Artikel Oleh Julia Sari Indah
Dikirim 25.12.18
Dikirim 25.12.18
Artikel ini saya tulis dengan rujukan beberapa kitab fiqih ternama, diantaranya ada fathul qarib, fiqih islam, fathul mu’in dan fiqih perempuan. Disini juga dijelaskan tentang hal-hal tentang mandi besar. Semoga bermanfaat
selamat membaca
1. Definisi Haid, Nifas dan Istihadlhah
Ada tiga macam darah yang biasa keluar dari farji wanita yaitu :
a. Darah Haid
Darah haid adalah darah yang keluar sewaktu seorang dalam usia haid, yaitu masuk umur 9 tahun ke atas yang menandakan balighnya seorang perempuan. Haid ini terjadi secara sehat, maksudnya keluarnya darah bukan disebabkan suatu penyakit tapi karna kebiasaan dan bukan karna melahirkan anak.
b. Darah Nifas
Darah nifas adalah darah yang keluar beriringan dengan bayi.
Sedangkan darh yang keluar bersama-sama dengan bayi atau bayi belum/akan lahir maka darah itu bukan disebut darah nifas.
c. Darah Istihadlhah
Darah Istihadlhah adalah darah yang keluar pada waktu selain hari-hari haid dan bukan sewaktu sedang nifas hal mana yang keluar bukan secara wajar atau bukan secara sehat.
2. Hitungan paling lamanya Haid, Nifas dan Istihadlhah
Hitungan darah yang keluar dari farji wanita itu berbeda-beda yaitu :
a. Haid
Paling sedikitnya masa haid ialah satu hari satu malam atau 24 jam, semantara paling banyaknya masa haid ialah 15 hari 15 malam, dan kebiasaan haid itu keluar selama 6 atau 7 hari.
b. Nifas
Masa terpendek nifas ialah hanya sekejap, sedangkan permulaan masa nifas ialah dari semenjak lepasnya seorang bayi, dan masa terbanyak dalam nifas ialah 60 hari, sedang kebiasaannya ialah 40 hari.
c. Istihadlhah
Biasanya darah istihadlhah ini keluar di luar masa haid ataupun nifas, masa terlama nya haid ialah 15 hari jika setelah 15 hari masih keluar darah maka di sebut darah istihadlhah.
Adapun masa terpendeknya dalam suci yang memisahkan antara dua haid ialah 15 hari, sedangkan paling banyaknya masa suci seorang wanita ialah tidak ada batasnya, karna ada seorang wanita yang tidak haid sepanjang hayatnya
3. Hal-hal yang tidak boleh di lakukan oleh wanita yang sedang Haid, Nifas dan Istihadlhah.
Haram sebab orang yang haid dan sebab nifas melakukan 8 hal yaitu :
a. Shalat. Baik itu shlat fardhu ataupun shalat sunnah dan demikian pula haram melakukan sujud tilawah dan sujud syukur.
b. Berpuasa. Baik puasa wajib atau sunnah.
c. Membaca Al-Qur’an
d. Menyentuh Mushaf.
e. Masuk masjid. Jika khawatir darahnya akan tercecer di masjid.
f. Tawaf. Baik tawaf fardhu atau tawaf sunnah.
g. Berhubungan suami istri.
h. Bersenang-senang diantara pusar dan lutut.
Adapun orang yang Istihadlhah tetap wajib melakukan shalat, hukumnya sama dengan orang yang selalu hadast.
Mandi Besar.
1. Hal-hal yang diwajibkannya atas mandi
Mandi menurut Syara’ adalah mengalirkan air keseluruh badan disertai niat. Adapun sebab-sebab mandi wajib ada 6 (enam):
a. Keluar mani
b. Berhubungan suami istri.
c. Mati, bagi orang islam selain mati syahid.
d. Haid.
e. Nifas.
f. Wiladah atau melahirkan.
2. Fardunya Mandi
Fardunya Mandi ada dua yaitu :
a. Niat. Lafadznya niat:
نويت الغسل لرفع الحد ث الاكبر فرضا لله تعالى
“saya niat mandi untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah Ta’ala”
b. Meratakan air ke seluruh tubuh.
3. Sunah-sunnah Mandi.
Sunnah-sunnah mandi ada banyak diantaranya :
a. Membaca basmallah.
b. Membersihkan kotoran.
c. Wudlu sebelum Mandi.
d. Membasuh dua kali dan tiga kali.
e. Memasukkan air kesela-sela rambut dan jari-jari.
f. Memulai menyiramkan air ke tubuh bagian kanan.
g. Memulai menyiramkan air ke tubuh bagian atas.
h. Menggosok tangan dan badan.
i. Menghadap kiblat.
j. Bertempat di tempat yang tidak terkena percikan air.
k. Memberi satir tempat mandi.
l. Menempatkan bejana (wadah) disamping kiri dan kanan.
m. Tidak meminta pertolongan orang lain dalam menuangkan air kecuali udzur.
n. Berdoa setelah mandi. Doanya sama dengan doa setelah berwudhu.
o. Madlmadlah (berkumur)dan istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung).
Adapun syarat dan makruhnya mandi sama dengan syarat dan makhruhnya wudhu.
4. Mandi-mandi Sunnah
Ada banyak sekali hal-hal yang disunnahkan untuk mandi diantaranya:
a. Bagi yang hendak hadir shalat jum’at, istisqo’ dan gerhana.
b. Sebelum pergi shalat dua hari raya.
c. Orang kafir yang masuk islam yang tidak berhadast besar, yang berhadast besar wajib mandi.
d. Setelah memandiakn mayit.
e. Setelah pembekaman.
f. Setelah mencukur bulu di bawah perut.
g. Setelah sembuh dari pingsan atau gila.
h. Anak kecil setelah sampai umur atau baligh.
i. Sebelum ihram haji atau umroh.
j. Sebelum masuk tanah haram dan kota mekkah walaupun tanpa melakukan ihram.
k. Sebelum wukuf di Arafah dan Muzdalifah.
l. Pada waktu melempar jumroh selama 3 hari di Mina.
m. Dikala badan berbau tidak enak.
n. Setiap menghadiri perkumpulan manusia.
o. Pada waktu i’tikaf.
p. Sebelum masuk kota Madinah.
Mungkin hanya itu yang dapat saya tulis, jika ada salah kata dalam penulisan bisa kritik dan saran di kolom komentar. Terima kasih
semoga bermanfaat.
























