Pimpinan Cabang Pergunu Tabanan hadiri rakernas ke IV di Institut KH Abdul Chalim (IKHAC), Pacet Mojokerto, yang berlangsung selama tiga hari pada tanggal 28-29 Februari dan 1 Maret 2020.
Menurut Ketua Pergunu Tabanan, Pembukaan di hari pertama dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang dilanjutkan pidato Kiai Asep menyampaikan tentang berdirinya Pergunu yang telah terbentuk di 34 Provinsi.
“Pada kesempatan itu Kiai Asep mengatakan bahwa saat ini, delapan tahun sejak Pergunu didirikan, Pergunu telah mendirikan kepengurusan di 34 provinsi. Sementara untuk tingkat cabang atau kabupaten telah ada lebih dari 490 kepengurusan,” kata H. Joko Fajar A.
Lanjut H. Joko, Dewan Penasihat Pergunu, KH Mujib Qulyubi mengatakan Nahdlatul Ulama ini terdiri dari dua kata yang pertama nahdlah dan yang kedua ulama. Nahdlah artinya kebangkitan, tidak mungkin ada kebangkitan apabila tidak ada gerakan.
“Harus ada gerakan. Kalau Nahdlatul Ulama tidak ada gerakan maka lama-lama menjadi ‘diamnya ulama’,” ungkap Kiai Mujib ketika mengisi tausiyah dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pergunu di aula IKHAC, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (28/02) malam.
Masih menurutnya dihari kedua Rakernas diwarnai dengan pengukuhan KH Asep Saifuddin Chalim sebagai Guru Besar oleh Presiden Jokowi yang bertempat di UINSA Surabaya.

“Kegiatan itu juga dirangkai dengan Pengukuhan Guru Besar Prof. DR. KH. Asep Syaifudin Chalim sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi UIN Sunan Ampel Surabaya oleh Pak Jokowi,” sambung Ketua Pergunu.
Di akhir Rakernas, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama berziarah ke makam KH Abdurraman Wahid Jombang.
“Kegiatan ini diakhiri dengan Ziarah ke Makam Gus Dur di Jombang,” tutupnya via chat WA.
Editor : Irfandi