Karena tidak cukup biaya bayi laki – laki putra ketiga pasangan ibu Ine dengan nama lengkap Ine Ayu Permata Sari dan Bapak Bambang Hariyanto yang beralamat di Jalan Padang Gajah Gang Mas No 3 Denpasar Barat terlahir di kamar kos dengan di bantu oleh ayah kandungnya sendiri, (15/12).

Bayi lahir pada jam 06.30 Wita tanpa persiapan apapun dari kedua orang tuanya, Namun setelah mendapatkan informasi tentang Program Incubator Gratis dari sosmed, ibu bayi segera menghubungi Ketua YKM NU Cabang Tabanan Bidan Siti Zakiah, S.ST, M.Kes.

Menurut sang ibu, usia kandungannya baru 6 bulan dan tidak pernah memeriksakan diri kefasilitas kesehatan yang ada di Kota Denpasar.

Tim Relawan YKMNU

“Baru kandungan 6 bulan, tidak pernah periksa kesehatan,” kata Ine

Beruntung aksi cepat penanganan dari YKMNU, bayi yang lahir dengan tubuh kecil dan mungil, kemudian oleh Relawan YKM NU ditimbang berat badannya hanya 1450 Gram dan panjang badan 43 Cm.

YKM NU Tabanan bersama YKM NU Kota Denpasar telah memfasilitasi bayi tersebut untuk dipinjamkan inkubator gratis dari Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Pusat yang bekerjasama dengan YABAPI (Yayasan Bayi Prematur Indonesia) memberikan bantuan sampai berat badan bayi mencapai Berat normal 2.500 gram dengan di bantu Relawan Denpasar.

Menurut Bidan Zakiyah keluarga bapak Bambang Harianto masih memerlukan uluran dana untuk perawatan dan pemulihan kesehatan bayi yang baru lahir serta ibu bayi.

“Bila ada yang mempunyai Rejeki lebih bisa segera membantu baik berupa materi maupun kebutuhan sehari hari,” tutur Bidan Zakiyah.

Bidan Zakiyah melanjutkan setiap bayi pada dasarnya istimewa, termasuk bayi prematur. Bayi prematur istimewa karena meskipun memiliki usia yang lebih muda daripada bayi yang lahir cukup bulan, ia dapat mengejar ketertinggalannya.

“Jika dirawat dengan baik, bayi prematur tetap bisa tumbuh dengan sehat bahkan pertumbuhan dan perkembangan yang diperkirakan terlambat bisa dikejar seiring pertambahan usianya.” tutupnya.

Editor : Irfandi