Romadhan telah berakhir, dengan berakhirnya bulan romadhan dan ditetapkannya 1 syawwal 1440 H, maka berlalulah bulan yang agung, bulan yang mulia, bulan yang didalamnya terdapat satu malam lebih baik dari pada seribu bulan.
Dengan ditetapkannya 1 Syawwal tentulah beragam perasaaan yang muncul pada diri manusia, ada yang gembira, ada yang takut ada pula yang bersedih bahkan menangis, yang disampaikan pada khutbah Sholat Idul Fitri 1440 H. di debes Tabanan Oleh Ust. Yusuf, S.Pd.I (Ketua II Gp Ansor Tabanan). Menurtnya ada 3 tangisan makhluk Allah diakhir romadhan yang berbeda muara dan tujuannya ;
1. Tangisan Hamba Allah Yang Muttaqin dan Sholihin.
kita sedih karena tidak bisa memaksimalkan ibadah dibulan ramadhan, menagis karena ibadah kita tertolak serta hawatir tahun depan tidak berjumpa lagi.
2. Tangisan Langit Bumi dan Para Malaikat.
Ketika tiba diakhir ramadhan langit dan bumi menagis karena adanya musibah yang menimpa ummat Nabi Muhammad SAW, sahabat bertanya, musibah apakah itu Yaa Rasulullah.. Nabi menjawab “berpisah dengan bulan romadhan, sebab pada bulan ini doa dikabulkan dan shodaqoh diterima”.
3. Tangisan raja dan iblis.
Iblis dan rajapun mengis meraung – raung, suatu ketika seorang wakil bertanya, “Wahai Rajaku, ada apa gerangan, menagapa sedemikian sengsara? Raja menjawab “Tak taukah kamu, sekarang 1 Syawwal hari dimana Allah mensucikan kaum mukminin, mereka bersih dari dosa ibarat bayi baru lahir pekerjaan kita telah sia – sia selama ini, “lantas apakah yang harus kami perbuat? tanya para wakil, “Goda mereka dan ajaklah kaum mukminin dengan segala cara kembali menipu, berbohong, korupsi, merampok, berzina dan selingkuh serta pekerjaan jahat dan bejat lainnya” jawab raja.
Kesimpulannya sungguh rugilah orang – orang yang tidak berusaha memaksimalkan ibadah pada bulan ramadhan.
Hal lain juga disampaikan dalam khutbahnya, mengajak menjadikan momentum Idul Fitri untuk menebar maaf dan membangun kebersamaan setelah berkotak – kotak karena beda pilihan dan pandangan, “Mari kita jadikan untuk tidak lagi mencaci, membenci, serta menjatuhkan antara satu dengan yang lainnya”.
