Cerpen Karya Intan Amalia Hartini “Bunda, Melia berangkat dulu ya” (beranjak dari teras langsung berjalan mencari Bunda untuk pamit dan mencium tangannya) ribet nggak dibayangin? Intinya begitulah. “Iya, sering-sering berangkat pagi Mel” kata Bunda sambil melihatku menuju motor. “Jamnya tadi mati Bun, Melia kira udah telat” jawabku sambil menoleh kepada Bunda “ohh…jangan dibelikan baterai ya Mel! Biar kamu berangkat pagi terus” kata Bunda...
Kiriman puisi pada 11-12-16 dan telah dimoderasi tanggal 12-12-16 Selamat Membaca! Aku menahan yang kurasa Aku menangis penuh bisa Tak ingin satu insan mengetahui Tapi inginku dimengerti Sungguh tubuh ini membeku Begitu dingin membawa pilu Dapatkah api membuat panasnya Dalam beku tertancap duka Dalam gejolak berbuih duri Dan dalam hatiku yang mati suri Mengapa aku masih bisu Padahal aku ingin melaju Mengapa aku masi buta Padahal aku sanggup membuka Lalu mengapa aku begitu tuli Padahal lonceng...

Puisi : Ya Allah

Puisi Oleh Irfandi Ditulis : Tahun 2012 Ya Rabb... Bila kaki ini enggan melangkah kerumamhMu Kuatkanlah agar hamba mampu untuk berjalan Bila jari ini tak mampu lagi memegang tasbihMu Kuatkanlah agar hamba mampu untuk berdzikir Ya Allah.. Karna cintaMu Engaku seolah tak melihat keburukan hamba Karna sayangMu.. Engkau seakan biarkan hamba berbuat dosa Ya Allah.. Engkau lihat tahu ulah hamba Dalam menjalani hidup didunia Padahal hamba menyadarinya Akan semua keburukan hamba Maka, Apakah mungkin hamba mampu...
Puisi Oleh Irfandi Ditulis : Tahun 2012 Engkau yang ada yang tak terlihat mata Cukup dirasa yang tak tersentuh jemari Yang amat dekat memegang tabir qalbu Maha melapangkan maha menyempitkan Hamba yang kadang lalai dalam perintahMu Masih diberi nafas untuk melangkahakan kaki Padahal kecilnya hamba ibarat sebutir pasir Jika Engkau murka cukuplah Engkau sentil Namun kebijaksanaaMu yang menahannya Sehingga masih meniti dirantai kehidupan Kehidupan dunia yang amat singkat masanya Wahai dzat yang...
Puisi Oleh Irfandi Ditulis : Tahun 2012 Aku mencoba mengenalmu selayaknya kukenal Seiring waktu bergulir kita tetap seperti ini Entah bagaimana tak ada apa, tak seperti apa Yang ada hanyalah sebatas pertemanan biasa Namun begitu luar biasanya sang maha rahim Dari segala kekurangan dan keterbatasanku Ia menganugrahkan setitik rasa dihidup ini Tentang satu rasa untuk lebih peduli padamu Sehingga aku diberi kesempatan menganalmu Akan tetapi aku tak pernah tau Seperti apa...
Puisi Oleh Irfandi Ditulis : Tahun 2012 Bila dalam sebuah ibadah terdapat aturan Makan cintapun memiliki aturan tersendiri Aturan untuk tak menerobos batas sistem Jalinan kisah suci tanpa ada sentuhan raga Maka maafkan aku.. Ketika aku tak bisa menatap wajahmu lebih lama Dan ketika aku tak mau menyentuh wajah indahmu Hanya bisa berta'aruf menuju bahtera cinta suci Bukan picik, hanya sistem yang tak layak ditawar Maka percayalah.. Demi dzat yang nyawaku...
Yaa Rabbi Yaa Malikul Quddusussalam Bukan masa lampau yang akan kami kubur Juga tak melambaikan tangan begitu saja Kami tak menanam niat hitam demikian Hanya mengikuti arus perjalanan hidup Bahwasanya ada jembatan lain untuk kami PADAHAL Di air yang sama Kami basuh wajah hingga kaki Di karpet yang sama Kami berbaris merapatkan shaf Menadahkan tangan menyebut namaMu Sembari bersila, dalam putaran tasbih Diwaktu itu kami menyebut diri santri Diasrama itulah kami bernaung bagai...
Sore hari dengan desiran pasir diiringi irama nada-nada ombak besar, matahari menyerang dengan hangatnya serentak angin keras yang tak menentu. Aku berjalan dipinggir perairan tercium bau aura wangi dari belakangku seorang gadis dengan gaun putihnya menyalipku. Langkahku terhenti sejenak kubersihkan mata perih akibat debu angin, Ketika kubuka mata terus kupandangi gadis yang berlari sambil mengangkat sedikit gaunnya. Gadis itu menuju...
Wajahnya memang cantik, dengan kerudung merah muda yang bertabur ukiran warna ping membuat kerudung itu terlihat elegan dan manis, kerudung dengan satu bros berbentuk love menempel pada kerudungnya, serta baju yang dibungkus jaket berwarna coklat, membuat pesonaku agak tinggi dan penasaran. Siapa sih wanita itu?? Senyum ikhlas tertuju padaku, membuat jiwa terasa damai bahagia.. jika diibaratkan pada nilai kuliah...
Langkah akhir adalah ikhlas. Ketika sebuah ketulusan dipatahkan, terhempas impian, terbias harapan seraya ucap tak bermakna. Saat lelaki idaman sejak kutahu cinta, tak hujung bersandar. Membuat hati kabung serta miris untuk dikenang, berbaur perih memukul batin tak kian redam, tak kian padam. Tak mampu kukubur berbekas kepedihan yang tak mudah redup hingga kini. "Inilah gerutuk kecil direlung hatiku"Sebut saja...
- Advertisement -