TABANAN — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tabanan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VIII pada Ahad, 30 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di SD Islam Tabanan tersebut menjadi momentum penetapan kepengurusan baru MUI Kabupaten Tabanan untuk masa bakti 2026–2031.

Musda VIII MUI Kabupaten Tabanan mengusung tema “Menguatkan Sinergi Ulama dan Umara untuk Umat yang Religius, Harmonis, dan Sejahtera dalam Mewujudkan Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani.”

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, di antaranya tokoh masyarakat, takmir masjid dan mushala se-Kabupaten Tabanan, pimpinan pondok pesantren, lembaga pendidikan Islam, serta jajaran Pengurus Wilayah MUI Provinsi Bali dan Pengurus MUI Kabupaten Tabanan.

Dalam Musda VIII tersebut, Ustadz H. Antoni, M.Pd.I. ditetapkan sebagai Ketua MUI Kabupaten Tabanan masa bakti 2026–2031.

Dalam sambutannya, H. Antoni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta Musda, serta masyarakat Tabanan yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepadanya untuk memimpin MUI Kabupaten Tabanan selama lima tahun ke depan.

“Sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia terpilih pada masa bakti 2026–2031, saya secara pribadi mengucapkan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, peserta musyawarah daerah, dan masyarakat Tabanan atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan,” ujarnya.

Menurutnya, hasil Musda VIII tidak boleh dimaknai sebatas pergantian kepengurusan, tetapi merupakan amanah untuk melanjutkan perjuangan dalam menjaga kemurnian akidah, memperkuat ukhuwah Islamiah, serta memperkokoh ukhuwah wathaniah di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

Ia juga menilai Kabupaten Tabanan memiliki kekayaan budaya dan kerukunan antarumat beragama yang dapat menjadi contoh dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Menurutnya, nilai-nilai Islam dapat berjalan berdampingan dengan kearifan lokal yang telah berkembang di tengah masyarakat.

“Melalui hasil-hasil keputusan Musda Majelis Ulama Indonesia kali ini, kami berkomitmen untuk menjadikan Majelis Ulama Indonesia sebagai marja’ rohaniah, yaitu rujukan keagamaan yang moderat, inklusif, dan solutif bagi permasalahan umat,” katanya.

Foto: Sambutan Ketua MUI Terpilih Periode 2026-2031, H. Antoni, M.Pd.I

Ke depan, MUI Kabupaten Tabanan akan memberikan perhatian pada sejumlah bidang, termasuk penguatan literasi keagamaan dan pemberdayaan ekonomi umat berbasis syariah. MUI juga diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga stabilitas sosial melalui dialog antariman yang konstruktif.

H. Antoni menilai tantangan dakwah saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan persoalan teologis, tetapi juga menyentuh berbagai aspek sosial kemasyarakatan. Karena itu, sinergi antara ulama, umara, dan cendekiawan dinilai menjadi salah satu kunci dalam menjawab berbagai tantangan tersebut.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Musda VIII sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi dan membangun Kabupaten Tabanan yang religius, harmonis, dan sejahtera.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik tolak untuk membangun Tabanan yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang baik dan mendapat ampunan dari Allah SWT,” tuturnya.

Menutup sambutannya, H. Antoni memohon doa dan restu dari para sesepuh serta seluruh lapisan masyarakat Tabanan agar amanah kepemimpinan yang diberikan dapat dijalankan dengan istiqamah, adil, dan bijaksana.

“Semoga Allah SWT meridai setiap langkah dan niat suci kita. Mohon doa dan restu dari para sesepuh serta seluruh lapisan masyarakat agar kami dapat menjalankan amanah ini dengan istiqamah, adil, dan bijaksana,” pungkasnya.

_______________________________________

Reportase & Editor: Michael Andi