Kiriman puisi pada 25-01-19 dimoderasi tanggal 26-01-19
Selamat Membaca!
Bagai pantai yang diterjang ombak
Bagai badai yang dihadang angin
Dirimu ini bagaikan plankton
Yang tak jelas akan keberadaanya
Kau coba tanyakan dengan amarah
Ku coba menjawab dengan senyuman
Kadang kala dirimu ini mempertanyakan
Mempertanyakan hati kecil yang tersakiti
Sedih, Namun dirimu mengira kutertawa
Diri ini enggan mengharapkan ku tertawa
Pada naungan hati tak tersudutkan
Karya : Idha Ayu Maulidah
Kiriman puisi pada 26-01-19 dimoderasi tanggal 27-01-19
Selamat Membaca !
Hidup ini hancur
Bagai sepihan kaca
hati ini panas
Bagai api yang membara
Diri ini bagaikan kayu dan api
Dengan mudahnya kau jadikan diriku seperti abu
Entah apa yang kau fikirkan
Dengan mudahnya dirimu membuatku sengsara
Kini tersadar
Disaat bulan dan bintang bersatu
kau menjadikan tenang, terang gemilang
Dengan beribu ribu alasan
Sanggupkah diri ini bertahan
Ujian ini bagai kacang lupa kulitnya
Setega itu kau...
Banyak pohon diujung jalan
Pohon itu seketika tumbang
Diterpa kerasnya sang angin
Udaranyapun kini senyap
Terkontaminasi dengan lingkungan
Seakan akan meriuhkan alam
Senyuman matahriku kini hilang
Terganti dengan gelapnya awan hitam
Hidup ini banyak ujian
Walaupun tak tahu
Bahwa ada yang tak menyukaiku
Tetapi alam tahu
Apa yang kulakukan
Apa yang ku kerjakan
Asalkan benar, What Ever!
Karya : Idha Ayu Maulidah
Kiriman puisi pada 26-01-19 dimoderasi tanggal 27-01-19
Selamat Membaca!
Bintang dihatiku kini redup
Tergantikan dengan bintang yang terang nan indahBintang kesukaanku pergi menjauh
Tergantikan oleh panasnya mentari
Bintang kesayanganku rapuh
Terkikiskan dengan bintang lainnya
Bintang kehidupanku menangis
Karna tangisan itu selalu ada dimataku
Tetapi kini..
Bintang yang aku rindukan
Bukanlah bintang kesayanganku
Karna bintang yang dicari
Berpindah tempat
Menjadi milik planet lain
Karya : Idha Ayu Maulidah
Kiriman puisi pada 26-01-19 dimoderasi tanggal 27-01-19
Selamat Membaca!
Like a beach hit by waves
Like a storm that is blocked by wind
You are like plankton
Which is not clear about its existence
You try asking with anger
I tried to answer with a smile
Sometimes you question
Questioning the hurt little heart
Sad, but you think I'm laughing
This self is reluctant to expect me to laugh
In the...
Kiriman puisi pada 21-01-19 dimoderasi tanggal 22-01-19
Selamat Membaca!
Diatas bumi sekarang ku berpijak
Meratap sesal yang membeku
Menangis semua rasa sakitku
Semuanya terlambat sudah
Kini semua telah menjadi butiran debu kering
Hanya teriak dalam hati yang terngiang
Aku sudah larut dalam penyesalan
Sedih dan kecewa yang kurasa saat ini
Waktu berjalan begitu cepat tanpa kita sadari
Hingga aku lupa bahwa semuanya berputar bagai roda
menggelinding mengitari kehidupanku ini
Menjadi kekasih takdir...
Kiriman puisi pada 21-01-19 dimoderasi tanggal 22-01-19
Selamat Membaca!
Rotasi malam membuat diri ingin dibenah
Karna telah melalui langit di hari siang
Berfikir apa yang telah aku panah
Untuk pencapaian yg layak dikatakan menang
Jati ini benar benar belum terarah
Diri ini masih saja ingin marah
Dengan hal yg membuat kebaikan punah
Sampai Otak kanan memutuskan aku payah
Lentera jadilah cahayamu penerang diri
Agar gelap tak lagi menjadi duri diri
Asingkan...
Kiriman puisi pada 21-01-19 dimoderasi tanggal 22-01-19
Selamat Membaca!
Penyemangat dalam lelahku
Penyinar dalam gelapku
Membawa beribu kebahagiaan
Hanya untuk sebuah senyuman
Pergi dengan membawa jutaan kerinduaan
Bagai malam penuh kegelapan
Dengan rasa berat aku relakan
Walau berakhir F sangat menyakitkan
Disini aku sendiri
Rembulan malam menemani
Dengan keindahan cahaya menyinari
Walau rasa sunyi terus saja menghampiri
Meratapi sebuah kesedihan
Bersama sebuah kerinduan
Belajar dari sebuah kegagalan
Untuk menciptakan kebahagiaan
Karya : April Lilia Pusitasari
Kiriman puisi pada 21-01-19 dimoderasi tanggal 21-01-19
Selamat Membaca!
Hujan
Berkah tuhan tiada tara
Penyubur kehidupan alam semesta
Teman dikala gundah
Yang menyimpan 1000 rasa
Banyak orang bilang
Aku suka hujan
Tetapi nyatanya
Hanya sebatas katanya saja
Untuk menjual romantisme semata
Tetapi...
Beda halnya dengan diriku
Aku suka hujan
Hujan itu segalanya
Temanku disaat semua tak ada
Di saatku gundah
Aku bisa menangis di bawah hujan
Dengan sesuka hati
Sebab..
Air mata ini bisa kandas
Bersama alirannya
Karya : Rika Awaliah
Kiriman puisi pada 19-01-19 dimoderasi tanggal 20-01-19
Selamat Membaca!
Aku wanita
Mungkin berani mengungkapkan
Namun takkan berani bertindak
Aku wanita
Mungkin berani menunggu
Namun takut untuk mengejar
Aku wanita
Mungkin mampu mengekspresikan
Namun tak berani mngambil keputusan
Aku wanita...
Yang ku bisa hanya mengagumi
Yang ku bisa hanya berucap lirih
Yang kulantunkan hanya tentang hati
Aku wanita
Stuck in here
Tak bergerak kemanapun
Tak berani berkutik
Bahkan sebatas berdehem
Aku wanita...
Salahkah aku mencintai dengan lancang ?
Salahkah aku berkata lantang...


























