Kiriman puisi tanggal 30-01-19 dimoderasi tanggal 31-01-19 selamat membaca!
Malam ini langit indah
Disertai baiknya sang hati
Kadang kala meraung dengan erangnya
Menyatu dengan iba mu
Tidakkah kau lihat
Apa saja yang kau perbaut
Sehingga alam murka
Alunan suara hati yang bersyair
Bagai irama alunan musik
Mungkin kau tak tersadar
Dengan semua yang dilakukan
Hingga amarah datang seketika
Berkecamuk bagai bara api
Tak tersadar telah dirasuki ganasnya emosi
Mencari ruang kosong berpeluh peluh demi...
Kiriman puisi tangal 30-01-19 dimedorasi tanggal 31-01-19 selamat membaca!
Senja pagi itu telah tiada
menandakan bulan bersinar cerah
Dengan semua keindahannya
Dan ditampakkannya dengan jelas
Saat awan malam mulai sunyi
Menunggu..
Menantikan hati gundah yang tak pernah dimengertikan
Karya : Idha Maulidah
Kiriman puisi pada 30-01-19 dimoderasi tanggal 30-01-19
Selamat Membaca!
Ketoka kau lenyap
Semua riuh berubah senyap
Gemuruh hati redup bertahap
Memintamu tak kuhazarap
Karna jalanku semakin gelap
Merindumu tak terucap
Terdengar bising
Namun tak bersayap
Terkubur dalam dekap
Izinkanku mencintaimu tak bertepi
Walau sakit yang terperih
Aku tetap mendo'amu dalam lirih
Karya : Julia Sari Indah F.
Kiriman puisi pada 30-01-19 dimoderasi tanggal 30-01-19
Selamat Membaca!
Waktu berdetik
Berdentang mengganti tempat
Berputar tak henti
Berakhir yang telah berawal
Berawal lagi yang telah berakhir
Berpisah untuk kembali
Kembali untuk berpisah
Berjumpa tanpa bersua lagi
Meninggalkan jejak kaki
Hidup ...
Tak usah terlalu kau pikir
Hingga tertegun tanpa arti
Hingga membuang kisah demi duri
Cukup kau atur tanpa perlu kau frustasi
Jalani yang pasti
Tak usah kau ratapi
Genbate !
Karya : Julia Sari Indah F.
Kiriman puisi pada 25-01-19 dimoderasi tanggal 26-01-19
Selamat Membaca!
Ayah.....
Lihatlah anakmu ini
Lihatlah anakmu ini
Yang telah tumbuh besar
Seperti tanaman yang telah engkau sirami setiap hari
Layaknya apa yang engkau lampirkan tentangku
Dan yang telah engkau nantikan telah terjawab
Bahwa aku tak bodoh
Bahwa aku mulai dewasa
Ingin sekali rasanya aku memelukmu erat – erat
Dan lebh erat lagi
Hingga nafasku sulit untuk dijangkau
Dan mendekapmu hingga kau
Merasa bahwa pertanyaanmu telah...
Kiriman puisi pada 25-01-19 dimoderasi tanggal 26-01-19
Selamat Membaca!
I wish .. with love
Keinginanku Mencintaimu sederhan
Dengan Beberapa Kata yang tak sempat
Dan tak mudah terucapkan
Seperti halnya kayu kepada api
Yang telah menjadikannya sebubuk abu
I wish...
Keinginanku Mencintaimu
Dengan caraku sendiri
Cara yang sangat sederhana
Tanpa ada yang mengetahuinya
Dengan sarat yang tak mampu disampaikan
Seperti awan terhadap hujan
Yang menjadikannya tiada
Dengan penuh tanda tanya
Kau ambangkan diriku
Oleh : Idha Ayu Maulidah
Kiriman puisi pada 25-01-19 dimoderasi tanggal 26-01-19
Selamat Membaca!
Bagai pantai yang diterjang ombak
Bagai badai yang dihadang angin
Dirimu ini bagaikan plankton
Yang tak jelas akan keberadaanya
Kau coba tanyakan dengan amarah
Ku coba menjawab dengan senyuman
Kadang kala dirimu ini mempertanyakan
Mempertanyakan hati kecil yang tersakiti
Sedih, Namun dirimu mengira kutertawa
Diri ini enggan mengharapkan ku tertawa
Pada naungan hati tak tersudutkan
Karya : Idha Ayu Maulidah
Kiriman puisi pada 26-01-19 dimoderasi tanggal 27-01-19
Selamat Membaca !
Hidup ini hancur
Bagai sepihan kaca
hati ini panas
Bagai api yang membara
Diri ini bagaikan kayu dan api
Dengan mudahnya kau jadikan diriku seperti abu
Entah apa yang kau fikirkan
Dengan mudahnya dirimu membuatku sengsara
Kini tersadar
Disaat bulan dan bintang bersatu
kau menjadikan tenang, terang gemilang
Dengan beribu ribu alasan
Sanggupkah diri ini bertahan
Ujian ini bagai kacang lupa kulitnya
Setega itu kau...
Banyak pohon diujung jalan
Pohon itu seketika tumbang
Diterpa kerasnya sang angin
Udaranyapun kini senyap
Terkontaminasi dengan lingkungan
Seakan akan meriuhkan alam
Senyuman matahriku kini hilang
Terganti dengan gelapnya awan hitam
Hidup ini banyak ujian
Walaupun tak tahu
Bahwa ada yang tak menyukaiku
Tetapi alam tahu
Apa yang kulakukan
Apa yang ku kerjakan
Asalkan benar, What Ever!
Karya : Idha Ayu Maulidah
Kiriman puisi pada 26-01-19 dimoderasi tanggal 27-01-19
Selamat Membaca!
Bintang dihatiku kini redup
Tergantikan dengan bintang yang terang nan indahBintang kesukaanku pergi menjauh
Tergantikan oleh panasnya mentari
Bintang kesayanganku rapuh
Terkikiskan dengan bintang lainnya
Bintang kehidupanku menangis
Karna tangisan itu selalu ada dimataku
Tetapi kini..
Bintang yang aku rindukan
Bukanlah bintang kesayanganku
Karna bintang yang dicari
Berpindah tempat
Menjadi milik planet lain
Karya : Idha Ayu Maulidah




























