Setiap tanggal 25 November sampai tanggal 10 Desember diperingati sebagai kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Kampanye ini sejak tahun 1991 sudah massif dilakukan oleh berbagai organisasi Internasional maupun Nasional, kampanye ini sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban kekerasan yang rentan dialami oleh kaum perempuan dan sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan yang setiap hari bahkan menit terjadi di berbagai belahan dunia.
Dikutip dari halaman Instagram @jaringangusdurian: “Pertandingan Liga Itali antara Juventus vs Cagliari mencuri perhatian karena wajah para pemain digores lipstik warna merah. Hal tersebut merupakan kampanye anti-kekerasan terhadap perempuan. Selain pertandingan tersebut, semua pertandingan Seri A juga melakukan hal yang sama.
KOPRI PK PMII IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada tanggal 25 November kemarin menggelar kampanye dalam bentuk diskusi dengan tema “Revitalisasi Gerakan KOPRI dalam Mewujudkan Negeri yang Berdaulat dan Bebas Kekerasan”. Acara ini bertujuan memberikan pemahaman tentang bias Gender yang terjadi di lingkungan masyarakat maupun kampus, sebagai bentuk kampanye KOPRI PK PMII melawan kekerasan seksual yang rentan terjadi dilingkungan kampus dan sebagai bentuk dukungan KOPRI bersama organisasi lain dalam bergerak bersama untuk mewujudkan Indonesia yang bebas kekerasan.
Di Bali sendiri kampanye ini juga dilakukan oleh Women Crisis Center Bali dengan menyelenggarakan Sekolah Paralegal Anti-Kekerasan (SPEAK) yang bekerjasama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat sebagaimana yang tertera di halaman Instagram @lbhbwcc, sekolah paralegal ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan hokum bagi perempuan di Bali dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas paralegal agar dapat membantu para korban kekerasan.
Sebagai warga Indonesia dan seorang perempuan apa yang bisa kita lakukan ?
Selain berbagai macam kampanye di atas, kita juga dapat serentak menyalakan warna ungu di media sosial seperti mengganti profil Instagram, facebook, Twitter dan media sosial lain dengan warna ungu. Warna ungu dalam ilmu Psikologi pada sub materi psikologi warna, warna ungu melambangkan kebijaksanaan dan keanggunan yang kemudian warna ungu dijadikan sebagai simbol gerakan perempuan. Kampanye menyalakan warna ungu dimedia sosial juga sebagai gerakan untuk mencegah agar tidak ada lagi korban kekerasan.
Dinul Qoyyimah, PAC IPPNU Baturiti
























