Setiap daerah biasanya memiliki tradisi dalam menyambut dan memeriahkan momen Idul Adha, tidak terkecuali di Tunggal Sari Tabanan, yang mana terdapat tradisi yang disebut ‘Malaidinan’.

Dalam rangka memeriahkan hari raya Idul Adha1445 Hijriah remaja muslim Banjar Tunggal Sari Tabanan kembali melaksanakan tradisi Malaidinan, Senin (17/06/24).

Menurut salah satu tokoh Banjar Tunggal Sari Ustadz Bukhari, Tradisi Malaidinan ini sudah menjadi tradisi islami turun menurun di Tunggal Sari.

Doc. Para remaja dan anak – anak sedang berkunjung ke salah satu warga Tunggal Sari

“Malaidinan ini sudah menjadi tradisi islami turun menurun dikampung kami, dan biasa dilaksanakan selepas sholat idul adha juga idul fitri oleh anak – anak dan remaja, secara penyebutan istilah malaidinan kemungkinan dasarnya pada kata “Minal Aidin Wal Faizin,” kata Ust. Bukhari

Ia kembali menjelaskan bahwa tradisi malaidinan adalah halal bi halal anak – anak dari rumah ke rumah sambil takbir dan shoilawat.

“Tradisi lebaran yang tujuannya halal bi halal dan silaturrahmi, mereka dengan rasa bahagia dari rumah ke rumah warga sambil melantunkan tahlil, takbir, sholawat, hingga doa, terakhir mereka akan bergilir menerima jajanan, makanan, hingga uang dari si pemilik rumah yang kunjungi,” tutupnya.

Refortase : Irfandi