Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Bali menggelar forum bahtsul masail yang membahas isu terkini yang ada dikalangan masyarakat dengan mengangkat tema “Menghidupkan Ghirah Keilmuan Nahdliyin, Menjawab Persoalan Umat di Bali”, bertempat di Aula BSI Yayasan Sosial Al-Hidayah Bedugul Tabanan Bali, Sabtu (20-7-2024).
Adapun kegiatan forum Bahtsul Masail ini membahas tiga persoalan, yaitu: 1. Salam Lintas Agama 2. Wali Nikah Bagi Perempuan Muallaf 3. Shalat Bagi Orang Yang Terjebak Macet.

Ketua panita pelaksana Bahtsul Masail jilid 2, Muhammad Ikhsan, S.Ag mengatakan bahwasannya kegiatan ini memiliki tujuan yang diantaranya adalah membangkitkan kembali tradisi keilmuan dengan nuansa fiqiah dalam beragama di tengah-tengah masyarakat, yang kedua Membantu menjawab persoalan persoalan yang berkembang di masyarakat, khususnya Masyarakat muslim di Bali dengan berdasarkan fatwa-fatwa Ulama dan dalam literatur kitab fiqih yang muktabar, dan yang ketiga menyambung silaturahim sesama Pengurus NU Pengurus MUI Pengurus APRI Dan tokoh masyarakat Serta ikatan pondok pesantren Sebali dan pondok pesantren Yang berada di Bali
“Harapan kami Selaku wakil panitia Bahtsul Masail semoga kegiatan Bahtsul Masail ini Tidak berhenti disini saja Melainkan akan berkelanjutan seterusnya di beberapa PCNU se bali, yang mana Hal ini juga selaras Dengan harapan Rais Syuriah PWNU Provinsi Bali yaitu KH. Noor Hadi Al Hafidz”, Pungkasnya.
Selanjutnya, ketua badan pengurus Yayasan Sosial Al-Hidayah Bedugul, Khairil Anwar, SE. menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih kepada para alim ulama kami dengan keilmuan, dengan santrinya masih berkenan hadir di tempat ini, tentu kami berdo’a, semoga kehadiran di tempat ini memberikan kebaikan-kebaikan, memberikan keberkahan terutama untuk kami, masyarakat kampung islam candikuning.
“Semoga kegiatan Bahtsul Masaill ini bukan yang terakhir kalinya dilaksanakan di Bedugul ini, bahkan kedepan kami bertekad untuk bisa lebih baik dalam memfasilitasi kegiatan bahtsul masail ini”, Harapnya.
“selanjutnya kami juga sampaikan permohonan maaf, tentu seperti kami sampaikan di awal tadi, bahwa sedianya sebagai tuan rumah, atas kehadiran daripada para alim ulama, para asatidz, para undangan sekalian, seharusnya kami bisa melakukan hal yang lebih baik lagi untuk menyambut, tetapi dengan segala kelalaian kami, kekurangan kami di dalam memberikan sambutan, untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya akhirnya kami ucapkan”
“selamat melaksanakan kegiatan mulia bahtsul masail ini, semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan memberkahi kita semua, kemudian atas nama pengurus yayasan sosial Al-Hidayah”, Sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, wakil ketua tanfidziah PWNU Provinsi Bali, Drs. H. Khoeron, M.Pd.I. yang sekaligus penasehat LBM PWNU Bali menyampaikan bahwasannya tradisi Bahtsul Masail yang adanya hanya ada di NU ini akan semakin kuat, di samping dari pondok pesantren yang ada di Bali Berikut juga para alumnus pondok pesantren Salafiyah dari Jawa dari Lombok dari pondok-pondok pesantren yang lain yang ketempatan sekarang berada di Bali dan kita mudah-mudahan bisa memanggul amanah yang namanya Ahlil fikir Memikirkan problematika yang kemudian bisa menemukan jawabannya Yang kemudian jawaban itu akan menjadi landasan Akan menjadi dasar dalam kaitannya dengan bagaimana perlaksanaan Menjalani kehidupan sesuai dengan fiqih.
Atas nama pimpinan wilayah Memberikan apresiasi yang sangat luar biasa kepada tim LBM, mungkin sambil pada saatnya nanti kita pelaksanakan Bahtsul Masail di tingkat provinsi Di cabang dimana kemudian kita adakan Bahtsul Masail Sekaligus pelantikan pengurus LBM Untuk pimpinan cabang kabupaten tersebut Mungkin bisa disela seperti itu.
Terakhir, ketua PWNU Provinsi Bali, KH. Abdul Aziz, S.pd.I menyampaikan Syukur alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas terlaksananya pembahasan beberapa masalah yang berkembang di tengah-tengah masyarakat yang alhamdulillah Lembaga Bahtsul Masail bisa mengakomodir terkait dengan masalah-masalah yang berkembang dan tentunya persoalan-persoalan seperti ini terus akan menjadi kajian berikutnya, karena memang Nahdlatul Ulama memberikan ruang dengan adanya Lembaga Bahtsul Masail agar terus mengkaji setiap perkembangan yang ada di tengah-tengah masyarakat.
Saya sebagai Ketua PWNU Bali sangat mengapresiasi terhadap Lembaga Bahtsul Masail dan tentunya juga kepada para mushawirin yang datangnya dari jauh insyaallah peran-peran yang kita lakukan ini akan memberikan manfaat yang besar terutama kepada agama kita, karena yang kita bicarakan ini adalah kepentingan-kepentingan agama.
“tentunya saya berharap LBM ini bisa bisa terus kita kembangkan, 3 bulan sekali ini tetap harus berjalan”
“terima kasih kepada Dr. KH. Imam Nakha’i, M.H.I dari wakil ketua lembaga bahtsul masail PBNU yang telah hadir dan tentunya dengan kehadiran beliau akan membawa perkembangan LBM PWNU Bali ini ke pengurus besar Nahdlatul Ulama”, Tutupnya.
Reportase & Editor: Michael Andi