Dalam momentum peringatan satu abad Nahdlatul Ulama, PCNU Kabupaten Tabanan menggelar Lailatul Ijtima’ perdana sebagai langkah strategis memperkuat konsolidasi organisasi dan menghidupkan kembali tradisi spiritual warga Nahdliyin, Sabtu malam (31/1/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus PCNU, badan otonom, lembaga NU, serta perwakilan MWCNU se-Kabupaten Tabanan. Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian shalawat, tawassul, dan istighosah sebagai ikhtiar spiritual memperkuat perjuangan organisasi.
Rangkaian acara diawali dengan lantunan shalawat oleh tim hadrah, dilanjutkan tawassul yang dipimpin Rais Syuriyah MWCNU Tabanan, serta pembacaan istighosah oleh Katib Syuriyah, Ustadz Solichin Ali Munawar, sebagai ikhtiar spiritual memohon keberkahan perjuangan organisasi.
Ketua Panitia, Abu Zairi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan berbagai pihak meskipun persiapan dilakukan dalam waktu yang singkat.
“Dalam waktu kurang dari sepekan, panitia mampu menghimpun dana sebesar Rp12.350.000 dari target Rp10 juta. Ini menunjukkan semangat kebersamaan warga NU di Tabanan sangat luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Tabanan, H. Ali Mahfud Aang Kunaefi, S.Ag., menegaskan komitmen PCNU Tabanan untuk mengaktifkan sepuluh lembaga NU meskipun kepengurusan masih tergolong baru.
Dalam sambutannya, ia menyebutkan sejumlah lembaga yang mulai digerakkan, antara lain LP Ma’arif, LAZISNU, LTN NU, LBMNU, LPBHNU, LPNU, LDNU, LPBINU, Lesbumi, serta Lembaga Pengembangan Pertanian NU. Selain itu, PCNU Tabanan juga tengah mempersiapkan peluncuran Badan Usaha Milik NU (BUMNU).
“Momentum satu abad NU ini harus kita jadikan sebagai titik tolak konsolidasi organisasi, penguatan administrasi berbasis digital, serta kaderisasi yang berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, konsolidasi organisasi menjadi penting mengingat umat Muslim di Kabupaten Tabanan merupakan minoritas. Namun dengan soliditas dan kebersamaan, NU diyakini mampu bergerak dan mandiri.
Selain itu, PCNU Tabanan juga mendorong transformasi digital dalam tata kelola organisasi, termasuk penggunaan sistem absensi berbasis barcode dan penyimpanan data melalui layanan digital.
Pada kesempatan tersebut, PCNU Tabanan juga meluncurkan forum komunikasi warga Nahdliyin Kabupaten Tabanan melalui grup media sebagai sarana silaturahmi dan penyebaran informasi organisasi.
Terkait program Lailatul Ijtima’, H. Ali Mahfud menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menghidupkan kembali tradisi para kiai dan masyayikh NU terdahulu.
“Lailatul Ijtima’ akan dilaksanakan secara rutin setiap malam Ahad minggu ketiga setiap bulan sebagai wadah silaturahmi, konsolidasi, dan penguatan spiritual warga NU di Kabupaten Tabanan,” jelasnya.
Ia berharap PCNU Tabanan dapat terus membersamai seluruh badan otonom dan lembaga NU dalam suka dan duka, serta menjadi kekuatan yang membawa kemanfaatan bagi umat dan masyarakat luas.
“Kegiatan ini menjadi awal yang baik. Dengan kebersamaan dan semangat khidmah, NU Tabanan insyaallah akan terus berkembang dan memberi manfaat,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai wujud harapan agar Nahdlatul Ulama terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat, khususnya di Kabupaten Tabanan.
_______________________________________________________
Reportase & Editor: Michael Andi
















