perihal hati Bukan tentang ukuran Yang bisa kau kurangi...
- Advertisement -

Lagi Populer

Lagi Hangat