Deprecated: Optional parameter $output declared before required parameter $atts is implicitly treated as a required parameter in /home/nukitaon/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_wp_booster_functions.php on line 1727

Deprecated: Optional parameter $depth declared before required parameter $output is implicitly treated as a required parameter in /home/nukitaon/public_html/wp-content/plugins/td-cloud-library/includes/tdb_menu.php on line 251
Nukita Online | Nuansa Ke Islaman Tabanan | Halaman 38
Selasa, Mei 19, 2026
Kiriman puisi tanggal 30 - 01 - 2019 dimoderasi tanggal 01 - 02 - 2019 selamat membaca! Banyak bintang bertaburan Tapi kau malah memilih bulan Berbulan bulan sudah kau senyap Tanpa hiburku kau hilang Diriku sendiri menantikan tawamu Senyum manis saat ditatap Terseduh sedan saat kumelihatmu Kau pergi tanpa alasan Merenungi kejadian yang dulu Indah, tetapi kini gelap bagai butiran abu Kuingin kembali Kembali seperti dulu Tapi rupanya sudah terlupa Hingga penyesalan muncul Diakhir...
Kiriman puisi tanggal 30 - 01 - 2019 dimoderasi tanggal 01 - 02 - 2019 selamat membaca! Langit yang bercahaya  Berkata kepadamu Haruskah diri ini Mengelilingi luas samudra dan lautan? Tidak pernah meski dipercepat Disetiap hari mungkin itu milikmu Ketika langit hinggap Berteduh dipelupuk badanmu Langit yang indah! Didalam matamu Menjadi sorotan dikala badanmu Karya : Idha Ayu Maulidah

Puisi : Monokrom

Kiriman puisi tanggal 30 - 01 - 2019 dimoderasi tanggal 01 - 02 - 2019 selamat membaca! Foto-foto yang tertempel ditembok Hitam putih Kupandangi satu persatu Menghitung sudah berapa banyak Hal yang aku lewati hingga dewasa Melupakan beberapa hal berharga yang tak mampu ku ulang Hanya mampu terngiang di pendengaran Mungkin ini satu hal dari hitam dalam putih hidupku Mengenang putih dalam penyesalan hitam ku Beranangan dan berandai Dalam banyangan...

Puisi : Egoku

Kiriman puisi tanggal 30 - 01 - 2019 dimedorasi tangal 01 - 02 - 2019 selamat membaca! Aku egois Aku tak mau hidupku dicampuri orang lain Nasihat yang aku kantongi tanpa aku kenakan Perkataan mereka yang peduli yang hanya ku pakai sambal penyedap Tanpa aku nikamti Tapi mengapa aku bicara dengan orang asing ? Mengapa aku lakukan semua katanya yang belum tentu benar ? Kenapa aku mengiyakan...
Kiriman puisi tanggal 30-01-19 dimoderasi tanggal  31-01-19 selamat membaca! Malam ini langit indah Disertai baiknya sang hati Kadang kala meraung dengan erangnya Menyatu dengan iba mu Tidakkah kau lihat Apa saja yang kau perbaut Sehingga alam murka Alunan suara hati yang bersyair Bagai irama alunan musik Mungkin kau tak tersadar Dengan semua yang dilakukan Hingga amarah datang seketika Berkecamuk bagai bara api Tak tersadar telah dirasuki ganasnya emosi Mencari ruang kosong berpeluh peluh demi...

Puisi : Senja

Kiriman puisi tangal 30-01-19 dimedorasi tanggal 31-01-19 selamat membaca!  Senja pagi itu telah tiada menandakan bulan bersinar cerah Dengan semua keindahannya Dan ditampakkannya dengan jelas Saat awan malam mulai sunyi Menunggu.. Menantikan hati gundah yang tak pernah dimengertikan Karya : Idha Maulidah
Kiriman puisi pada 30-01-19 dimoderasi tanggal 30-01-19  Selamat Membaca! Ketoka kau lenyap Semua riuh berubah senyap Gemuruh hati redup bertahap Memintamu tak kuhazarap Karna jalanku semakin gelap Merindumu tak terucap Terdengar bising Namun tak bersayap Terkubur dalam dekap Izinkanku mencintaimu tak bertepi Walau sakit yang terperih Aku tetap mendo'amu dalam lirih Karya : Julia Sari Indah F.
Kiriman puisi pada 30-01-19 dimoderasi tanggal 30-01-19 Selamat Membaca! Waktu berdetik Berdentang mengganti tempat Berputar tak henti Berakhir yang telah berawal Berawal lagi yang telah berakhir Berpisah untuk kembali Kembali untuk berpisah Berjumpa tanpa bersua lagi Meninggalkan jejak kaki Hidup ... Tak usah terlalu kau pikir Hingga tertegun tanpa arti Hingga membuang kisah demi duri Cukup kau atur tanpa perlu kau frustasi Jalani yang pasti Tak usah kau ratapi Genbate ! Karya : Julia Sari Indah F.
Kiriman puisi pada 25-01-19 dimoderasi tanggal 26-01-19 Selamat Membaca! Ayah..... Lihatlah anakmu ini Lihatlah anakmu ini Yang  telah  tumbuh besar Seperti tanaman yang telah engkau sirami setiap hari Layaknya apa yang engkau lampirkan tentangku Dan yang telah engkau nantikan telah terjawab Bahwa aku tak bodoh Bahwa aku mulai dewasa Ingin sekali rasanya aku memelukmu erat – erat Dan  lebh erat lagi Hingga nafasku  sulit untuk dijangkau Dan mendekapmu hingga kau Merasa bahwa pertanyaanmu telah...
Kiriman puisi pada 25-01-19 dimoderasi tanggal 26-01-19  Selamat Membaca! I wish .. with love Keinginanku Mencintaimu sederhan Dengan Beberapa Kata yang tak sempat Dan tak mudah terucapkan Seperti halnya kayu kepada api Yang telah menjadikannya sebubuk abu I wish... Keinginanku Mencintaimu Dengan caraku sendiri Cara yang sangat sederhana Tanpa ada yang mengetahuinya Dengan sarat yang tak mampu disampaikan Seperti awan terhadap hujan Yang menjadikannya tiada Dengan penuh tanda tanya Kau ambangkan diriku Oleh : Idha Ayu Maulidah
- Advertisement -

Lagi Populer

Lagi Hangat