Sabtu, Juli 11, 2026
Kiriman puisi pada 30-01-19 dimoderasi tanggal 30-01-19 Selamat Membaca! Waktu berdetik Berdentang mengganti tempat Berputar tak henti Berakhir yang telah berawal Berawal lagi yang telah berakhir Berpisah untuk kembali Kembali untuk berpisah Berjumpa tanpa bersua lagi Meninggalkan jejak kaki Hidup ... Tak usah terlalu kau pikir Hingga tertegun tanpa arti Hingga membuang kisah demi duri Cukup kau atur tanpa perlu kau frustasi Jalani yang pasti Tak usah kau ratapi Genbate ! Karya : Julia Sari Indah F.
Kiriman puisi pada 25-01-19 dimoderasi tanggal 26-01-19 Selamat Membaca! Ayah..... Lihatlah anakmu ini Lihatlah anakmu ini Yang  telah  tumbuh besar Seperti tanaman yang telah engkau sirami setiap hari Layaknya apa yang engkau lampirkan tentangku Dan yang telah engkau nantikan telah terjawab Bahwa aku tak bodoh Bahwa aku mulai dewasa Ingin sekali rasanya aku memelukmu erat – erat Dan  lebh erat lagi Hingga nafasku  sulit untuk dijangkau Dan mendekapmu hingga kau Merasa bahwa pertanyaanmu telah...
Kiriman puisi pada 25-01-19 dimoderasi tanggal 26-01-19  Selamat Membaca! I wish .. with love Keinginanku Mencintaimu sederhan Dengan Beberapa Kata yang tak sempat Dan tak mudah terucapkan Seperti halnya kayu kepada api Yang telah menjadikannya sebubuk abu I wish... Keinginanku Mencintaimu Dengan caraku sendiri Cara yang sangat sederhana Tanpa ada yang mengetahuinya Dengan sarat yang tak mampu disampaikan Seperti awan terhadap hujan Yang menjadikannya tiada Dengan penuh tanda tanya Kau ambangkan diriku Oleh : Idha Ayu Maulidah

Puisi : Angin

Kiriman puisi pada 25-01-19 dimoderasi tanggal 26-01-19  Selamat Membaca! Bagai pantai yang diterjang ombak Bagai badai yang dihadang angin Dirimu ini bagaikan plankton Yang tak jelas akan keberadaanya Kau coba tanyakan dengan amarah Ku coba menjawab dengan senyuman Kadang kala dirimu ini mempertanyakan Mempertanyakan hati kecil yang tersakiti Sedih, Namun dirimu mengira kutertawa Diri ini enggan mengharapkan ku tertawa Pada naungan hati tak tersudutkan Karya : Idha Ayu Maulidah

Puisi : Bara Api

Kiriman puisi pada 26-01-19 dimoderasi tanggal 27-01-19 Selamat Membaca ! Hidup ini hancur Bagai sepihan kaca hati ini panas Bagai api yang membara Diri ini bagaikan kayu dan api Dengan mudahnya kau jadikan diriku seperti abu Entah apa yang kau fikirkan Dengan mudahnya dirimu membuatku sengsara Kini tersadar Disaat bulan dan bintang bersatu kau menjadikan tenang, terang gemilang Dengan beribu ribu alasan Sanggupkah diri ini bertahan Ujian ini bagai kacang lupa kulitnya Setega itu kau...
Banyak pohon diujung jalan Pohon itu seketika tumbang Diterpa kerasnya sang angin Udaranyapun kini senyap Terkontaminasi dengan lingkungan Seakan akan meriuhkan alam Senyuman matahriku kini hilang Terganti dengan gelapnya awan hitam Hidup ini banyak ujian Walaupun tak tahu Bahwa ada yang tak menyukaiku Tetapi alam tahu Apa yang kulakukan Apa yang ku kerjakan Asalkan benar, What Ever! Karya : Idha Ayu Maulidah

Puisi : Kenangan

Kiriman puisi pada 26-01-19 dimoderasi tanggal 27-01-19 Selamat Membaca! Bintang dihatiku kini redup Tergantikan dengan bintang yang terang nan indahBintang kesukaanku pergi menjauh Tergantikan oleh panasnya mentari Bintang kesayanganku rapuh Terkikiskan dengan bintang lainnya Bintang kehidupanku menangis Karna tangisan itu selalu ada dimataku Tetapi kini.. Bintang yang aku rindukan Bukanlah bintang kesayanganku Karna bintang yang dicari Berpindah tempat Menjadi milik planet lain Karya : Idha Ayu Maulidah
Kiriman puisi pada 26-01-19 dimoderasi tanggal 27-01-19 Selamat Membaca! Like a beach hit by waves Like a storm that is blocked by wind You are like plankton Which is not clear about its existence You try asking with anger I tried to answer with a smile Sometimes you question Questioning the hurt little heart  Sad, but you think I'm laughing This self is reluctant to expect me to laugh In the...
Kiriman puisi pada 21-01-19 dimoderasi tanggal 22-01-19  Selamat Membaca! Diatas bumi sekarang ku berpijak Meratap sesal yang membeku Menangis semua rasa sakitku Semuanya terlambat sudah Kini semua telah menjadi butiran debu kering Hanya teriak dalam hati yang terngiang Aku sudah larut dalam penyesalan Sedih dan kecewa yang kurasa saat ini Waktu berjalan begitu cepat tanpa kita sadari Hingga aku lupa bahwa semuanya berputar bagai roda menggelinding mengitari kehidupanku ini Menjadi kekasih takdir...
Kiriman puisi pada 21-01-19 dimoderasi tanggal 22-01-19 Selamat Membaca! Rotasi malam membuat diri ingin dibenah Karna telah melalui langit di hari siang Berfikir apa yang telah aku panah Untuk pencapaian yg layak dikatakan menang Jati ini benar benar belum terarah Diri ini masih saja ingin marah Dengan hal yg membuat kebaikan punah Sampai Otak kanan memutuskan aku payah Lentera jadilah cahayamu penerang diri Agar gelap tak lagi menjadi duri diri Asingkan...
- Advertisement -

Lagi Populer

Lagi Hangat