Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas ikmat iman dan islam.
Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW sekeluarga dan para sahabatnya dan semoga kita semua mendapatkan syafaatnya.
Bencana atau musibah itu terkadang menjadi nimat dan terkadang menjadi adzab tergantung bagaimna kita menyikapinya.
Kapan menjadi nikmat? Yaitu apabila dengan bencana itu kita menjadi orang yang sabar dan kembali kepada Allah. Lebih bertaqwa kepada Allah.
Lebih semangat menjalankan perintah – perintah Allah dan lebih semangat manjauhi larangan Allah. Maka kalau ternyata musibah menjadikan kita lebih baik berarti itu nikmat dari Allah SWT.
Bagi orang yang beriman dia selalu mengambil pelajaran dari setiap musibah yang menimpanya. Sedangkan orang yang kurang beriman dia selalu berubah sangka keapada Allah dari setiap musibah yang menimpa.
Orang yang beriman, segera kembali dan banyak menggucapkan istighfar kapada Allah SWT, mengakui kesalahan dan dosa dosanya kemudian berusaha untuk memperbaiki tingkah laku terutama ibadah yang munkin selama ini ditinggalkan maka musibah yang meninpanya menjadi nikmat, menjadikan manusia yang lebih taat kepada Allah menjadi manusia yang lebih baik.

Musibah menjadi Adzab..
Musibah akan menjadi adzab atau malapetaka jiika setelah adannya musibah menjadikan kita jauh dari Allah menjadikan kita berfikir buruk kepada Allah bahkan membuat jauh dari Allah.
Kewajiban kita adalah selalu berbaik sangka kepada Allh, Tidak mungkin Allah mendholimi hamba – hambanya, Allah ingin musibah menghapus dosa – dosa kita dan mengangkat derajat kita.
Allah ingin kita tunduk dan selalu mengingat kepa-Nya, oleh karena itu sebaiknya setitap dari kita harus intropeksi diri, dalam segala hal dan selalu berfikir baik kepada setiap masalah dan musibah yang terjadi di kehidupan kita.
Oleh Penyuluh : Fitriyani
Editor : Irfandi