Persatuan Guru Nahdlatul Ulama mengadakan Kajian Milenial yang dilaksnakan di Pondok Pesantren Raudlatul Huffadz Tabanan. (22/02).
Menurut ketua Pergunu Tabanan yang bertugas menjadi ketua panitia mengatakan kajian bertujuan memberikan informasi cara mencegah doktrin ideologi radikal dengan menghadirkan dua narasumber H. Antoni sebagai pakar Pergunu dan Kapolres Tabanan.
“Tema pada acara ini mewaspadai doktrin ideologi radikal diera digital melalui medsos, kita mengundang dua narasumber kapolres dan pakar pergunu, kalo tujuannya memberikan cara cara mencegah doktrin radikal tersebut kepada milenial,” kata H. Joko Fajar A.
Kapolres Tabanan dalam sesinya memberikan beberapa arahan dan materi salah satunya adalah memeperkuat persatuan.
“Untuk mencegah faham radikal ini perlu membangun sinergi persatuan dengan organisasi yang memiliki concern sama dalam isu radikalisme sehingga bisa membantu mencari solusi komprehensif,” kata Agus Tri Waluyo, S.I.K.,M.H
Kapolres melanjutkan cara mencegah lainnya adalah terus mengikuti arahan dari guru yang sefaham dengan kita.
“Sebagai santri, agar doktrin radikalisme tidak terinfiltrasi masuk melalui pihak luar, maka ikuti Guru, karna guru adalah role model bagi santri, bagaimana nilai-nilai kebangsaan bisa diwujudkan oleh santri menjadikan guru sebagai panutan,” tutupnya.
Turut hadir dalam acara KH. Noor Hadi Al Hafidz, Ketua PCNU Kab.Tabanan, Ketua Yayasan LP Ma’arif NU, Muslimat NU, GP Ansor Tabanan, IPNU-IPPNU Tabanan, Kapolres Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, Kapolsek Kediri, Danramil Kediri, Ketua Yayasan Masjid Besar Al Huda Kediri, Kelian Dinas Br. Taman Surodadi, dll.
Penulis : Irfandi

















