Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Berikut 7 point yang disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Al Mukarrom KH. Moh. Zuhri Zaini pada acara Peringatan Haul Masyayikh PP .Nurul Jadid, 22 Maret 2020, terbatas untuk Santri dan Pengurus.

1. KH. Moh. Zuhri bercerita tentang sebuah Pasukan yang dikirim Khalifah Sayyidina Umar ke Syam. Waktu itu Pasukan mendengar informasi bahwa disatu daerah yang akan dilewati terdapat sebuah Wabah yang sangat mematikan. Lalu sahabat ada yang berpendapat ” Kita teruskan saja, kalau sudah takdirnya mati, ya mati”

Mendengar cerita ini komandan pasukan berkata, jangan begitu. Mari kita bertanya kepada Sayyidina Umar. Singkat cerita ketika bertanya kepda Sayyidina Umar, Beliau menjawab ” Pulanglah”. Kita pergi dari satu takdir menuju takdir lainnya.

Dari cerita ini Kyai Zuhri lalu menyimpulkan, bahwa setiap manusia punya takdirnya masing-masing. Takdir yang diketahui manusia adalah peristiwa yang sudah terjadi. Sedangkan yang belum terjadi, maka kita tidak pernah tahu apa takdir kita. Oleh karena itu kita harus “Berikhtiar”

2. Beliau berkali kali menasehati, kaitannya dengan kejadian virus Corona saat ini, untuk mengikuti Prosedur Ahli Kesehatan yang paham terkait virus. Beliau bercerita bahwa, setiap pulang dari luar dan ketika mau masuk rumah, beliau minta untuk disemprotkan desinfektan. Hal ini bukan menunjukkan beliau takut, tapi sebagai bentuk ikhtiar beliau dalam keadaan seperi sekarang. Karena Tawakkal harus ada setelah Ikhtiar.

Beliau juga bercerita tentang seorang pengangguran yang sedang santai – santai, lalu Sayyidina Umar bertnya kepdanya ” Kamu ini apa?” Saya orang yang tawakkal, jawab orang tadi. Mendengar perkataan ini, Sayyidina Umar menegurnya ” Bukan seperti itu Tawakkal”. Tawakkal itu harus disertai ikhtiar terlebih dahulu.

3.Tiap Masjid punya keadaan dan kebijakan yang berbeda. Di Masjid Istiqlal ditutup untuk shalat Jumat, tapi di Masjid Akbar Surabaya tetap dilaksanakan dengan shaf yang lebar (hampir 1 meter, cek saja foto dan videl yang beredar). Dalam keaadaan darurat seperti sekarang, Insyaallah tidak akan menghilangkam Fadilah Shalat Jama’ah

4. Jangan Panik, Jangan Stres. Panik dan stress justru merupakan penyakit tersendiri tetap tenang, tapi tetal waspada, ikuti prosedur ahli kesehatan.

5. Pola makan dijaga dan upayakan makan makanan yang bergizi, disertai istirahat yang cukup, dan olahraga ringan secara rutin.

6. KALAU TIDAK TERPAKSA, JANGAN KELUAR (RUMAH ATAU LAINNYA). ikuti prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah dan para ahli kesehatan.

7. Bersabar karena sakit akan mendapatkan pahala, akan tetapi lebih baik cari pahala lain saja dalam keadaan sehat.

Wassalmu’alaikum Salam Wr. Wb.

Sumber: Grup Peduli Kambtib NJ