Kiriman puisi pada 25-01-19 dimoderasi tanggal 26-01-19
Selamat Membaca!
Ayah…..
Lihatlah anakmu ini
Lihatlah anakmu ini
Yang telah tumbuh besar
Seperti tanaman yang telah engkau sirami setiap hari
Layaknya apa yang engkau lampirkan tentangku
Dan yang telah engkau nantikan telah terjawab
Bahwa aku tak bodoh
Bahwa aku mulai dewasa
Ingin sekali rasanya aku memelukmu erat – erat
Dan lebh erat lagi
Hingga nafasku sulit untuk dijangkau
Dan mendekapmu hingga kau
Merasa bahwa pertanyaanmu telah terjawab
Bahwa aku mulai berfikir dewasa
Jika kau telah melihatnya
Kau tak kan melihat ragaku yang kecil ini lagi…
Dan kau pasti melihat ragaku tak sekecil dulu..
Yang selalu saja engkau timang
Yang selalu saja engkau sayang dan ceritakan
Tentang dongeng malammu
Ketika aku hendak tidur
Namun….
Kau belum bisa melihatku
Melihat jiwaku yang masih terkubur
Oleh tumpukan dosa dosa dimasa lalu
Yang sering melawan disetiap perkataanmu
Yang sering menyusahkan hidupmu
Bahkan meminta minta ketika kau tak punya apapun
Tapi kau selalu sabar
Walau terkadang kau sering marah
Ingin rasanya diri ini membalasnya
Namun apa daya…
Aku hanya bisa menggigit bibir
Ingin rasanya membuktikan kemampuanku
Namun seolah aku tak punya kuasa untuk sang ayah
Duhai ayah…
Putrimu kini sudah semakin besar
Dan sekali lagi kau pasti melihatnya
Begitu pula dirimu yang semakin berusia tua
Dan akupun melihatnya
Ayaah…
Tunggulah sebentar lagi
Aku hanya perlu waktu memperbaikinya
Hanya sebentar saja
Temani aku untuk mencapainya
Mencapai impian dan asa
Tunggulah sedikit lagi
Aku akan tunjukan kepadamu
Bahwa aku bisa lebih dari ayah
Dan katakan bahwa anakmu ini sukses
Maafkanlah diriku ini ayah
Tiap impian besar yang terkantung diriku
Dan juga impian kau..
Namun belum bisa kutunjukkan bnyak hal
Dan aku akan menjadi anak dewasa dengan utuh
karena dia ayah
Darah daginmu ini
Ayah aku merindukanmu
Karya : Idha Ayu Maulidah
