Kiriman puisi pada 24-12-18 dimoderasi tanggal 24-12-18
Selamat Membaca!
Berorientasi dari bumi perkemahan
Menjadi objek sebuah kenangan
Tiga puluh enam jam bersama angan
Angan dari perjumpaan tunas kelapa
Ketika lokasi menjadi harmonisasi
Tongkat dan tali diiringi melodi
Api unggun bernada improvisasi hati
Baris senyuman bibirmu
Tatapan tajam matamu
Terbidik cepat dalam panoramaku
Dan kau bunyikan tanda itu
Mimik itu membuatku ingin bernyanyi
Berjanji bersama hati
Hari yang benar benar bernadi
Hari mulai malam
Dan kita masih disini
Di bumi perkemahan ini
Malam ini kami saling mencari
Entah apa yang di telusuri
Dan akhirnya malam ini
Tatapan itu mengizinkan hadir kembaki
Ini lebih dekat dari yang ku lihat
Sama sama mencari syarat untuk mengikat
Dengan tempo yang tercipta
Membentuk sebuah ritme detakan cinta
Dalam sandi Pradja Muda Karana
Dan tenda pada malam itu
Menjadi intonasi sebuah peresmuan
Peresmian dalam lingkar harapan
Harapan dengan tebaran hamparan
Aku sempat berfikir
Apa rasa itu akan terus berjalan
Atau sebatas ruang lingkup perkemahan
Sungguh aku ingin terus menuju bersama dirimu
Saat waktu memaksa untuk berlalu
Sungguh komponen itu datang dengan nama rindu
Karna bagi diri ini detik berketuk lambat tanpa adanya dirimu
Saat usahaku menunggu
Terjun dengan sungguh
Dan benar kau datang lagi
Dengan sebuah pesan singkat itu
Dan saat sedetik waktu lagi
Menunjukn kita untuk bertemu
Sungguh aku sangat tersipu
Dengan mohon,
Janganlah cepat berlalu
Atau aku kembali rindu
Karya : Ninda Ayu Distira
