Wajahnya memang cantik, dengan kerudung merah muda yang bertabur ukiran warna ping membuat kerudung itu terlihat elegan dan manis, kerudung dengan satu bros berbentuk love menempel pada kerudungnya, serta baju yang dibungkus jaket berwarna coklat, membuat pesonaku agak tinggi dan penasaran. Siapa sih wanita itu?? Senyum ikhlas tertuju padaku, membuat jiwa terasa damai bahagia.. jika diibaratkan pada nilai kuliah wanita itu angkanya sembilan..
Dan yang lebih membahagiakan lagi..
Wanita itu mendekatiku sambil berkata “Mas boleh saya duduk di sini?” Sambil menunjuk kursi sebelahku yang memang satu-satunya kursi yang lagi kosong..
“Boleh Mbak silahkan..!” Sahutku sambil kutatap bening wajahnya diiringi gerutuk kecil dalam hati berkata “Mungkin ini jodohku” aminn..
Bus terus melaju dalam perjalanan, kurang lebih lima belas menit aku dengannya saling berdiam diri tak ada tutur sapa meski sebenarnya aku ingin sekali mengenalnya.. Karna tak tahan ingin mengenal dan mengobrol langsung akhirnya kucoba memberanikan diri untuk menyapa terlebih dahulu.
“Maaf Mbak..?”
Yahh.. wanita itu hanya diam, seolah cuek, bahkan iapun tak menoleh.
“Mbak asli mana?”
tanyaku lagi dengan sentuhan telunjukku pada bahunya.
“Maaf Mas ada apa?, sambil membuka haedset ditelinganya,”
“Maaf mbak saya gak tau kalo lagi pakek haedset.. Mbak asli mana?? Tanyaku dengan harapan besar ia akan terus mengobrol.
“Denpasar” jawabnya dengan cuek bahkan ia tak bertanya balik..
“Emang mau kemana?? Tanyaku yang masih berharap akan ada respon baik..
“Bentar lagi sampek kerumah saudara” sahut wanita cuek itu, yang sambil toleh kiri kanan dalam bus.
Yaaaa sudahlah dari pada bertanya banyak-banyak tapi jawabnya cuek akhirnya aku putuskan untuk tidak bertanya lagi kepadanya. Toh dia gak lama dalam bus. Memang sih… Sepanjang perjalanan aku merasa hati berdebar-debar duduk didekatnya. Ada rasa yang berbeda kali ini. Entah Pertanda apa ini. Apakah aku suka atau sekedar kagum padanya. Tapi karna obrolan yang tak berlanjut mungkin Allah tak mengizinkan.
Tak lama kita saling berdiam, menikmati suasana bus, diiringi hentakan dan goncangan yang begitu terasa dipantat, melewati jalan yang bergelombang dengan bau asap rokok akibat udara bebas yang keluar masuk. Wanita itu menyetop bus yang sedang melaju, ternyata memang sudah tiba saatnya wanita itu turun, saat itu terasa ada yang hilang aku merasa pertemuan itu begitu singkat entah kapan aku bisa bertemu lagi dengannya.. Dengan dia yang memiliki paras bundar..
Namun ternyata dugaanku salah.. Sesuatu yang tak kuduga terjadi, Ketika ia mulai berdiri dan melangkahkan satu langkah kakinya, tiba-tiba ia berbalik memandangku dengan senyuman yang amat membuatku bahagia sambil memberikan kertas kecil padaku dan berkata.
“Mas ini PIN bbm saya, nama saya Amira invite yhaaahh… Bahkan sambil menjulurkan tangannya padaku.
Dengan cepatnya tangannya kusambut dengan tanganku untuk bersalaman..
“Iya mbak pasti..”..
Kali itu aku benar-benar bahagia luar biasa..
Benar kata orang kalau jodoh tak kemana..
Sangking bahagianya, kulakukan senyum kecil saat itu.. Semakin aku tersenyum tiba-tiba bahuku sakit.. Bahuku sakit karna dipukul oleh seorang ibu-ibu..
“Dek..dek bangun tidur kok senyum-senyum.”
“Maaf buk lagi asik mimpi”..”
“Mau kemana..”?
“Mau Ke Lovina…
Ternyata pertemuan itu mimpi belaka..
Entah siapa amira itu…
Karya : Irfandi 2012






















