Artikel Oleh Shine
Dikirim 01.01.19
Dipublish 01.01.19
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia merupakan fenomena sosial, jadi sejak manusia ada telah belajar bahasa secara alamiyah. Dalam pembelajaran bahasa arab biasa dikenal dengan bahasa ke dua setelah mempelajari bahasa pertama yang digunakan dalam keluarga yang biasa disebut dengan bahasa ibu. Sementara di kalangan umat islam sendiri bahasa arab merupakan suatu bahasa yang memegang peranan penting yang harus dipelajati sampai benar-benar paham.
Bahasa arab adalah identitas terdekat sekaligus terjauh. Disebut dekat karena senantiasa hadir dalam keseharian kita; bahasa sholat dan do’a. Begitu jauh karena terkadang menampakkan kesulitan untuk dipelajari. Namun demikian bahasa arab adalah satu-satunya bahasa yang mengilhami pencarian kita atas ilmu tertinggi al-Qur’an dan al-Sunnah.[1] Hal ini sebagaimana firman allah dalam surat yusuf ayat 2:
اِنَّا اَ نْزَلْنَهُ قُرْاَنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ ( يوسف :2 )
Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.[2]
Dengan demikian dapat difahami bahwa tanpa menguasai bahasa arab serta tata bahasanya terlebih dahulu, maka akan kesulitan dalam memahami kandungan isi al-Qur’an dan as-Sunnah, begitu juga dalam berkomunikasi dengan baik dan benar. Agar dapat mencapai hal tersebut, salah satu yang harus kita lakukan adalah membaca.
Membaca adalah salah satu keterampilan berbahasa yang tidak mudah dan sederhana, tidak sekedar membunyikan huruf atau kata-kata, melainkan sebuah keterampilan yang melibatkan berbagai kerja akal dan pikiran. Membaca merupakan kegiatan yang meliputi semua bentuk-bentuk berfikir, memberi penilaian, memberi keputusan, menganalisis dan mencari pemecahan masalah, maka terkadang orang yang sedang membaca tulis harus berhenti sejenak atau mengulang lagi satu dua kalimat yang telah dibaca, guna berfikir dan memahami apa yang dimaksud oleh bacaan.[3]
Untuk menghapus kesulitan dalam proses belajar bahasa arab, kita perlu memberikan tata cara untuk memudahkannya, karena setiap bahasa merupakan alat komunikasi bagi penuturnya, begitu juga dengan bahasa arab yang memiliki karakteristik yang sangat banyak yang bisa dilihat dari keutamaan maknanya. Dalam pembelajaran bahasa ada tiga istilah yang harus diperhatikan terlebih dahulu dalam rangka usaha mencari kemungkinan perbaikan cara mengajar bahasa arab, sehingga hasil yang ingin dicapai dapat terwujud secara maksimal. Salah satu yang tiga tersebut yaitu pendekatan pembelajaran teaching approach (ألمدخل التدرس) adalah tingkat pendirian filosofis mengenal bahasa, belajar, dan mengajar bahasa.[4]
Pendekatan komunikatif adalah pendekatan yang memfokuskan kepada kemampuan komunikasi aktif dan praktis, yang sasarannya adalah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggunakan bahasa arab pada situasi yang alami dengan sikap spontanitas kreatif, sedangkan fokusnya adalah menyampaikan makna atau maksud yang tepat dengan tuntutan fungsi komunikasi pada waktu itu, jadi tujuan pendekatan komunikatif tidak ditekankan pada penguasaan grametika atau kemampuan membuat kalimat gramatikal, melainkan pada kemampuan mengahasilkan ujaran yang sesuai dengan konteks.[5]
Bahasa arab sangat mementingkan unsur makna, agar dapat dipahami oleh pendengar dan mendorongnya untuk bertindak terkadang menghiasinya dengan aneka sarana. Hal ini semata-mata untuk mementingkan makna, karena bahasa arab lebih mengutamakan makna implikasinya ditambah keterampilan membaca untuk menunjukkan dan menyampaikan pesan yang dimaksud oleh penulis.
Dengan melihat latar belakang tersebut sekolah dasar islam di Tabanan walaupun mereka setara tingkat ibtidaiyah, tetapi dalam hal pembelajaran bahasa arab di sekolah itu sudah dimulai sejak kelas 4 SD hingga lulus. Selama ini guru hanya mengajarkan materi, tapi tidak mampu memahami substansi materi tersebut, sebagian siswa bahkan tidak mampu mamahami tulis bahasa arab. Jadi, pendekatan komunikatif sangat sesuai digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Oleh karena itu penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian secara mendalam tentang “Implementasi Pendekatan Komunikatif dalam Meningkatkan Maharatul Qira’ah Siswa di SD Islam Tabanan Bali Tahun Pelajaran 2012-2013”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya maka dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana penerapan pendekatan komunikatif dalam meningkatkan maharatul qira’ah di SD Islam Tabanan Bali?
2. Apa saja faktor penghambat penerapan pendekatan komunikatif dalam meningkatkan maharatul qira’ah siswa di SD Islam Tabanan Bali?
3. Upaya apa saja yang telah dilakukan dalam mengatasi faktor-faktor penghambat tersebut?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang dijabarkan di atas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah sebagai berikut:
1. Untuk mendiskripsikan penerapan pendekatan komunikatif dalam meningkatkan maharatul qira’ah siswa di SD Islam Tabanan Bali.
2. Untuk mendiskripsikan faktor-faktor penghambat penerapan pendekatan komunikatif dalam meningkatkan maharatul qira’ah siswa di SD Islam Tabanan Bali.
3. Untuk mendiskripsikan upaya apa saja yang telah dilakukan dalam mengatasi faktor-faktor penghambat tersebut.
D. Penegasan Judul
1. Implementasi
Menurut para ahli, implementasi adalah suatu pendekatan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Wildausky (dalam Nurdin dan usman,) mengemukakan implementasi sebagai evaluasi. Brouny dan Wildausky (dalam nurdin dan usman,) mengemukakan bahwa implementasi adalah perluasan aktifitas yang saling menyesuaikan.
Pengertian di atas memperlihatkan bahwa implementasi bermuara pada aktifitas, adanya aksi atau tindakan mekanisme suatu sistem. Ungkapan mekanisme mengandung arti bahwa implementasi bukan sekedar aktifitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma-norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, implementasi tidak berdiri sendiri tetapi dipengaruhi oleh obyek bentuk-bentuk yaitu kurikulum.[6]
2. Pendekatan Komunikatif
Pendekatan adalah seperangkat asumsi berkenaan dengan hakikat bahasa dan hakikat belajar mengajar bahasa yang bersifat aksiomatis efilosofis dengan berorientasi pada pendirian, filsafat, dan keyakinan yaitu suatu yang diyakini tetapi tidak mesti dapat dibuktikan.[7]
Menurut Acep Hermawan pendekatan adalah sekumpulan asumsi tentang proses belajar mengajar yang dalam bentuk pemikiran aksiomatis yang tidak perlu diperdebatkan, dengan kata lain pendekatan merupakan pendirian filosofis yang selanjutnya menjadi acuan kegiatan belajar mengajar bahasa.[8]
Komunikatif adalah kata sifat dari kata komunikasi yang secara etemologis komonikasi berasal dari bahasa latin, ia berbentuk dari dua suku kata, yakni “com” dan “umos”. Yang pertama berarti “dengan” dan lainnya berarti “satu”. Dari dua hal tersebut terbentuklah kata benda “communio”, kemudian di inggriskan menjadi “communion” yang berarti kebersamaan, persatuan gabungan, pergaulan atau hubungan. [9]
Jadi, pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa arab adalah pendekatan yang memandang bahasa lebih tepat di lihat sebagai sesuatu yang berkenaan dengan apa yang dapat dilakukan dengan bahasa (fungsi) atau berkenaan dengan makna apa yang dapat diungkapkan melalui bahasa.
3. Maharatul Qira’ah
Maharatul qira’ah adalah kemampuan mengenali dan memahami isi suatu yang tertulis (lambang-lambang tertulis) dengan melafalkan atau mencernanya di dalam hati.[10]
E. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Secara Teoritis
a. Untuk menambah pengetahuan mengenai implementasi pendekatan komunikatif dalam menigkatkan maharatul qiro’ah siswa.
b. Untuk mengembangkan pengetahuan mengenai faktor-faktor penghambat implementasi pendekatan komunikatif dalam menigkatkan maharatul qiro’ah siswa.
c. Untuk mengembangkan wawasan mengenai upaya yang dilakukan dalam mengatasi faktor-faktor penghambat tersebut.
2. Manfaat Secara Praktis
a. Sebagai masukan bagi SD Islam Tabanan Bali agar mampu mengambil langkah-langkah tepat dalam penerapan implementasi pendekatan komunikatif dalam menigkatkan maharatul qiro’ah siswa.
b. Memberikan pengetahuan baru dalam dunia pendidikan tentang implementasi pendekatan komunikatif dalam menigkatkan maharatul qiro’ah siswa.
c. Memberikan informasi pada semua guru bahasa arab bahwa penggunaan pendekatan komunikatif dalam menigkatkan maharatul qiro’ah siswa sangat efektif dalam pembelajaran bahasa arab.
F. Kajian Terdahulu
Berdaasarkan kajian yang telah dipaparkan oleh Ratnadiatus Sofiyah dengan kajian ilmiyah yang berjudul “pengaruh pendekatan komonikatif dalam pembelajaran qaawaid siswa di MA an-Nuriyah jember tahun pelajaran 2011-2012” menyatakan bahwa lebih condong pada pembeajaran qawaid yang disana terdapat pengaruh yang signifikan.
Menurut Hajran penelitian yang telah ditulis oleh Iro Waziroh dengan kajian ilmiyah yang berjudul implementasi metode terjemah dalam membentuk maharatul qiro’ah siswa di MTs Miftahul Ulum II Jebung Kidul Bondowoso, menyatakan bahwa metodenya lebih condong pada keterampilan membaca siswa, dimana hal tersebut sangat relevan
Oleh karena itu untuk menindak lanjuti penyelesaian masalah kemahiran membaca diatas, maka peneliti bermaksut melakukan penelitian dengan kajian ilmiyah yang berjudul “implementasi pendekatan komunikatif dalam meningkatkan maharatul qiro’ah siswa di SD Islam tabanan bali tahun pelajaran 2012-2013 yang lebih memfokuskan pada implementasi kemahiran membaca yang tujuannya lebih pada pemahaman siswa dalam memahami isi dan makna qiro’ah.
G. Sistematika Pembahasan
Dalam rangka mempermudah memahami pemahaman pembaca, maka sistematika pembahasan skripsi ini dibagi menjadi lima BAB, yaitu:
BAB I: Pendahuluan
Bab ini membahas tentang pendahuluan yang terdiri dari beberapa sub bab, antara lain: latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, penegasan judul, manfaat penelitian serta sistematika pembahasan.
BAB II: Metode Penelitian
Dalam bab ini membahas tentang metode penelitian yang meliputi pendekatan penelitian, subyek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, pengujian keabsahan data atau validitas penelitian.
BAB III: Kajian Terdahulu
Dalam bab ini membahas tentang pembuktian penelitian sebelumnya dan penelitian yang akan dilakukan atau diteliti.
BAB IV: Hasil Penelitian
Dalam bab ini membahas tentang paparan data dan temuan penelitian, sejarah berdirinya lembaga, keadaan guru, keadaan kelas dan siswa, sarana dan prasarana yang ada di SD Islam Tabanan Bali.
BAB V: Penutup
Bab ini membahas tentang kesimpulan sebagai ikhtisar dari kajian teori dan empiris, kemudian berdasarkan itu pula dapat dijadikan kritik dan saran yang berkaitan dengan pokok bahasan dari subyek penelitian.
[1] Zainuddin Radliyah Dkk, 2005 “Metodologi Dan Strategi Alternatif”, Pustaka Rihlah Group, Yogyakarta; hal.
[2] Departemen Agama RI 2005, “Al-Qur’an dan Terjemahannya”, Yayasan Penyelenggara, Penerjemah Atau Penafsiran Al-Qur’an, Bandung: CV, Penerbit, S, Art, hal. 236
[3] Acep Hermawan, “Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab”, PT. Remaja Rosda Karya, Bandung, 2011, hal 143
[4] Ahmad Fuad Efendy, “Metodologi Pengajaran Bahasa Arab”, Misykat, Malang: 2005, hal. 6
[5] Nazri syakuri, 2010. Revolusi Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Pedagogja: Jogjakarta,h. 102
[6] http//www, jual beli forum.com/pendidikan/215357, pengertian-implementasi-menurut-para-ahli.html. (Online).
[7] Zainuddin Radliyah Dkk, “Metodologi Dan Strategi Alternatif”, hal. 30
[8] Acep Hermawan, “ Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab”, hal. 161
[9] http//www. Jasonbeble.com/essay pages/cit essay, html. (Online).Tgl.10-4-2013
[10] Acep Hermawan, “Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab”, ha.l 143






















