Membesarkan dan mendidik anak bukanlah perkara yang mudah bagi orangtua. Seringkali orangtua keliru dalam menerapkan pola asuh yang kemudian dapat mempengaruhi perilaku anak dikemudian hari. Oleh karena itu, penting bagi setiap orangtua untuk mempelajari dan mengetahui cara mendidik anak yang baik dan benar.
Pengasuhan anak adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan akan kasih sayang, keselamatan, kehangatan keluarga dan kesejahteraan yang menetap dan berkelanjutan. Ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam proses pengasuhan anak,Pertama anak bukanlah miniatur orangtua, Kedua setiap anak memiliki sifat yang unik, anak pertama dan anak kedua akan memiliki perbadaan sifat dan perilaku dalam menerapkan pola pengasuhannya pun berbeda, Ketiga pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh lingkungannya (Rumah, Teman bermain, Sekolah).
Perkembangan anak di keluarga meliputi Fase Fisik Motorik, Psikososial berintraksi dengan lingkungan. Perkembangan anak di lingkungan sekitar meliputi keadaan emosi, penerimaan dan pengelolaan informasi.
Fase-fase perkembangan hidup manusia:
- Fase usia 0-2 Tahun: pada usia ini pertumbuhan tubuh dan otaknya sangat pesat. Anak mulai belajar melakukan sesuatu yang baru seperti merangkak, berkomunikasi melalui suara, berguling-guling dan lain-lain. Kebutuhan anak pada usia ini adalah mendapatkan rasa aman, kelekatan, kepercayaan dan keselamatan. Menginjak usia 1 tahun anak memiliki sekitar 100 miliar sel otak yang dapat berhubungan dengan 1000 sel otak lainnya.
Keaktifan anak: pada fase ini anak akan aktif bergerak jika ia melakukan kesalahan seperti terjatuh, menjatuhkan benda, para orangtua diharapkan jangan langsung memarahi, memukul bahkan sampai membentak. Jika ia menerima perlakuan tersebut itu akan mengurangi pembentukan sel-sel otak yang berguna untuk tumbuh kembangnya.
- Fase 3-6 Tahun: pada usia ini tumbuh kembang anak pada bentuk tubuh mulai terlihat, bertambahnya tinggi badan, pertumbuhan gigi dan rambut. Pada usia ini anak lebih mandiri dan semangat untuk mempelajari hal baru. Namun seringkali anak merasa frustasi dan tidak aman sesuai dengan perkembangan otaknya. Mereka juga belum bisa membedakan antara khayalan dan kenyataan.
Keaktifan Anak: pada usia ini anak mulai aktif bertanya segala hal yang kadang membuat para orangtua kebingungan, ia juga mulai aktif berjalan dan ingin turut serta mengerjakan banyak hal. Apa yang kadang menurut kita tidak penting tapi menurut mereka penting seperti membawa boneka ke kamar mandi.
Kebutuhan Anak: pada usia ini anak membutuhkan penghargaan dirinya, ingin didampingi belajar hal baru, merasa aman dengan lingkungan nyata yang mulai dilihatnya dan mencari informasi yang mereka butuhkan untuk mengidentifikasi emosi mereka. Pada usia Golden Age ini anak membutuhkan pengertian, pendampingan dan kasih sayang yang lebih.
- Fase 7-11 Tahun: pada usia ini anak mulai lebih aktif dari tahun-tahun sebelumnya. Ketika aktif ia selalu ingin bermain bersama teman namun, ada juga anak yang lebih suka ketenangan dirumah saja.
Keaktifan Anak: pada fase ini anak mulai mengenal adaptasi lingkungan sekolah dan bermain. Ada anak yang cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar, adapula yang sulit beradaptasi ketika memiliki teman.
Respon Pada Situasi Baru: ketika menghadapi situasi baru beberapa anak akan mudah merespon seperti tersenyum, berjabat tangan dengan teman, memulai pembicaraan, mendekati teman ini termasuk dalam kategori respon tinggi.
adapula anak yang takut ketika bertemu teman baru, menghindar, perlu waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan untuk menghadapi situasi baru. Ini termasuk dalam kategori respon rendah
- Fase 12-18 Tahun: pada fase ini tumbuh kembangnya dari usia anak menuju usia remaja, perubahan fisik yang mulai terlihat seperti anak laki-laki bertumbuhnya kumis dan pertumbuhan otot. Anak perempuan mulai mengalami menstruasi.
Respon orangtua: Pada fase ini, yang perlu dilakukan orangtua adalah menghabiskan waktu bersama anak, membangun kepercayaan diri pada anak, membimbing anak, terlibat dalam kegiatan anak sekolah, mengetahui teman-temannya ( mengenal teman anak tetapi tetap tidak terlalu dekat karena khawatir anak akan merasa risih), memberikan rasa tanggungjawab untuk membimbingnya menuju masa depan.
Perubahan sikap: pada usia ini anak mengalami perubahan psikologis, mulai menyukai lawan jenis, cepat emosi dan mudah merasa malu.
Perhatian khusus: pada usia ini anak belum memahami suatu resiko, peran orangtua harus optimal dalam memberi pemahaman mana hal yang baik dan mana yang tidak baik tanpa tekanan. Yang anak butuhkan pada usia kehangatan dalam keluarga dan bimbingan. Orangtua perlu melatih secara khusus anak dalam mengambil keputusan dan tanggungjawab , mengajak anak berdiskusi dan mendengarkan pendapat mereka tentang suatu hal.
Penulis: Alifa Fadila Ainaya
Editor: Dinul Qoyyimah






















