TABANAN — Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tabanan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) VIII pada Ahad, 6 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana tersebut menjadi momentum penetapan kepengurusan baru PC GP Ansor Kabupaten Tabanan untuk masa khidmat 2026–2030.
Konfercab VIII mengusung tema “Khidmat Tanpa Batas, Menguatkan Kaderisasi Menuju Kemandirian Organisasi.” Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur, di antaranya jajaran Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Provinsi Bali, Asisten I Bupati Tabanan, Kapolres Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, pengurus badan otonom (banom) dan lembaga PCNU Tabanan, Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, KNPI, Pemuda Muhammadiyah, serta sejumlah unsur lainnya.
Dalam Konfercab tersebut, Dani Fikrullah, S.Pd. ditetapkan sebagai Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tabanan masa khidmat 2026–2030.
Dalam sambutannya, Dani menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya serta meminta dukungan seluruh kader Ansor di tingkat cabang, pimpinan anak cabang (PAC), hingga ranting.
“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para sahabat yang telah memberikan amanah ini. Insyaallah amanah ini akan kami jaga. Kami juga memohon dukungan kepada seluruh sahabat, baik di PAC maupun ranting,” ujar Dani.

Ia mengajak seluruh kader untuk bersama-sama menjaga marwah GP Ansor dan melanjutkan perjuangan organisasi agar semakin baik ke depan.
“Mari kita bersama-sama berkhidmat menjaga marwah Ansor demi tersenyumnya para muassis. Mudah-mudahan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tabanan menjadi lebih baik lagi ke depannya,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Provinsi Bali, H. Tommy Reza Kurniawan, menyampaikan ucapan selamat kepada Dani atas amanah yang diberikan. Ia juga memberikan apresiasi kepada ketua sebelumnya, Dodik, atas perjuangan dan khidmatnya selama memimpin PC GP Ansor Kabupaten Tabanan.
Tommy berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan berbagai program dan capaian positif yang telah dilakukan kepengurusan sebelumnya, sekaligus menghadirkan inovasi baru untuk memperkuat organisasi.
“Saya mengucapkan selamat kepada sahabat Dani sebagai ketua terpilih. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada sahabat Dodik yang sudah luar biasa dalam perjuangan dan khidmatnya di Kabupaten Tabanan,” kata Tommy.
Menurutnya, kepemimpinan baru diharapkan mampu menjaga kesinambungan arah gerakan organisasi sekaligus memperkuat kekompakan seluruh elemen Ansor dan Banser di Kabupaten Tabanan.
“Harapan saya, sahabat Dani sebagai ketua PC yang baru bisa melanjutkan hal-hal baik yang sudah dilakukan sahabat Dodik selama masa khidmat sebelumnya. Kalau bisa, ada inovasi-inovasi baru yang membuat langkah Gerakan Pemuda Ansor, terutama di Kabupaten Tabanan, menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Tommy juga menyampaikan bahwa Dodik yang telah menyelesaikan masa khidmatnya di tingkat cabang akan tetap diberikan ruang untuk melanjutkan pengabdian di tingkat PW GP Ansor Provinsi Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Tommy menekankan pentingnya kaderisasi sebagai salah satu fondasi utama keberlangsungan organisasi. Ia meminta kepengurusan baru PC GP Ansor Tabanan segera mendorong kader untuk mengikuti Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (PKL) serta Dirasah.
Ia menargetkan pengurus PC yang belum mengikuti PKL dan Dirasah untuk segera berpartisipasi. Sementara untuk masing-masing PAC, minimal satu kader didorong mengikuti PKL dan satu kader mengikuti Dirasah.
“Kaderisasi ini adalah napas organisasi kita. Kami di wilayah konsisten dan berkomitmen untuk terus mengadakan kaderisasi setiap tahun, minimal sekali. Ini dilakukan untuk terus memperpanjang napas organisasi,” jelasnya.
Menurut Tommy, kaderisasi tidak hanya bertujuan menyiapkan calon pemimpin organisasi, tetapi juga mencetak kader yang mampu menjadi instruktur dan mengembangkan kaderisasi secara mandiri di daerah masing-masing.
Ia menyebutkan, kegiatan PKL dan Dirasah yang akan dilaksanakan diisi oleh instruktur dengan pengalaman dan kapasitas nasional. Ketua Dewan Instruktur Nasional GP Ansor, Gus Musyafa, dijadwalkan mengisi materi Dirasah, sementara Ajengan Yayan yang sebelumnya mengisi PKL akan kembali memberikan materi.
Tommy meminta kader memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pengetahuan dan meningkatkan kapasitas organisasi.
“Jangan sampai kesempatan ini terlewat. Saya berharap sahabat-sahabat bisa memanfaatkan ilmu yang diberikan. Nantinya ilmu tersebut akan memperkuat gerakan sahabat-sahabat di daerah masing-masing,” katanya.
Ia juga mendorong kader yang belum mengikuti Pendidikan Kader Dasar (PKD) untuk tetap mengikuti PKL sebagai bagian dari proses peningkatan kapasitas. Sertifikat PKL nantinya dapat diberikan setelah kader mengikuti PKD sesuai ketentuan organisasi.
Lebih lanjut, Tommy berharap kaderisasi di tingkat cabang dan daerah dapat semakin mandiri. Menurutnya, keberadaan kader yang mampu menjadi instruktur di masing-masing daerah akan mengurangi ketergantungan terhadap instruktur dari luar daerah ketika kegiatan kaderisasi dilaksanakan.
“Targetnya Bali ke depan bisa mandiri untuk melaksanakan kaderisasi. Karena itu, instruktur yang kami hadirkan memiliki kualitas dan kapasitas yang baik,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat pengabdian dan konsistensi dalam menjalankan roda organisasi.
“Mudah-mudahan kita selalu istiqamah dalam berjuang di Gerakan Pemuda Ansor. Jangan lupakan bahwa kader-kader Ansor inilah yang akan menjadi masa depan Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.