Mengusung tema besar “Guru Mulia Wujudkan Astacita”, kegiatan ini dihadiri 100 peserta yang terdiri dari guru TK/RA serta SD/MI dari Denpasar, Badung, Tabanan, dan Buleleng. Antusiasme peserta tampak sejak pagi, menandakan besarnya semangat para pendidik untuk terus mengembangkan kompetensi profesional mereka.
Selain para guru, acara turut dihadiri oleh berbagai lembaga mitra dan pemangku kepentingan di dunia pendidikan, antara lain perwakilan ITB Stikom Bali, jajaran Bank BTN Cabang Surapati, Pengurus IGRA, Anggota DPRD Provinsi Bali Zulfikar Wijaya, SE, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, serta perwakilan dari KKMI, KKMA, KKMTs Kota Denpasar. Kehadiran beragam unsur ini menunjukkan sinergi kuat antara Pergunu dengan para stakeholder dalam meningkatkan mutu pendidikan di Bali.
Workshop ini menghadirkan empat materi inti yang langsung menyentuh kebutuhan guru dalam mengelola kelas di era modern. Materi tersebut meliputi:

Seluruh sesi dipandu oleh narasumber nasional, Muksin, S.Sos.I, seorang trainer pembelajaran kreatif, konsultan parenting, motivator pendidikan, dan pendiri Rumah Pintar Indonesia, Yogyakarta. Keahliannya dalam teknik pembelajaran yang inovatif membuat suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh energi positif.
Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Isyatir Rodiyah, S.Ag., dalam sambutannya menjelaskan secara mendalam mengenai tema Astacita yang diangkat dalam workshop ini.
“Astacita adalah delapan tujuan atau cita-cita besar pembangunan yang menjadi amanat Presiden Republik Indonesia. Salah satu poin pentingnya adalah peningkatan kesejahteraan guru dan kemajuan pendidikan nasional,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran kunci bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik karakter dan pembentuk moral generasi bangsa. “Guru yang mulia adalah guru yang terus meningkatkan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesionalnya. Mereka hadir dengan keikhlasan, kesabaran, kebijaksanaan, dan kepedulian,” tambahnya.

Isyatir juga menekankan pentingnya metode belajar yang menyenangkan bagi anak usia dini, terutama RA dan TK. Menurutnya, permainan edukatif yang kreatif adalah pendekatan mutakhir yang sangat relevan dalam menumbuhkan minat belajar anak.
“Workshop ini merupakan ikhtiar kolektif untuk melahirkan suasana belajar yang menyentuh hati dan membangun karakter siswa. Melalui kegiatan seperti ini, kita memperkuat peran guru sebagai agen perubahan yang mampu mencetak generasi unggul dan berdaya saing global,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PW Pergunu Bali, Mohammad Sahlan, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
Ia mengungkapkan bahwa pada peringatan Hari Guru Nasional tahun ini, Pergunu Bali memilih menggelar workshop sebagai kegiatan utama agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh guru-guru di lapangan.
“Guru yang sukses bukan hanya guru yang berprestasi di luar, tetapi guru yang dirindukan oleh siswanya di kelas—guru yang hangat, menyenangkan, dan menghadirkan suasana belajar positif,” ujarnya.
Sahlan juga menyinggung pentingnya pelatihan ini dalam mendukung komponen penilaian akreditasi sekolah yang menekankan aspek guru sebagai pembangun lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Ia berharap para peserta dapat menyebarluaskan ilmu yang didapat kepada rekan-rekan di sekolah masing-masing. “Walaupun waktunya terbatas, materi yang disampaikan sangat fundamental bagi pengelolaan kelas di era modern,” tambahnya.
Workshop ini sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen Pergunu Bali dalam mendukung peningkatan kapasitas pendidik melalui pelatihan berkelanjutan. Pergunu menilai bahwa kualitas guru akan sangat menentukan kualitas pendidikan, terutama di tengah cepatnya perubahan teknologi dan tuntutan kompetensi global.
Dengan hadirnya kegiatan semacam ini, Pergunu berharap guru semakin siap menghadapi tantangan zaman serta semakin percaya diri dalam menciptakan pembelajaran kreatif, humanis, dan menyenangkan.
Acara berlangsung sukses dan mendapatkan respon positif dari seluruh peserta. Para guru menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan inspirasi baru serta keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Peringatan Hari Guru Nasional melalui workshop ini bukan hanya selebrasi, tetapi wujud nyata dedikasi Pergunu Bali dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru sebagai ujung tombak pembelajaran.
___________________________________________________________________
Reportase & Editor: Michael Andi
]]>Simulasi diikuti oleh 763 peserta didik dari TK dan SD juga melibatkan , guru, staf pendidik dan kependidikan TK Mustika Ibu dan SD Islam serta pegawai yayasan Marzuki. Kegiatan berlangsung di area sekolah, mencakup ruang kelas hingga lapangan.
Pada simulasi ini, suasana belajar mengajar berjalan seperti biasa hingga tiba-tiba sirene megafon berbunyi selama kurang lebih 20 detik, sebagai tanda terjadinya “gempa.” Seluruh warga sekolah segera melakukan prosedur “Drop, Cover, and Hold” — merunduk, melindungi kepala, dan berlindung di bawah meja. Setelah itu, para siswa dievakuasi menuju titik kumpul di lapangan, sambil tetap melindungi kepala dengan tas sekolah.
Guru-guru memastikan tidak ada siswa yang tertinggal, serta mengatur barisan siswa berdasarkan kelas. Tim logistik kemudian membagikan minuman, dan tim kesehatan memberikan pertolongan pertama bagi yang membutuhkan.

Ketua Lembaga Pendidikan Marzuki Tabanan, Askur, S.Pd.I., saat dimintai keterangan oleh tim media mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada siswa dalam menghadapi risiko bencana.
Kegiatan simulasi ini juga diharapkan dapat menanamkan budaya siaga bencana sejak dini di kalangan siswa, sehingga kelak mereka bisa menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
“Semoga melalui simulasi ini, anak-anak kita menjadi lebih siap, sehat, dan selalu dalam lindungan Tuhan,” ujarnya.
Sementara itu, Agung Raka selaku Sekretaris BPBD Tabanan menjelaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana. Ia menerangkan bahwa keberadaan BPBD di daerah merupakan amanah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, yang bertujuan menjamin keselamatan warga.
Agung juga mengingatkan bahwa bencana tidak bisa dihindari, namun risikonya bisa dikurangi melalui mitigasi. Di Tabanan sendiri, sudah diterapkan Peraturan Bupati Nomor 23 Tahun 2022 tentang Kajian Risiko Bencana, yang mencakup 12 jenis bencana.
“Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus tahu bagaimana cara menyelamatkan diri. Harapan kami, sekolah ini ke depannya dapat membentuk Satuan Pendidikan Tanggap Bencana,” tuturnya.
Simulasi ini juga mendapat sambutan positif dari para orang tua dan siswa. Salah satu siswa SD Islam mengungkapkan antusiasmenya:
“Saya merasa sangat senang mengikuti simulasi ini. Simulasi ini sangat bagus untuk meningkatkan keselamatan saat menghadapi gempa bumi. Saya mendapatkan banyak ilmu tentang cara menghadapi situasi gempa. Biasanya saya panik, tetapi setelah mengikuti simulasi ini, saya jadi tahu bagaimana cara melindungi diri. Ilmu yang saya dapatkan tidak hanya bisa diterapkan di sekolah, tetapi juga di mana saja saat terjadi gempa.”
Seluruh rangkaian simulasi berlangsung lancar tanpa kendala. Ke depannya, Yayasan Marzuki Tabanan berencana untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin, demi membentuk karakter siswa yang tanggap dan siap siaga dalam menghadapi situasi darurat bencana.
Reportase: Michael Andi
]]>Sarasehan penguatan organisasi merupakan pertemuan untuk berbagi dan berdiskusi tentang langkah-langkah strategis untuk menguatkan dan mengoptimalkan sebuah organisasi.
Sarasehan dapat memiliki beberapa tujuan, seperti:
Penguatan organisasi adalah upaya untuk mempengaruhi kapasitas suatu dinas dalam melaksanakan tugas organisasi.
Sarasehan dimulai pukul 09.00 WITA dengnan dengan pembukaan resmi oleh Ketua Pergunu Wilayah Bali, Drs. H. Makhfud, M.A.
Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Pergunu, Dr. Eng. Fadly Usman, S.T., M.T., sebagai narasumber utama yang inspiratif. Dalam penyampaiannya, beliau memaparkan berbagai langkah strategis untuk menguatkan peran Pergunu dalam mendukung pendidikan di era modern, termasuk pentingnya penguatan karakter, inovasi pendidikan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Turut hadir dalam acara ini, Ketua Pimpinan Wilayah Pergunu Provinsi Bali, Drs. H. Makhfudz, M.A., yang memberikan sambutan dan arahan kepada seluruh peserta sarasehan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya konsolidasi dan sinergi antar-pengurus Pergunu untuk menjawab tantangan pendidikan di masa kini dan mendatang.
“Sarasehan ini merupakan momentum bagi kita untuk merefleksikan kembali peran Pergunu dalam konteks pendidikan saat ini. Di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, peran guru semakin krusial dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan kompeten,” ujar Drs. H. Makhfudz.
Ia juga menekankan pentingnya Pergunu untuk terus mengembangkan diri, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam proses pembelajaran.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa guru harus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam proses pembelajaran. “Guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai role model bagi siswa. Oleh karena itu, guru harus memiliki kompetensi yang mumpuni, baik dalam bidang pedagogik, profesional, maupun sosial,” tegas Drs. H. Makhfudz, MA.
Selain mendengarkan paparan dari narasumber, peserta sarasehan juga berkesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai berbagai isu terkini dalam dunia pendidikan dan organisasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik tolak bagi Pergunu Provinsi Bali untuk semakin aktif berkontribusi dalam meningkatkan kualitas organisasi, khususnya Pergunu di provinsi Bali.
Penulis: Michael Andi
]]>Pelepasan dan pengarahan Mahasiswa program Sarjana dan pasca sarjana ke Universitas KH. Abdul Chalim dari Pergunu Karangasem, Gianyar & Denpasar ini berlangsung di ruang Auditorium Masjid Raya Baiturrahmah Denpasar utara, Ahad (22/09/24).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PW Pergunu Provinsi Bali Drs. KH. Makhfudh, MA, Rektor ITB Stikom Bali Dr. H. Dadang Hermawan yang juga merupakan Ketua Dewan pakar PW Pergunu Bali, Rektor Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ITSNUBA), Hj. Azizah Azis (Wakil Ketua) PW Pergunu Bali, serta dihadiri oleh orang tua Mahasiswa Beasiswa, tahun Akademik 2024/2026.
Sementara itu, ditempat yang berbeda, PC Pergunu Kabupaten Buleleng dilepas di Pondok Pesantren Nurul Huda oleh Kasi Pendis Kantor Kementerian Agama Kab Buleleng, Sabtu (21/09/24).
Keberangkatan Calon Mahasantri didampingi oleh masing masing Wali dan didampingi pengurus PW Pergunu Provinsi Bali, yakni KH. Muhammad Maksum Amin, Siti Aminah, Hj. Martinah, Nikmatu Faidah dan Istianah serta didampingi Koordinator pemberangkatan dan anggota, Novia Rizqiawati dan Abd Hamid Ramdani.

Drs. KH. Makhfudh, MA, Ketua PW Pergunu Provinsi Bali menyampaikan, program ini sebagai langkah didalam membantu Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan kaderisasi NU dalam Akulturasi budaya lokal, karena mereka paham Bali sebagai wilayah tujuan pariwisata dan sejalan dengan paham Moderasi Beragama.
“Selamat kepada Mahasantri utusan Bali, yang telah berhasil menerima beasiswa Pergunu ke Universitas KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto, jaga nama baik Bali dan Pergunu Bali”, kata Drs. KH. Makhfudh, MA.
Sementara itu, Rektor ITB Stikom Bali, Dr. H. Dadang Hermawan yang juga merupakan Ketua dewan pakar Pergunu menyampaikan bahwasannya beliau juga akan memberikan beasiswa dan magang di luar negeri sambil kuliah, bilamana ada Rekomendasi dari Ketua PW Pergunu Bali.

Rektor Itsnuba, Hj. Azizah Azis. M. Pd juga menyampaikan kesediaannya untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan kuliah di Itsnuba Denpasar, Bali.
“Untuk pengurus Pergunu harus mempunyai prinsip dan komitmen dan ini diawali di Pondok Pesantren Amanatul Ummah dan UAC dijadikan sebagai kiblat lembaga pendidikan dan kebudayaan islam Dunia, untuk wali santri harus ikut memantau perkembangan putra putrinya yang ada di UAC dan Pondok Pesantren, selalu berkoordinasi dengan Pergunu setempat. Kemudian untuk Mahasantri wajib mengikuti aturan Ponpes dan UAC utamanya mengikuti pengajian tatap muka”, Jelasnya Prof.Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA. saat memberikan wejangan kepada Pengurus dan Mahasantri.
“Hasil pendidikan UAC lebih unggul dari UIN seluruh Indonesia dengan syarat mengikuti aturan, utamanya pengajian tatap muka dengan saya”, Tambahnya.
Dr. Affan Hasnan Mubarok, M.Pd. selaku Wakil Rektor Kampus UAC dan pengurus Pesantren, menambahkan adanya program BTAQ untuk perbaikan membaca Al qur’an sampai Tahsinnya dan sudah ada Mahasantri yang diperbantukan dari Kab Buleleng bernama Gita. Teriring Doa’ semoga perjalan barokah dan anak anak betah dan taat aturan pulang membawa ilmu yang bermanfaat dan barokah Aamin.

Terakhir, Dewan Penasehat Pergunu Bali, KH. M. Maksum Amin menyampaikan 3 hal kepada Mahasantri, yaitu:
1. Mempamitkan Mahasantri yang sudah di wisuda pada tahun 2024, S1 sebabyak 18 orang , S2 sebanyak 4 orang untuk kembali ke daerah masing-masing mengabdi kepada NU dan Badan Otonomnya terutama PERGUNU selama 1 tahun dan tahun berikutnya bisa di rekom kembali oleh PW PERGUNU Bali ke jenjang yang lebih tinggi.
2. menyerahkan Mahasantri baru S1 sebanyak 15 orang dan S2 sebanyak 3 orang untuk bisa menimba ilmu dengan bimbingan dan perhatian Abah Yai supaya mendapat ilmu yang Barokah dan bermanfaat.
3. Mohon do’a restu dan arahannya serta do’anya PW PERGUNU Bali telah membentuk Ikatan Alumni Amanatul Ummah (IKAMA) yang diawali oleh Kabupaten Buleleng. Hal ini langsung mendapat respon oleh Abah Yai dengan memberikan do’a.
Editor: Michael Andi
]]>Acara rapat yang bertempat di Musholla MTs. Al Ma’arif dihadiri langsung oleh pengurus Wilayah Pergunu Prov. Bali bapak Mohammad Sahlan., S.Pd sebagai ketua III Dan Bapak Margianto dari Dapertemen Kerjasama.
Rapat Konsolidasi dan Silaturahim ini dimaksudkan untuk merapatkan barisan dalam menjalankan roda organisasi Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Kab. badung serta menindak lanjuti SK Cartaker Pergunu Badung.
Ketua I bapak H. bunadi., S.Pd yang membuka Rapat ini mengawali dengan memperkenalkan Pergunu dan program Beasiswa pergunu s.1, s.2 dan s.3 yang bisa diikuti oleh semua guru NU yang ada di Kab. badung.
Dilanjutkan dengan sambutam Ketua Cartaker H. ahmad Faishol., SH MH, yang mengajak untuk solid dan bekerja sama dalam berkhidmat kepada NU, memberikan kontribusi pemikiran untuk pengembangan ajaran-ajaran Ahlus sunnah wal jama’ah sesuau thoriqoh dan Manhaj Nabi Muhammad SAW. “Mustahil Pergunu akan berjalan jika ketuanya berdiri sendiri, tanpa ada dukungan dari yang lain. Ibarat Kepala sekolah, sebagus apapum kepala sekolah didalam membuat konsep kurikulum dan design pembelajaran tanpa adanya guru, maka mustahil akan mencetak siswa yang berprestasi”imbuhnya.

Selanjutnya kata sambutan dari Kepala Mts Al ma’arif ibu siska yang menjadi tuan rumah diadakannya rapat, dalam sambutannya beliau merasa senang menjadi tuan rumah, dan beliau berharap Pergunu Badung bangkit kembali bisa memberikan warna baru di Kab. badung khususnya.
Sementara itu Bapak Mohammad Sahlan, S.Ag sebagai perwakilan Pengurus Wilayah Pergunu Prov. Bali menjelaskan tindak lanjut SK caretaker dan memberikan arahan tekhnis tentang proses penyusunan Pengurus PC Pergunu Badung. Dan saat itu secara aklamasi menunjuk dan memilih H. ahmad Faishol, SH., MH menjadi Ketua Umum Pergunu Badung sesuai SK PP.
Kemudian Bapak Margianto sebagai Dapertemen Kerjasama memberikan penguatan organisasi dan beberapa tips dalam mengadakan Program Pergunu dengan melakukan kerja sama dengan berbagai instansi.
Sambutan Penutup disampaikan Oleh Ketua LPM NU prov. bali bapak Sulaimi., M.Pd yang berbagi pengalaman berada di Pergunu dan memetik Buah manfaat hingga dirasakan oleh keluarganya, dengan mendapatkan beasiswa full S.1 dan s2 dari Pergunu.
Sebelum ditutup acara rapat, Ketua terpilih kemudian melengkapi Sekretaris dan Bendahara Umum untuk menemaninya berkhidmat kepada NU. Terpilih saat itu Ust. Muhammad Ihsan, S.Ag dari MA cahaya cendekia sebagai Sekretaris Umum, dan Bu Wilda.,SE dari MI baitul Amin sebagai Bendahara.
]]>Kegiatan ini di awali pembukaan, Pembacaan Kalam ilahi dan dilanjutkan Istighosah Amanatul Ummah dipimpin oleh KH. Maksum Amin.
“Pertemuan ini juga mengukuhkan Pengurus IKAMA Buleleng 2024-2029”

H. Lewa Karma, M, Pd. selaku ketua PC Pergunu Kabupaten Buleleng menyampaikan selamat kepada Pengurus IKAMA Buleleng dan yang terpilih sebagai ketua IKAMA Buleleng adalah Abdul Hamid Ramdani.
“Semua Ikatan Alumni Amanatul Ummah ini tidak boleh ada yang terlepas atau tercecer,” Ujarnya.
“Ikatan Alumni ini adalah sebagai wahana atau tempat bernaung bagi lulusan Mahasantri UAC Pacet Mojokerto agar tetap terbangun sinergi dan hubungan yang baik, termasuk melaksanakan amanah dari PAC, PC, PW Pergunu Bali dan KH. Asep Saifuddin Chalim,” Paparnya.
“Selain itu, dalam wadah IKAMA tentunya dapat banyak saudara, banyak maslahah, dan banyak manfaat khususnya mewujudkan semangatnya Cita-cita Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim,” Tambahnya.

Selanjutnya arahan Bapak H. Lewa Karma yaitu tentang Wisuda ke-5 dan persiapan pemberangkatan Calon Mahasantri Buleleng.
Dalam Rapat Koordinasi dengan Wali Mahasantri ada tanya-jawab kemudian di tutup dengan do’a yang dipimpin oleh KH. Maksum Amin.
Kontributor: Sahrul Muharram (PC Pergunu Buleleng)
Editor: Michael Andi
]]>Suasana keakraban dan kegembiraan memenuhi area Strawbery Camp Bedugul pada hari ini saat puluhan anggota pergunu se provinsi bali berkumpul untuk merayakan Halal Bihalal. Acara yang digelar di area terbuka ini menjadi ajang yang sangat dinanti-nantikan bagi seluruh peserta halal bihalal untuk bersilaturahmi sekaligus family gathering dengan penuh kebahagiaan
Acara diawali ketika seluruh hadirin bersama-sama mengumandangkan Mars Yalal Wathon, lagu kebangsaan dan Mars Pergunu yang sarat akan makna dari Pergunu itu sendiri. Suasana syahdu terasa di antara para hadirin, menunjukkan semangat kecintaan mereka terhadap Nahdlatul Ulama.

Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan hangat dari ketua panitia pelaksana yang sekaligus Sekretaris PW Pergunu Provinsi Bali, Siti Aminah, S.Pd., Beliau membuka dengan yel-yel Pergunu sebagai penyemangat untuk peserta halal Bihalal sembari memberikan sambutannya beliau menyampaikan, Selain Sebagai ajang Silaturahmi Melalui semangat halal bihalal ini, semoga niatan kita semua para pejuang Guru-guru Nahdhatul Ulama di Provinsi Bali semakin tumbuh dan berkembang dengan baik dan kompak sehingga bisa melaksanakan agenda-agenda ataupun program PW maupun PC Pergunu Bali di masa khidmat 2023-2028.
Adapun Jumlah seluruh anggota Pergunu Bali per hari ini sebanyak 1991 yang tersebar di 9 Kabupaten kota se provinsi bali dengan data sebagai berikut: Badung 77 anggota | Bangli 24 Anggota | Buleleng 1074 Anggota | Gianyar 52 Anggota | Jembrana 226 Anggota | Karangasem 137 Anggota | Klungkung 191 Anggota | Tabanan 60 Anggota | Denpasar 153 Anggota
“Dari sekian banyaknya Anggota yang hari ini hadir adalah sebagian perwakilan yang berjumlah -+ 100 orang”, Tandasnya.

Selanjutnya Drs. H. Makhfudz, MA. selaku ketua Pimipinan Wilayah Pergunu Provinsi Bali mengatakan dalam sambutannya, Niatan ikhlas seluruh anggota Pergunu Bali yang hadir saat ini semoga Allah memberikan Hidayah, Taufik dan maunahNya kepada kita semua, Aamiin
“Pada momentum kegiatan halal bihalal ini, saya berharap kepada diri saya pribadi maupun kelembagaan Pergunu Bali marilah semangat perjuangan untuk mengabdikan diri bagi kemajuan dan perubahan menjadi lebih baik selalu kita gaungkan dan menjadi insan/Guru yang memiliki dedikasi dan loyalitas pengabdian untuk negeri melalui wadah Persatuan Guru Nahdhatul Ulama”, Cuitnya
“Jadilah Guru Mulia dimulai dari diri sendiri tercermin dengan akhlak keseharian yang bisa memberikan teladan untuk diri sendiri, siswa dan keluarga masing-masing guru, Loyalitas dan Dedikasi untuk Organisasi menjadi suatu Keniscayaan serta ketaatan sesuai amanah AD ART dan Proses Berjalannya Manajemen Organisasi Pergunu”, Harapnya.
“Terakhir, melalui momentum Halal Bi Halal ini mari kita semua saling memaafkan atas khilaf dan kesalahan selama ini baik di sengaja ataupun tidak, baik pribadi atau dalam mengelola organisasi, Saya juga atas nama Ketua Pergunu Bali mohon dibukakan pintu maaf sebesar besarnya”, Tutupnya.

Sementara itu Kepala bidang pendidikan Islam kantor kementerian agama provinsi Bali yang diwakili oleh Syariful Anam S.Pd.I. selaku staf menyampaikan pesan dari Mahmudi, S.Ag, M.A selaku Kabid Pendis Kemenag Provinsi Bali menyampaikan bahwasannya melalui momen acara halal bihalal ini kami dari kantor bidang pendidikan islam provinsi bali sangat mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus pergunu, karena bisa melaksanakan halal bi halal ini, Kegiatan seperti ini tentu sangat bermanfaat untuk lebih mempererat tali silaturahmi antar semua, baik itu dari jajaran kepengurusan dan anggota dengan kami terutama dibidang pendidikan islam
Kuatnya silaturahmi maka akan mempermudah mencapai program-program yang telah disusun, baik dari tingkat pusat hingga daerah, hal ini begitu utama mengingat keberadaan pergunu sangat penting untuk bisa ikut terlibat secara aktif dalam mencerdaskan anak bangsa.
“Guru-guru NU harus mampu menguasai kurikulum pembelajaran dengan baik, apakah itu kurikulum yang mencerdaskan otak dan pikiran lebih-lebih kurikulum yang mencerdaskan ruh dan batin peserta didiknya”, Ungkapnya
“Diera modern ini guru-guru NU harus selalu melakukan peningkatan cara mendidiknya, melakukan perbaikan sesuai dengan kondisi zaman”

Dengan momen halal bihalal ini saya mengajak kepada pergunu mari ikuti semua saran dan masukan dari para pengurus pergunu, baik dari pengurus pusat maupun wilayah
“Tetaplah berperan aktif mendidik untuk kebaikan bangsa dimasa depan dan jadikanlah pergunu sabagai wadah untuk terus meningkatkan kreatifitas para guru khususnya untuk pergunu dan secara umum untuk guru-guru diindonesia”, Terangnya.
“Saya berpesan, tetaplah menjaga kekompakan besarkanlah pergunu kuatkanlah komitmen keNUan dan selalu satu komando dari tingkat pusat wilayah hingga daerah”, Tutupnya.
Reportase & Editor: Michael Andi
]]>
Pengurus tersebut dilantik langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Prof. Dr. KH. Asep Saefudin Chalim, M.A.
Turut hadir pada acara tersebut, Ketua Umum PP Pergunu, Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA, Wakil Ketua DPP Pergunu Dr .H. Saefullah, M.Pd, Wakil Rektor Universitas Kyai Haji Abdul Chalim Pacet Mojokerto Dr. H. Eng Fadly Usman, ST. ,MT beserta Rombongan DPP, Pergunu Kota Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bulelelng, Klungkung, Bangli, Ketua PWNU Prov. Bali, Muslimat Nahdlatul Ulama Prov. Bali, Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin Provinsi Bali, Ketua PW Isnu Bali, PW GP Ansor Prov. Bali, Ketua Lakpesdam PWNU Bali
Ketua Purnawirawan TNI AD Prov. Bali, Ketua Purnawirawan POLRI Prov. Bali,, Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali, Rektor Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar, Rektor Institut Nahdlatul Ulama Prov Bali, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar,, DMI Kota Denpasar Ketua KKMI, KKMTs, & KKMA Kota Denpasar, Ketua IGRA Kota Denpasar, Ketua KKG, MGMP, PAI SMP & SMA Kota Denpasar, Ketua IGI Prov Bali, Ketua SAHI Prov Bali, dan Balai Diklat Kementrian Agama Provinsi Bali.

Ketua panitia pelaksana sekaligus Ketua PC Pergunu Kabupaten Buleleng, H. Lewa Karma, M.Pd, mengatakan bahwasannya dalam setiap event mengawali organisasi kita untuk bekerja, salah satu hal yang dipersiapkan adalah membuat perencanaan pekerjaan, Maka dari itu PW Pergunu Provinsi Bali pada masa khidmat 2023. Yang berakhir nanti 5 tahun mendatang. Diawali dengan kegiatan perencanaan program kerja yang akan sama sama kita lalui dalam program Rakerwil
“Dalam rakerwil nanti tentu banyak program rekomendasi yang akan kita persiapkan. Semoga kepengurusan pada masa bakti ini nanti bisa menawarkan dan memberikan solusi dalam hal pelaksanaan beberapa rencana kerja yang lebih manfaat dan lebih bermartabat untuk kepentingan pergunu khususnya dan Nahdatul Ulama pada umumnya”, Ujarnya.
“Agenda Rakerwil yang akan kita laksanakan pada hari ini merupakan titipan agenda keseluruhan baik agenda dari cabang maupun agenda dari pimpinan pusat, sehingga program program yang sudah temaktub dalam PD PRT dan PO pada kegiatan rakernas yang lalu di pimpinan pusat itu bisa dijabarkan dalam kegiatan rakerwil pada hari ini di Pimpinan Wilayah”, Tambahnya.

“Pergunu adalah salah satu organisasi yang menurut kami Yang betul betul akan memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan yang ada di Bali. Kami selaku kepala Bidang Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali tentunya Sangat apresiatif, mensupport dan mendukung secara historis Pergunu yang ada dibali ini”, Sambutnya Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Mahmudi, S.Ag, M.A.
Tanggung jawab kami selaku bidang pendidikan Islam untuk pergunu ini memang harus dan Tidak lepas bahwasannya kami itu punya tanggung jawab dalam hal bagaimana pendidikan yang ada di Bali ini Maju, Prestasi tentunya Unggul, Ini tidak lepas dari pada para guru guru kami, karena guru guru itu secara tidak langsung tetap Di dalam komando bidang pendidikan islam.
“Pergunu yang sudah berjalan satu periode, harapan kami yang selanjutnya Pak Haji Makhfudz selaku ketua nantinya bisa betul-betul meningkatkan bagaimana pergunu yang ada di bali ini mempunyai kegiatan yang bisa memberikan kontribusi, meningkatkan mutu para guru-guru kita”, Harapnya.
“Selaku anggota Pergunu harapan kami bukan hanya kita itu bangga menjadi anggota NU atau Pergunu, tapi dimana bapak ibu mempunyai tanggung jawab bagaimana kita itu memberikan satu pencerahan atau memberikan satu edukasi pembelajaran kepada anak-anak kita”, Terangnya.

“Harapannya untuk ke depan Tentu setelah dilantik ini pergunu Bali bisa berkiprah lebih jauh ke depan, lebih bisa Berinteraksi lagi kepada masyarakat banyak dan Pergeraka- pergerakan guru-guru Nahdlatul Ulama bisa melekat di masyarakat Bali nantinya, dan ini semua tentu harus Memiliki motivasi bersama untuk meraih masa depan yang lebih baik”, Ungkapnya H. Ekky Rezal, M.SE. Selaku Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan PW Pergunu Bali.

“Bagaimana kontribusi-kontribusi yang sudah baik untuk terus ditingkatkan sehingga peran pergunu benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat bali, khususnya warga nahdliyin, bagaimana juga sekiranya peran guru-guru NU bisa memberikan kontribusi disetiap lingkup pendidikan, baik itu sekolah maupun madrasah. karena sekolah dan madrasah ini masih sangat membutuhkan peran pergunu”, Jelasnya KH. Abdul Azis, S.Pd.I (Ketua PWNU Bali).
“Sekiranya nanti ada program yang lebih menyentuh, bagaimana anak-anak kita lebih kenal tentang Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, bagaimana anak-anak kita lebih memahami terhadap ilmu-ilmu keagamaan yang bisa kita jadikan bekal didalam kehidupan sehari-hari yang tentunya bisa menjadi bekal ke akhirat kelak” Imbuhnya.
Reportase & Editor: Michael Andi
]]>Pergunu yang merupakan badan otonom yang menjadi wadah perjuangan para guru, ustadz maupun dosen di lingkungan Nahdlatul Ulama, Anggota Pergunu Bali sendiri hingga saat ini jumlahnya tercatat sebanyak 1.963 orang yang tersebar seluruh kabupaten dan kota.
Konferwil Pergunu Bali ini mengagendakan Laporan pertanggung jawaban (LPJ) dan pemilihan ketua Pimpinan Wilayah yakni dihadiri 9 Pimpinan Cabang Se-Provinsi Bali
Dalam pandangan umum yang disampaikan semuanya menyatakan laporan pertanggung jawaban (LPJ) bisa diterima sehingga kepengurusan Pimpinan Wilayah Pergunu Bali dinyatakan Demisioner

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua PWNU Provinsi Bali yang dalam hal ini diwakili oleh Dr. H. Abu Siri, S.Ag, M.Pd mengatakan dalam sambutannya, bahwa Pergunu itu harus bisa menangkap peluang dari industry 5.0 jika tidak pergunu yang tergabung dalam satu masa yang memang betul-betul satu masa itu sudah berubah dengan kemajuan teknologi yang ada
“maka dari itu Pergunu itu harus berubah, tidak hanya ilmunya yang berubah, namun juga harus sesuai dengan perkembangan zaman yang ada, sehingga guru yang tergabung di dalam organisasi Pergunu tidak ada lagi yang gagap teknologi dan semuanya harus melek teknologi yang memang sudah menjadi tuntutan zaman”, Tuturnya.

Selanjutnya, Ketua PW Pergunu Provinsi Bali, Drs. H.Makhfudz, MA. Mengatakan bahwasannya konferwil ini merupakan salah satu upaya organisasi dalam mewujudkan tujuan dan visi serta misi Pergunu. Forum musyawarah tertinggi ditingkat provinsi ini diharapkan dapat terselenggara dengan baik, lancar dan mencapai tujuan konferensi.
“Menciptakan budaya pendidikan unggul, lembaga yang kuat, guru profesional dan kompetitif memerlukan kendaraan serta pengabdian tanpa batas waktu. Konferwil ini adalah ikhtiar bersama dalam upaya mewujudkan organisasi guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang berdedikasi serta sejahtera”, Terangnya.
Terakhir, Kepala kantor kementrian agama kabupaten jembrana, I Gede Sumarawan, S.E, M.Pd.H. berharap bagaimana guru-guru yang tergabung dalam pergunu ini bisa lebih meningkatkan kualitas, terlebih sekarang sudah memasuki revolusi industry 5.0, sebagaimana dengan tema yang ada pada konferwil pergunu ini yaitu merekonstruksi peradaban guru di era revolusi 5.0 Pergunu menyambut peradaban baru indonesia

Dalam regulasi kita ada yang Namanya UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, termasuk pada pasal 41 ayat 2 dinyatakan bahwa organisasi profesi guru berfungsi untuk kemajuan profesi guru
“Pergunu ini sangat memberikan support dan dukungan kepada kementerian agama republik Indonesia khususnya dibidang Pendidikan agama, maka dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan yang memang merupakan misi dari pada kementrian agama”,Ungkapnya.
“Konferensi pergunu ini diharapkan mampu merumuskan regulasi yang tepat antara tuntutan era revolusi 4.0 dan 5.0 dengan kepentingan nasional, agama dan bangsa”, Harapnya
“Jadi dengan melaksanakan konferwil ini tentu bagaimana pergunu ini bisa terus berperan aktif yang kemudian memformulasikan bagaiamana kepentingan nasional itu sendiri yang dalam hal ini yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yang salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu dari pada amanat dalam UUD 1945 dalam pembukaanya”, Tutupnya.
Pewarta: Michael Andi
]]>Para santri yang akan melanjutkan studi S1 di Mojokerto Jawa Timur itu dilepas secara resmi oleh Pengurus Wilayah Pergunu Provinsi Bali yang didampingi oleh Dr. Dadang Hermawan (Rektor ITB Stikom Bali) dan Dr. H. Nurianto (Ketua HPN Provinsi Bali), di masjid Baiturrahmah, kampung jawa, Denpasar-Bali, Senin (11/9/2023).
Ketua Pimpinan Wilayah Pergunu Provinsi Bali, Drs. H. Makhfudz, MA. Berpesan kepada Anak-anak Mahasantri yang mendapatkan beasiswa Pergunu Bali Tahun Akademi 2023/2024 Hendaknya menggunakan waktu dan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, Mahasantri juga hendaknya Segera untuk bisa beradaptasi dengan Lingkungan yang baru

Tekun belajar dan Berorganisasi di kampus dan menyelesaikan perkuliahan tepat dengan waktu, selanjutnya kami Pergunu Provinsi Bali akan bangga dan akan membantu kelanjutan studi mereka hingga S2 bahkan S3
“Kalian saat ini sedang berproses untuk menuju kehidupan dan masa depan yang lebih baik lagi, Tholabul Ilmi mulai dari buaian hingga liang lahat”, Tuturnya.
“Penerimaan beasiswa adalah nikmat yang patut disyukuri, karena orang yang bersyukur maka nikmat nya akan ditambah oleh Allah SWT, niatkan hati yang lurus”, Tutupnya.
“Kerjakan semua tugas belajar sesuai arahan para pengajar atau dosen kalian, setelah lulus S1, nanti kalian bisa melanjutkan S2 di Stikom Bali”, Ujar Dr. Dadang Hermawan.
Para penerima beasiswa kali ini berasal dari keluarga besar Nahdlatul Ulama yang tinggal di Karangasem, Badung, Denpasar, Buleleng, Klungkung dan Tabanan.

Selain para Orang tua wali Mahasantri, hadir pula Kepala Dusun Wanasari Badrus Samsi, Ketua HPN Bali (Dr. H. Nurianto R.S, SH. ,MH.,MM.) dan didampingi oleh Rektor ITB Stikom Bali (Dr. Dadang Hermawan)
dalam kesempatan ini juga beliau Dr. H. Nurianto R.S, SH. ,MH.,MM. berpesan kepada para mahasantri agar mematuhi aturan yang ada di Pesantren dan Kampus serta memberikan nama baik bagi pergunu Bali serta mendoakan kesuksesan untuk mahasantri beasiswa pergunu Bali.
Kegiatan ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Ketua PC Pergunu Denpasar sekaligus Takmir Masjid Baiturahman Kampung Jawa Denpasar.
Kontributor : Siti Aminah, S.Pd
Editor : Michael Andi