Deprecated: Optional parameter $output declared before required parameter $atts is implicitly treated as a required parameter in /home/nukitaon/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_wp_booster_functions.php on line 1727

Deprecated: Optional parameter $depth declared before required parameter $output is implicitly treated as a required parameter in /home/nukitaon/public_html/wp-content/plugins/td-cloud-library/includes/tdb_menu.php on line 251
Nukita Online | Nuansa Ke Islaman Tabanan | Halaman 39
Selasa, Agustus 25, 2026
Kiriman puisi tanggal 30-01-19 dimoderasi tanggal  31-01-19 selamat membaca! Malam ini langit indah Disertai baiknya sang hati Kadang kala meraung dengan erangnya Menyatu dengan iba mu Tidakkah kau lihat Apa saja yang kau perbaut Sehingga alam murka Alunan suara hati yang bersyair Bagai irama alunan musik Mungkin kau tak tersadar Dengan semua yang dilakukan Hingga amarah datang seketika Berkecamuk bagai bara api Tak tersadar telah dirasuki ganasnya emosi Mencari ruang kosong berpeluh peluh demi...

Puisi : Senja

Kiriman puisi tangal 30-01-19 dimedorasi tanggal 31-01-19 selamat membaca!  Senja pagi itu telah tiada menandakan bulan bersinar cerah Dengan semua keindahannya Dan ditampakkannya dengan jelas Saat awan malam mulai sunyi Menunggu.. Menantikan hati gundah yang tak pernah dimengertikan Karya : Idha Maulidah
Kiriman puisi pada 30-01-19 dimoderasi tanggal 30-01-19  Selamat Membaca! Ketoka kau lenyap Semua riuh berubah senyap Gemuruh hati redup bertahap Memintamu tak kuhazarap Karna jalanku semakin gelap Merindumu tak terucap Terdengar bising Namun tak bersayap Terkubur dalam dekap Izinkanku mencintaimu tak bertepi Walau sakit yang terperih Aku tetap mendo'amu dalam lirih Karya : Julia Sari Indah F.
Kiriman puisi pada 30-01-19 dimoderasi tanggal 30-01-19 Selamat Membaca! Waktu berdetik Berdentang mengganti tempat Berputar tak henti Berakhir yang telah berawal Berawal lagi yang telah berakhir Berpisah untuk kembali Kembali untuk berpisah Berjumpa tanpa bersua lagi Meninggalkan jejak kaki Hidup ... Tak usah terlalu kau pikir Hingga tertegun tanpa arti Hingga membuang kisah demi duri Cukup kau atur tanpa perlu kau frustasi Jalani yang pasti Tak usah kau ratapi Genbate ! Karya : Julia Sari Indah F.
Kiriman puisi pada 25-01-19 dimoderasi tanggal 26-01-19 Selamat Membaca! Ayah..... Lihatlah anakmu ini Lihatlah anakmu ini Yang  telah  tumbuh besar Seperti tanaman yang telah engkau sirami setiap hari Layaknya apa yang engkau lampirkan tentangku Dan yang telah engkau nantikan telah terjawab Bahwa aku tak bodoh Bahwa aku mulai dewasa Ingin sekali rasanya aku memelukmu erat – erat Dan  lebh erat lagi Hingga nafasku  sulit untuk dijangkau Dan mendekapmu hingga kau Merasa bahwa pertanyaanmu telah...
Kiriman puisi pada 25-01-19 dimoderasi tanggal 26-01-19  Selamat Membaca! I wish .. with love Keinginanku Mencintaimu sederhan Dengan Beberapa Kata yang tak sempat Dan tak mudah terucapkan Seperti halnya kayu kepada api Yang telah menjadikannya sebubuk abu I wish... Keinginanku Mencintaimu Dengan caraku sendiri Cara yang sangat sederhana Tanpa ada yang mengetahuinya Dengan sarat yang tak mampu disampaikan Seperti awan terhadap hujan Yang menjadikannya tiada Dengan penuh tanda tanya Kau ambangkan diriku Oleh : Idha Ayu Maulidah

Puisi : Angin

Kiriman puisi pada 25-01-19 dimoderasi tanggal 26-01-19  Selamat Membaca! Bagai pantai yang diterjang ombak Bagai badai yang dihadang angin Dirimu ini bagaikan plankton Yang tak jelas akan keberadaanya Kau coba tanyakan dengan amarah Ku coba menjawab dengan senyuman Kadang kala dirimu ini mempertanyakan Mempertanyakan hati kecil yang tersakiti Sedih, Namun dirimu mengira kutertawa Diri ini enggan mengharapkan ku tertawa Pada naungan hati tak tersudutkan Karya : Idha Ayu Maulidah

Puisi : Bara Api

Kiriman puisi pada 26-01-19 dimoderasi tanggal 27-01-19 Selamat Membaca ! Hidup ini hancur Bagai sepihan kaca hati ini panas Bagai api yang membara Diri ini bagaikan kayu dan api Dengan mudahnya kau jadikan diriku seperti abu Entah apa yang kau fikirkan Dengan mudahnya dirimu membuatku sengsara Kini tersadar Disaat bulan dan bintang bersatu kau menjadikan tenang, terang gemilang Dengan beribu ribu alasan Sanggupkah diri ini bertahan Ujian ini bagai kacang lupa kulitnya Setega itu kau...
Banyak pohon diujung jalan Pohon itu seketika tumbang Diterpa kerasnya sang angin Udaranyapun kini senyap Terkontaminasi dengan lingkungan Seakan akan meriuhkan alam Senyuman matahriku kini hilang Terganti dengan gelapnya awan hitam Hidup ini banyak ujian Walaupun tak tahu Bahwa ada yang tak menyukaiku Tetapi alam tahu Apa yang kulakukan Apa yang ku kerjakan Asalkan benar, What Ever! Karya : Idha Ayu Maulidah

Puisi : Kenangan

Kiriman puisi pada 26-01-19 dimoderasi tanggal 27-01-19 Selamat Membaca! Bintang dihatiku kini redup Tergantikan dengan bintang yang terang nan indahBintang kesukaanku pergi menjauh Tergantikan oleh panasnya mentari Bintang kesayanganku rapuh Terkikiskan dengan bintang lainnya Bintang kehidupanku menangis Karna tangisan itu selalu ada dimataku Tetapi kini.. Bintang yang aku rindukan Bukanlah bintang kesayanganku Karna bintang yang dicari Berpindah tempat Menjadi milik planet lain Karya : Idha Ayu Maulidah
- Advertisement -

Lagi Populer

Lagi Hangat