1. Hijrah Pertama Kali Rasulullah Saw ke Habasyah
Di bulan Rajab inilah Nabi Muhammad Saw melakukan hijrah yang pertama kali ke Habasyah pada tahun-tahun pertama Bi’tsah ( di utusnya Nabi Muhammad Saw sebagi Nabi dan Rasul). Atas perintah Nabi Muhammad Saw tersebut, rombongan kaum muslimin melakukan perjalanan ke Habasyah (Etopia).
Hijrah yang pertama kalinya ini merupakan langkah yang di lakukan oleh Rasulullah Saw bersama kaum muslimin untuk menyelamatkan diri dari segala bentuk penindasan yang di lakukan oleh kaum kafir Qurays. Selama berada di Habasyah, ada beberapa kaum muslimin yang meninggal dunia yaitu seperti Amr bin Ummayah, Hathib bin Harits, Musa bin Harits dan Urwah bin Abdul Uzza. .
2. Peristiwa Isra’ Mi’raj
Pada tanggal 27 Rajab tahun 620 M, tepat pada tahun ke 10 kenabian terjadi peristiwa Isra’ mi’raj yaitu proses perjalanan luar biasa yang di alami oleh Rasulullah Saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian naik ke Sidratul Muntaha bersama malaikat Jibril.
Perjalanan tersebut menggunakan kendaraan yang di sebut dengan buroq dan di tempuh hanya dalam waktu kurang dari satu malam. Dari peristiwa Isra’ Mi’raj inilah kemudian Rasulullah Saw menerima perintah Shalat lima waktu langsung dari Allah Swt.
3. Perang Tabuk
Perang Tabuk antara kaum muslimin dan pasukan Romawi terjadi pada bulan Rajab tahun 9 H/ 630 M. saat itu, pasukan dari kaum muslimin sebanyak kurang lebih 30 ribu orang dan di pimpin langsung oleh Rasulullah Saw.
Namun, kaum muslimin harus melakukan perjalanan yang sangat jauh yaitu dari Madinah sampai dengan Syam. Setelah para tentara Romawi mengetahui jumlah dan kekuatan dari pasukan muslim maka mereka memutuskan untuk kembali ke Syam dan menyelamatkan benteng-benteng pertahanan.
Karena banyaknya pasukan dari bangsa Romawi yang memilih mundur dari perang, maka keadaan ini tentu sangat menguntungkan pihak kaum muslimin sehingga memudahkan penaklukkan Tabuk tanpa adanya perlawanan. Dan akhirnya perang Tabuk berhasil di menangkan oleh pasukan Kaum Muslimin.
Rasulullah Saw bersama pasukan muslim menetap di kota Syam selama hampir sebulan, kemudian beliau mengirimkan surat kepada para pemimpin gubernur yang saat itu berada di bawah kekuasaan Romawi agar melakukan sebuah perjanjian perdamaian. Hal ini pun di setujui oleh pemimpin daerah Romawi dan merekapun melakukan perdamaian serta membayar Jizyah terhadap kaum muslimin.
4. Pembebasan Baitul Maqdis di Palestina
Setelah Salahuddin al-Ayyubi menjadi Sultan Mesir, ia berhasil mempersatukan antara Mesir dan Suriah lalu ia melancarkan aksinya untuk mengepung seluruh kerajaaan tentara salib. Sementara itu aliansi dengan Bizantium berakhir setelah Kaisar Manuel I meninggal dunia pada tahun 1180 M. kesempatan ini di gunakan oleh Salahuddin al-Ayyubi untuk menyerang dan merebut Yarussalem.
Pada tanggal 2 oktober tahun 1187 M / 27 Rajab 583 H, Salahuddin Al-Ayyubi melakukan penaklukkan atas tanah suci yang telah berpuluh-puluh tahun di kuasai oleh tentara salib. Atas izin Allah Swt, akhirnya Salahuddin Al-Ayyubi beserta pasukan muslim dapat mendapatkan kembali kota suci, Baitul Maqdis.
Demikianlah beberapa peristiwa penting yang terjadi di bulan Rajab sebagai bulan terhormat dan penuh kemuliaan bagi umat muslim. Semoga semakin menambah khazanah keilmuan dan menguatkan keimanan kita bersama. Wallahua’lam bisshawab.
Sumber : https://pecihitam.org/
]]>اللهم بارك لنا فى رجب و شعبان وبلغنا رمضان
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, dan sampaikanlah umur kami bertemu Ramadhan.”
Doa bulan rajab ini, sangat dianjurkan untuk dibaca karena merupakan sebuah rangkaian doa atau harapan yang baik agar kita juga disampaikan pada bulan Ramadhan yang mulia. Bulan Rajab memiliki beberapa kelebihan yang sering kita dengar ketika mendengarkan pengajian atau dalam majelis ilmu lainnya, yaitu:
Kemuliaan bulan rajab yaitu dengan adanya peristiwa isra’ mi’raj, kemudian bulan berikutnya yaitu bulan Sya’ban dengan malam nisfu sya’ban dan dibulan selanjutnya ialah bulan yang selalu dirindukan, bulan yang begitu dinantikan yaitu bulan Ramadhan. Dimana Al-Qur’an pertama kali diturunkan dan juga ada malam yang disebut dengan al-Qadr atau Lailatul Qadar dimana malam tersebut adalah lebih baik dari seribu bulan.
Di dalam bulan Rajab kita disunnahkan untuk berpuasa, apabila kita berpuasa satu hari di bulan ini maka mendapatkan surga yang tertinggi yaitu surga Firdaus, ibarat puasa selama empat puluh tahun dan diberi minum air dari surga.
Dan apabila seseorang berpuasa dua hari maka akan Allah lipat gandakan pahalanya, kemudian apabila berpuasa 3 hari pada bulan Rajab maka dijadikan parit yang panjang yang menghalangnya ke neraka (panjangnya setahun perjalanan). Apabila berpuasa empat hari, maka akan mendapatkan pahala diselamatkan dari segala bala’ atau penyakit yang menimpanya, serta dijauhkan dari fitnah dajjal.
Kemudian apabila berpuasa lima hari, maka akan terhindar dari siksa kubur. Pahala puasa enam hari jaminan wajahnya akan bersinar saat keluar dari kubur seperti sinarnya rembulan di pertengahan bulan. Pahala puasa tujuh hari maka akan ditutup 7 pintu neraka. Apabila berpuasa delapan hari, akan dibukakan delapan pintu surga, begitu hari-hari selanjutnya akan mendapatkan kemuliaan serta pahala yang tidak pernah kita sangka-sangka.
Bulan Rajab juga dikenal sebagai Syahrullah (bulan Allah), dan apabila orang yang mau meminta ampun dan bertaubat pada bulan ini, maka akan akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu, diberi panjang umur yang barokah serta terlepas dari dahaga akhirat.
Dan ketika berpuasa pada awal Rajab, pertengahannya dan pada akhirnya, pahalanya seperti puasa sebulan penuh. Begitupun pahala bagi orang yang bersedekah, dimana sedekah pada bulan ini diibaratkan seperti sedekah seribu dinar, akan dituliskan pada setiap helai rambutnya seribu kebajikan, diangkat seribu derajat dan dihapus seribu kejahatan.
Menurut KH Sholeh bin Umar atau yang sering kita kenal dengan mbah Sholeh Darat Semarang, dalam kitabnya Lathaifut Thaharah wa Asrarus Shalat, beliau menjelaskan bahwa “Nabi bersabda:
‘Barang siapa yang mengucapkan kalimat سبحان الحي القيوم sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari pertama bulan Rajab, mengucap سبحان الاحد الصمد sebanyak 100 kali setiap hari pada 10 hari kedua, dan mengucap سبحان الزؤف sebanyak 100 kali setiap hari pada 10 hari terakhir bulan rajab, maka tidak ada yang bisa menghitung pahalanya.
Dalam hadits diatas merupakan salah satu wirid yang baik diamalkan ketika bulan rajab, karena akan ada balasan setimpal dari Allah SWT. Namun wajib dicatat bahwa ketika kita ingin melaksanakan suatu kebaikan jangan dilihat dari apa yang akan kita dapatkan, lakukanlah ketika itu memang perbuatan baik.
Begitupun amalan atau puasa ataupun hal lain yang disunnahkan atau baik ketika dijalankan tidak harus mengerti untuk apa dan pahalanya apa, karena ketika kita menjalaninya dengan ikhlas tanpa embel-embel pahala maka akan terasa lebih nikmat ketika melaluinya. Wallahua’lam bisshawab.
Sumber : https://pecihitam.org/
]]>