Allah Swt telah memberikan berbagai macam nikmat kepada kita salah satunya nikmat sehat yang kerap kali kita abaikan. Dalam kitab mamba’ussa’adah disebutkan ada tiga macam hak yang wajib kita penuhi diantaranya: hak mengkonsumsi makanan yang baik, hak untuk beristirahat yang cukup dan hak memenuhi kebutuhan biologis.
Hak mengkonsumsi makanan yang baik merupakan salah satu kewajiban yang harus kita laksanakan. Melalui makanan yang sehat dan halal kita memberikan gizi yang cukup dan untuk menjaga imunitas dalam tubuh.
Apa itu makanan yang halal ?
Menurut Ibu Nyai Rahmi, makanan yang halal ialah makanan yang boleh kita konsumsi dan baik menurut ketentuan syari’at. Sedangkan makanan yang thoyyib atau baik ialah makanan yang jika kita konsumsi mendatangkan kesehatan. Dalam kitab mamba’ussa’adah dijelaskan makanan halal ialah makanan yang menyehatkan, sesuai apa yang dibutuhkan oleh tubuh tidak berlebihan dan tidak kekurangan.
Selain itu makanan yang halal ialah makanan yang cara memperoleh dan mengolahnya dengan benar, tidak makanan hasil curian atau makanan yang didapat dari uang merampok.
Kewajiban untuk mengkonsumi makanan yang halal dan tayyib akan mendatangkan berkah. Mengkonsumi makanan sehat dan halal merupakan salah satu perintah Allah Swt dalam surat al-Maidah ayat 88:
وَكُلُوۡا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖ وَّ اتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِىۡۤ اَنۡـتُمۡ بِهٖ مُؤۡمِنُوۡنَ
Artinya: “Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (Q.S Al-Maidah: 88)
Mengkonsumsi makanan sehat dan halal akan menyehatkan tubuh kita dan memberi banyak manfaat untuk tubuh, mengkonsumsi makanan halal dan sehat merupakan salah satu bentuk syukur kita kepada Allah Swt.






















