Kiriman puisi tanggal 03/03/19 selamt membaca!
Lamunan membumbung tinggi mengalun
Barayun-ayun ria, dibulu romaku
Ditelinga ku
Di ujung-ujung jariku
Kau masih saja diam
Dalam runduk malu manis mu
Selembut teratai sawah
Kau mutiara ditengah bebatuan
Parasmu yang selalu menyejukan
Membuat betah terpantulmu di retinaku
Barayun-ayun ria, dibulu romaku
Ditelinga ku
Di ujung-ujung jariku
Kau masih saja diam
Dalam runduk malu manis mu
Selembut teratai sawah
Kau mutiara ditengah bebatuan
Parasmu yang selalu menyejukan
Membuat betah terpantulmu di retinaku
Jangan terlalu lama mel
Aku sudah tak tahan memblenggu rasa ini
Karna kau ada, jauh didasar palung dadaku
Terkubur, terpendam
Berselimutkan debu bertemankan rayap
Padamu kan selalu migil
Meski kini terdengar ganjil
Bersamaku mendentingkan bonang-bonang
Menggaung gong-gong pada gang-gang darah
Memetik ting-ting pada kecapi urat yang mulai membusuk
Dengan rangkaian melati.
Aku sudah tak tahan memblenggu rasa ini
Karna kau ada, jauh didasar palung dadaku
Terkubur, terpendam
Berselimutkan debu bertemankan rayap
Padamu kan selalu migil
Meski kini terdengar ganjil
Bersamaku mendentingkan bonang-bonang
Menggaung gong-gong pada gang-gang darah
Memetik ting-ting pada kecapi urat yang mulai membusuk
Dengan rangkaian melati.
Karya : Julia Sari Indah F.




















