Kiriman puisi pada 22-12-18 dimoderasi tanggal 22-12-18
Selamat Membaca!

Dulu saatku masih bisa lihat canda
Rasa bahagiaku amat sangat tawa
Tak ada yang bisa menyalipnya
Sekalipun itu satelit angkasa

Aku pun bingung sejak kapan radar itu tiba
Tak ada komposisi yang bisa merincikannya
Begitu sukar untuk melenyapkan radarnya
Mungkin ini yang dikata rasa

Tak banyak orang tahu
Dia adalah satelit radarku
Namun yang ku tahu
Dia tak bisa menerima rasaku

Sudah kebanyakan kata kudengar
Untuk jujur mengungkap kata
Namun mereka tak tahu
Begitu bungkamnya aku dihadapnya

Rasa ini sangat memukulku
Jujur saja aku sudah resah
Dengan itu aku katakan
Ada namamu dihatiku duhai radarku

Karya : Eva Sri Fitriani