PEMENANG MQK TINGKAT KABUPATEN TABANAN 2017 Dalam meningkatkan peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan islam serta mencetak kader ulama dan tokoh masayarakat ditabanan, KEMENAG KAB. TABANAN menggelar Musabaqah Qira’atul Qutub ditingkat kabupaten. Kegiatan ini dilaksanakan di PP. Raudlotul Huffadz pada Hari Kamis, 18 Mei 2017. MQK yang  dilaksankan setiap 3 tahun ini, terdapat 3 tingakatan diataranya : tingkat ula, wusto dan ulya...
Kiriman puisi pada 22-01-17 dan telah dimoderasi tanggal 23-01-17 Selamat Membaca! Awalku adalah tidak mampu Awalku adalah tidak menahu Awalku hanyalah kekosongan Tak ada bekal juga tak ada isi Tengahku adalah mulai mampu Tengahku adalah mulai tahu Tengahku tumbuh angan penasaran Untuk cari bekal juga cari isi Akhirnya adalah  mampu Akhirnya adalah  tahu Akhirnya tanya terjawabkan Agar tambah bekal juga tambah isi Karnamu aku mampu Karnamu aku tahu Karnamu aku mampu dan tahu Karnamu aku tak...
Kiriman puisi pada 22-01-17 dan telah dimoderasi tanggal 23-01-17 Selamat Membaca! Kami utuh Kami bersama Kami satu atap Kami bersatu Kami berbahagia Sangat bahagia Satu detik tak ada tanpa kasih sayangnya Dua detik tak ada tanpa senyumannya Tiga detik tak ada tanpa tulus perhatianya Artinya mereka ada dalam setiap detikku Tapi itu dulu, dan sangat dahulu Kini kami terpisah kami tak bersatu Atap kami tersingkir oleh topan Bahagia kami longsor oleh hujan Jika tuhan mengizinkanku...

Puisi : Waktu

Kiriman puisi pada 03-01-17 dan telah dimoderasi tanggal 03-01-17 Selamat Membaca! Waktu Waktu adalah mesin pembunuh otomatis manusia ... Yang akan membunuhmu... Jika ia tidak digunakan dengan berhati-hati... Waktu.... Gunakanlah dia untuk kebaikan... Untuk hal yang berguna... Untuk menyelamatkan orang lain... Untuk menyelamatkan hidupmu... Waktu.... Dia akan terus mengejarmu... Maka larilah... Jangan pernah melihat kebelakang... Teruslah menatap kedepan... Karya : Istifana Yaquti

Puisi : Ingin

Kiriman puisi pada 27-12-16 dan telah dimoderasi tanggal 28-12-16 Selamat Membaca! Suara hati berbicara Dalam fikiran merenung Dan air mata mulai peka Keadaan membuat penat Pahatan hidup semakin menyekat Didalamnya aku terikat Tentang masalah dan firasat Aku menjerit Tak ada orang yang mendengar Aku menangis Tak ada orang yang melihat Dan aku tersakiti Tak ada yang mengiba Kalian begitu dekat Namun saat menghampirinya Seribu cerca harus tertancap Aku ingin kalian mendengarkan Aku ingin kalian melihatnya Dan aku ingin kalian...

Puisi : Netral

Kiriman puisi pada 27-12-16 dan telah dimoderasi tanggal 28-12-16 Selamat Membaca! Kenetralan adalah sebuah uang Ketika harga uang itu lemah Kehormatanya akan turun Ketika semua orang berpaling Diri akan terus menerjang Segala ombak akan kukibas Segala macam rasa sudah ku makan Demi kehormatanku Indah rasanya ketika melihat bukti Ketika bukti membayat indah Indah..... dalam hayat.... Karya : Esva

Puisi : Mimpi

Kiriman puisi pada 29-12-16 dan telah dimoderasi tanggal 29-12-16 Selamat Membaca! Ketika mimpi menghampiriki Dia berpaling menghadap arah Arahnya manis Membuat mimpi terkagum Sedangkan diri hanya bisa tersenyum Semoga mimpi bisa melihay Ketika diri ini menggayung Menuju kemanisan mimpi Hembusan nafas selalu bermimpi Entah.... apakah diri harus menjemputnya Apakah diri harus melangkah ke semesta Untuk menggapainya Ataukah diri ini yang harus memotong arah Agar pagar akan terbuka untuk menggapai mimpi. Karya : Esva
Kiriman puisi pada 29-12-16 dan telah dimoderasi tanggal 29-12-16 Selamat Membaca! Berawal dari diam Berjudi demi sebuah sadar Berharap gelap tumbuhkan terang Dan air hilangkan gersang Beranjak dari diam Aku mulai bermimpi Beranjak dari mimpi Aku mulai melangkah Dan saat aku melangkah Terlihat duri dikakiku Jua panah akan menembusku Dua pilihan untukku Diam tanpa meraihnya Atau berdarah demi mewujudkannya Aku memilih maju meskipun berdarah Karna keyakinan yang membara Merubah Merah akan menjadi putih Dan saat keyakinan berkuasa Asingkan lelah...
Fajar terbit dari ufuk timur serta udara segar nan sehat yang mereflekan tubuh. Nadil duduk didepan rumahnya yang dikelilingi tumbuhan hijau begitu cantik dan ramai. Sekali kali ia menarik nafas dan menghembuskanya lalu tersenyum. Nadil bukan hanya sekedar duduk duduk dipagi hari melainkan ini sudah menjadi rutinitas  dan kegemaran dia mencari imajinasi dalam suasana yang masih alami dan sejuk untuk...