Masih dalam rangka memperingakti harlah Nahdlatul Ulama MWC NU Baturiti menggelar kegiatan nyekar atau ziarah kubur dan gotong royong di area pemakaman, acara ini diikuti seluruh banom yang ada di Baturiti. Harapannya kegiatan ini konsisten dilaksanakan setiap hari Jum’at pagi.
Ziarah kubur mungkin sudah tidak asing lagi dikalangan warga Nahdliyin, hal ini rutin dilakukan entah itu mengunjungi makam orangtua, sanak saudara, kerabat, Kyai ataupun para wali. Ketika di Pondok setiap malam jum’at atau hari jum’at kita diberi kesempatan mengunjungi makbarah/asta, di berbagai pengajian setiap satu bulan atau satu tahun sekali ada kegiatan mengunjungi/ Ziarah Wali. Para peziarah ketika berziarah biasanya membaca surat yasin, tahlil dan sholawat.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumudin mengatakan: “Ziyaratul quburi mustahabbatun ‘alal jumlah littazakkuri wal I’tibar. Waziyaratu quburis shalihin mustahabbatun liajlit tabarruki ma’al I’tibar.” Ziarah kubur adalah sunah untuk mengingatkan manusia pada kematian dan membaca pertanda di hadapan mereka. Sedangkan menziarahi kubur orang sholeh adalah juga sunah untuk membaca pertanda di hadapan mereka dan mengalap berkah.
Secara otomatis, ziarah kubur termasuk ibadah yang sangat dianjurkan. Banyak manfaat yang mereka terima dari ibadah ziarah. Ini bukan ibadah yang berat dana sing mengingat ziarah sudah mengalami tradisi yang panjang dalam sejarah umat Islam di Indonesia.
Makam Syekh Habib Umar bin Maulana Yusuf Al-Magribi, di Desa Candikuning, Bali misalnya. Sering dikunjungi para peziarah baik dari Bali maupun dari luar Bali, disetiap bulannya kurang lebih ada 10 orang peziarah.
Tentu, niat para peziarah adalah kunci utama dalam melakukan ibadah ini. Dalam segala bentuk ibadah, umat Islam selalu menanamkan dalam hati untuk mendekatkan diri dan meningkatkan takwa kepada Allah Swt. Terlebih lagi, makam para wali di Indonesia sangat banyak. Ini sangat memungkinkan sekali bagi mereka untuk mengalap berkah. Sementara, keberkahan sendiri bagi kehidupan nahdliyin adalah nilai yang membekali mereka bukan hanya menghadapi tetapi mengatasi segala persoalan kehidupan.
Upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt dan kecintaan mereka kepada para wali dan orang sholeh adalah langkah strategis sehingga Allah Swt memberikan kebaikan dunia dan akhirat bagi mereka.
Dinul Qoyyimah
Sumber: Modul Dakwah PB KOPRI PMII





















