Pertanyaan
Assalmu’alaikum Wr. Wb.
Selamat sore Redaksi Nukita.Online
Sebagai orang awan dalam agama, Adakah doa singkat terhindar dari Virus Corona? (nama penanya disamarkan)
Jawaban
Waalaikum Salam Wr. Wb.
Dijawab Ust. Yusuf. (Tabanan).
Jika melihat fenomena saat ini, virus corona sangat cepat bahkan telah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO. Lebih dari 156.000 terinfeksi dari 152 negara di dunia termasuk Indonesia.
Berbicara terkait doa terhindar dari penyakit sangat banyak. Agar terhindar dari wabah penyakit seperti virus corona, umat Islam dianjurkan ; Sholat diperbaiki, Shadaqah, Sholawat, Istighfar, Shohihul Aqidah.
Bahkan Kiai Ahmad Mustofa Bisri (alm). Telah memberikan cara – cara menghindari Virus Corona dalam suatu postingan facebook diantaranya ;
1. Menyempurnakan wudhu kita
2. Membaca بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
3. Wiridkan 3 Asma Allah 20x setiap habis salat يا سلام، , يا حفيظ، , يا مانع يا ضآر،
4. Baca shalawat Nabi SAW yang kita Hafal setiap mulut nganggur.
5. Berdoa: اللهم إنا نسألك العفو والعافية والمعافاة الدائمة في الدين والدنيا والآخرة
Namun jika anda membutuhkan praktek doa yang singkat, Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri NU, bila ada wabah penyakit atau pageblug menimpa, beliau mengajak para santri dan umatnya menguatkan mental terlebih dahulu sebelum berikhtiar.
Dalam majelis haul KH Yahya bin Abdul Hamid Chasbullah, Pesantren Tambakberas, KH. Masduqi Abdurrahman AlHafidz, Pengasuh PP Roudhotu Tahfidzi Qur’an Perak Jombang mengisahkan Mbah Hasyim mengajak para kiai untuk membaca doa kala ada pagebluk. Apa doanya?
لِي خَمْسَةٌ أُطْفِي بِهَا * حَرَّ الوَبَاِء الْحَاطِمَةْ
اَلْمُصْطَفَى وَالمُرتَضَى * وَابْنَاهُمَا وَالفَاطِمَةْ
“Aku memiliki lima orang untuk memadamkan wabah panasnya penyakit yang memperihatinkan. Yaitu Nabi SAW , Ali , Hasan . Husain dan Fathimah.“
Doa tersebut adalah puisi, syair nazam yang sebenarnya sering dilantunkan di masyarakat pesantren, termasuk jemaah salawat.
Malah kalau Jam’iyah Hadrah ISHARI hampir pasti melantunkan syair ini di Puncak Muhud, Mahallul Qiyam.
Editor : Irfandi
























