Ketua panitia pelaksana sekaligus Rektor Institut sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Prov. Bali (Itsnuba), Dra. Hj. Azizah Aziz, M.Pd., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan HGN kali ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memupuk semangat kompetisi untuk memajukan negeri. “Kami menyelenggarakan lima kategori lomba, mulai dari Hadrah tingkat SD/MI dan remaja, Mars Pergunu, karya tulis ilmiah, hingga got talent. Ada juga lomba mewarnai untuk anak TK/RA dan tingkat SD/MI” jelasnya.
Azizah juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang terlibat dalam suksesnya acara ini, termasuk donatur, sponsor, dan panitia pelaksana. “Kami sangat berterima kasih kepada Yayasan Kalifa Nusantara yang telah memfasilitasi kegiatan ini,” tuturnya.
Kabid Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, H. Noer Yassin, M.Pd., memberikan apresiasi atas penyelenggaraan HGN yang menjadi momen pertama di tingkat provinsi oleh Pergunu Bali. “Meskipun sudah di penghujung tahun, ini langkah maju untuk memperkuat peran guru,” ujarnya.
Ia menyoroti pentingnya kreativitas dan inovasi di kalangan guru Bali. “Saat Hari Guru Nasional, hanya 39 dari 1.000 guru yang berani mendaftar lomba tingkat nasional. Namun, Bali membuktikan kualitasnya dengan meraih Juara 1 Nasional melalui guru MTs Al-Hidayah Candikuning, Tabanan,” ungkapnya.
Noer Yassin juga menekankan pentingnya guru menulis dan membuat penelitian. “Kami berharap Pergunu dan PGM bisa mendorong guru untuk lebih aktif berkarya. Dengan merger data SIMPATIKA dan EMIS mulai Januari, pemerintah akan mendukung pengembangan guru yang lebih baik,” tambahnya.

Ketua PWNU Provinsi Bali, yang diwakili oleh Dr. H. Abu Siri, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa momentum HGN harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas guru. “Tema ‘Guru Kuat, Indonesia Hebat’ menjadi pijakan penting untuk dedikasi, martabat, dan pengembangan diri para guru. Kami berharap guru-guru di bawah naungan Pergunu semakin luar biasa,” katanya.
Dengan resmi dibuka, rangkaian acara HGN 2024 diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan generasi emas Nusantara. “Guru adalah pilar peradaban. Jika gurunya kuat, bangsa ini akan hebat,” pungkas Abu Siri.
Acara ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi untuk para pendidik, tetapi juga panggung bagi bakat dan potensi generasi muda, melanjutkan semangat membangun Indonesia yang lebih gemilang.
Selain kegiatan pendidikan, acara ini juga diramaikan oleh kehadiran para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang memamerkan produk-produk unggulan mereka. Kehadiran UMKM menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta dan tamu yang hadir untuk berbelanja dan membeli oleh-oleh
Reportase & Editor: Michael Andi
]]>Acara ini menghadirkan psikolog klinis, Hari Imam Wahyudi, S.Psi., Psikolog, sebagai pemateri utama. Beliau dikenal sebagai pakar kesehatan mental dan pemerhati psikologi anak. Dalam paparannya, Hari Imam membahas pola pendidikan yang sesuai bagi Generasi Z, yang lahir dalam rentang tahun 1995-2010.
“Generasi Z hidup di tengah arus digitalisasi dan globalisasi, sehingga pendekatan pendidikan tidak bisa lagi menggunakan pola lama,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya apresiasi, pembelajaran berbasis digital, serta cara mendidik yang adaptif tanpa bersikap otoriter. “Guru harus memahami karakter unik Gen Z dan terus belajar untuk mengikuti perkembangan zaman,” tambahnya.
Seminar ini berlangsung intensif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Materi yang kompleks namun disampaikan secara menarik membuat para peserta bertahan khidmat hingga acara berakhir. Hadir pula jajaran pengurus PERGUNU wilayah Bali yang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.
Ketua PC PERGUNU Klungkung menyampaikan harapannya agar seminar ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tengah tantangan era digital. “Pendidikan bukan hanya tentang siswa. Guru juga harus terus memperkaya diri untuk mendampingi generasi masa depan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen PERGUNU dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan bangsa. Selamat Hari Guru Nasional 2024, guru adalah lentera yang menerangi jalan menuju masa depan.
]]>