Bedugul, Tabanan Bali | PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dengan bangga mengumumkan pembukaan Sentra UMKM di Kampung Candikuning, Bedugul, Bali pada tanggal 18 Oktober 2024. Acara ini merupakan langkah nyata BSI dalam mendukung kemandirian ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

BSI merupakan bank syariah terbesar di Indonesia yang berfokus pada penerapan prinsip-prinsip syariah dalam setiap aspek operasionalnya. Dengan komitmen untuk memberikan pelayanan optimal serta mendorong inklusi keuangan, BSI selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Ibu Tribuana Tunggadewi, Direktur Compliance & Human Capital BSI, menyatakan bahwa BSI semakin berkomitmen untuk memberdayakan UMKM sebagai salah satu strategi perseroan dalam memperkuat peran ekonomi syariah di Indonesia. “Kami percaya bahwa UMKM memiliki potensi luar biasa untuk berkembang dan bersaing di pasar nasional dan global, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Diterangkan oleh Ibu Tribuana, hingga Juni 2024, BSI mencatatkan rasio pembiayaan inklusif makro Prudential (RPIM) sebesar Rp 88,81 triliun, meningkat signifikan dibandingkan Rp 74,04 triliun pada posisi yang sama di tahun sebelumnya. Pencapaian ini tidak hanya melampaui target regulator, tetapi juga menunjukkan komitmen BSI dalam mendorong sektor UMKM sebagai pilar utama dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sentra UMKM BSI adalah hasil kolaborasi antara BSI, BSI Maslahat, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Program ini ditujukan khusus untuk Mustahik, terutama mereka yang sebelumnya tidak bisa mendapatkan pembiayaan dari bank. Melalui penguatan dan pelatihan, diharapkan pelaku usaha UMKM yang tergolong “unbreakable” dapat naik kelas menjadi “bankable”.

Dengan pembukaan ini, diharapkan sebanyak 50 keluarga dan 160 jiwa dapat merasakan manfaatnya langsung. Sentra UMKM di Bedugul ini mengusung beberapa bidang usaha, termasuk pertanian hortikultura, sebuah minimarket yang menjual produk lokal, dan gedung serbaguna untuk keperluan meeting dan berbagai kebutuhan acara.

Hingga Agustus 2024, BSI telah membuka 35 titik Sentra UMKM di 17 provinsi dengan total penerima manfaat mencapai 3.717 jiwa, dan nilai pendayagunaan zakat untuk program ini mencapai Rp 17,4 miliar.

“Dengan adanya Sentra UMKM BSI di Bedugul, kami berharap dapat memberikan nilai tambah, kemaslahatan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Bali ,” tambah Ibu Tribuana.

BSI berkomitmen untuk terus berinovasi dan menyediakan solusi finansial syariah yang berkelanjutan, serta mendukung pertumbuhan sektor UMKM demi kesejahteraan umat.

Reportase & Editor: Michael Andi