Penguatan idiologi kaum milenial di era 4.0

Sabtu (22/02) Pimpinan Cabang Pergunu Kab.Tabanan menggelar kajian dengan tema mewaspadai doktrin idiologi radikal di era digital 4.0 melalui medsos bertempat di pondok pesantren Raudlatul Huffadz kediri tabanan.

Kegiatan ini bertujuan agar kaum milenial bisa memilah mana sumber berita yang asli dan yang hoax ujar H. Joko Fajar Aminin selaku ketua Pergunu Tabanan.

Dalam sambutan nya Kapolres menyampaikan materi yang sangat luar biasa apalagi objeknya kaum milenial dan sangat jauh bedanya jaman dulu dengan jaman sekarang krena tidak lewat proses.

Materi pertama yang disampaikan bahwa internet memberi ruang yang luas untuk radikalisme, internet mereduksi radikalisasi pribadi seseorang.

“Cara mencegah doktrin ideologi radikal adalah dengan cara menghadirkan kebhinakaan, perkuat silaturahmi, perbanyak literasi, kritis dan tabayun,” menurut H. Antoni, selaku narasumber kajian umum milenial Pegunu.

Penguatan materi kali ini di sampaikan oleh KH. Noor Hadi Al Hafidz yang berpesan agar kaum milenial agar tidak keluar dari organisasi NU yang hingga detik ini tetap menjadi penjaga NKRI dari paham-paham yang ingin mengganti ideologi bangsa.

Selanjutnya ditutup Doa Khotmil Qur’an yang menjadi rangkaian awal kegiatan ini. Kegiatan kali ini di ikuti oleh seluruh santri pondok pesantren Raudlotul Huffadz turut hadir dalam acara ini Ketua PCNU Kab.Tabanan, Ketua Yayasan LP Ma’arif NU, Muslimat NU, GP Ansor Tabanan, IPNU-IPPNU Tabanan, Kapolres Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, Kapolsek Kediri, Danramil Kediri, Ketua Yayasan Masjid Besar Al Huda Kediri, Kelian Dinas Br. Taman Surodadi, dll.

Penulis : Dodik Irawan