Perempuan makhluk sempurna yang memiliki begitu banyak potensi diri jika potensi itu dikembangkan dan digali perempuan bisa berdaya dalam segala bidang. Tetapi “kurang percaya diri” atau Insecure seringkali dialami oleh perempuan, perempuan selalu merasa dirinya tidak cantik, tidak baik, tidak memiliki potensi. faktor pendorong rasa tersebut diantaranya di dapat dalam lingkungan sekitar entah dari keluarga, teman atau lawan jenis.

Stigma yang masih mengakar dalam masyarakat bahwa wajah perempuan cantik itu harus mulus, bebas noda, tanpa mata panda dan kerutan. Soal tubuh harus tinggi, rambut panjang, dagu yang bagus dan hidung mancung. Jika kita lihat dari berbagai sudut pandang definisi cantik tidak hanya tentang bentuk wajah dan tubuh, semua perempuan cantik dengan keunikannya masing-masing. Kita tidak dapat menjustifikasi bahwa perempuan kulit hitam terlihat jelek ataupun perempuan kulit putih pasti cantik.

Stigma budaya patriakhi lainnya “jangan sekolah tinggi-tinggi nanti sulit mendapatkan jodoh, Perempuan jangan terlalu pintar nanti pasangannya minder, perempuan harus lembut,kemayu dan lain sebagainya”. Berbagai stigma yang diterima perempuan memicu rasa insecure tersebut.

Saatnya kita merubah definisi perempuan dalam diri kita. Perempuan mampu memimpin, mampu bekerja, mampu menjadi ibu rumah tangga, mampu mendidik dengan baik dan semua perempuan itu cantik dengan keunikannya masing-masing.

Potensi dalam diri perempuan harus terus digali dan diasah. Keluarga dan teman dekat menjadi faktor utama untuk memberi dukungan. Perempuan boleh berpendidikan tinggi karna menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim dari lahir hingga akhir hayat. Perempuan boleh bercita-cita tinggi misalnya menjadi Gubernur untuk terus mengembangkan potensi dirinya.

Perempuan harus tampil percaya diri di manapun dia berada, perempuan wajib mencintai dirinya sendiri, memberi cinta untuk diri sendiri atau memiliki Self Awareness. Ketika menikah ia memiliki kontrol dan keputusan tanpa harus memilih antara berkerja atau menjadi ibu rumah tangga, keduanya bisa dilakukan perempuan dengan baik ketika ia diberi ruang. Pekerjaan rumah tangga adalah tanggungjawab perempuan dan laki-laki untuk saling membantu dan bekerjasama.

Kami perempuan adalah manusia sempurna, manusia yang utuh dengan akal, ruh dan qalb, tidak semata tubuh. Kami perempuan adalah manusia dewasa yang dapat berpikir secara sadar untuk membedakan hal yang baik maupun batil.” – Kalis Mardiasih

Penulis : Dinul Qoyyimah