Kau datang pergi

Oh.. begitu saja

Semua kuterima apa adanya

Mata terpejam dan hati menggumam

Diruang rindu kita bertemu..

            Anak tahun 2000-an pastinya sudah tidak asing mendengar lirik ini. Lirik penggalan dari lagu ruang rindu yang dibawakan oleh band letto berjudul “Ruang Rindu”. Ketika pertama saya mendengar lagu ini memberikan kesan berlebihan atau kata anak zaman now “lagu alay” karna liriknya yang tidak mudah saya pahami sebagai ungkapan rindu dan cinta. Setelah beranjak dewasa penulis mendengarkan kembali lagu tersebut, dalam interpretasi penulis lagu ini memberikan kesan mendalam jika didengarkan secara seksama.

Menurut beberapa info yang penulis dengar dan lihat melalui Instagram lagu ini memiliki tafsir sufistik antara seorang hamba dengan Tuhan-Nya. Hemat penulis Ilmu tasawuf adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat Tuhan atau pendekatan kepada Tuhan secara lebih mendalam. Dalam Jurnal karya Aly Mashar: “Tasawuf: Sejarah, Madzhab dan Inti Ajarannya”, pengertian tasawuf adalah bagian dari syari’at Islam yang memuat suatu metode untuk mencapai kedekatan kepada Tuhan dan juga untuk mencapai kedekatan atau penyatuan antara hamba dan Tuhan dan juga untuk mencapai kebenaran hakiki (ma’rifat) Dalam ilmu tasawuf terdapat pemahan tentang sufi. Sufi berasal dari Bahasa Yunani “Shufiya” yang berarti hikmah. Menurut Syukur dalam buku “Menggugat Tasawuf” kata “Shuf” berarti kain wol. Kain wol tersebut terbuat dari bulu domba, pada masa awal adanya istilah tasawuf seorang sufi memakai pakaian sederhana yang terbuat dari bulu domba. Sufi dapat juga diartikan seseorang yang telah mencapai tingkat kewalian.

Kembali pada lagu di atas, pada lirik pertama “Di daun yang ikut mengalir lembut, terbawa sungai ke ujung mata. Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada”. Menurut hemat penulis lirik ini keadaan seseorang dalam kesunyiaan yang begitu mengcintai sang Maha sampai ia takut untuk terbawa rindu untuk selalu bertemu dengan sang Maha segala. Dalam ilmu tasawuf keadaan ini sebagai bentuk perjalanan rohani yang dilakukan seorang sufi dengan hidup sederhana dan lebih banyak mendekatkan diri kepada Tuhan. Ketika bertambahnya kerinduan dan cinta ia mengalami perubahan karakter dan perubahan kelas spiritual.

Jalan ku hampa dan kusentuh Dia, terasa hangat oh.. di dalam hati. Kupegang erat dan kuhalangi waktu tak urung jua kulihatnya pergi.” Pada lirik ini kita belajar ketika kehampaan, kerinduaan dan kekosongan diri datang menghampiri hal yang dapat kita lakukan adalah mendekatkan diri kepada Tuhan dengan sholat, dzikir dan ibadah lainnya. Ketika kita merasakan kehadiran Tuhan dalam setiap ibadah, ada rasa hangat yang menyentuh relung kalbu. Ketika seorang sufi merasakan kehadiran Tuhan akan ia genggam erat dan tak ingin beranjak dari ibadahnya.

“Kau datang dan pergi oh.. begitu saja. Semua kuterima apa adanya, mata terpenjam dan hati menggumam diruang rindu kita bertemu.”  Ketika kita merasa jauh dan dekat dengan Tuhan, kita harus selalu merasa Tuhan itu dekat. Tuhan tidak pergi kita yang sering meninggalkannya(RC). Pada lirik mata terpejam dan hati menggumam menurut Noe “letto” lirik adalah keadaan kita dalam mengingat Tuhan dengan kalimat-kalimat dzikir, manifestasi dari segala rindu adalah kerinduan kepada sang Kuasa, jauh dekat memang cara Tuhan menumbuhkan rindu kepada kita.

Menurut penulis disitu terjadi pertemuan dari kerinduan kepada sang Maha Kuasa. Dari lagu ini kita dapat belajar mencintai Tuhan, menumbuhkan kerinduan kepada-Nya dengan beribadah sholat, dzikir dan ibadah lain. Pembelajaran ini bisa jadi terdapat kesalahan, karena setiap orang dapat memberikan tafsiran yang berbeda-beda dan tentang ilmu tasawuf yang penulis sampaikan tentunya masih banyak kekurangan. Salam hangat.

Judul : Belajar Tasawuf Melalui Lagu “Ruang Rindu” Letto Band
Penulis : Dinul.. IPP Baturiti