Dikutip dari halaman Instagram @jaringangusdurian: “Pertandingan Liga Itali antara Juventus vs Cagliari mencuri perhatian karena wajah para pemain digores lipstik warna merah. Hal tersebut merupakan kampanye anti-kekerasan terhadap perempuan. Selain pertandingan tersebut, semua pertandingan Seri A juga melakukan hal yang sama.
KOPRI PK PMII IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada tanggal 25 November kemarin menggelar kampanye dalam bentuk diskusi dengan tema “Revitalisasi Gerakan KOPRI dalam Mewujudkan Negeri yang Berdaulat dan Bebas Kekerasan”. Acara ini bertujuan memberikan pemahaman tentang bias Gender yang terjadi di lingkungan masyarakat maupun kampus, sebagai bentuk kampanye KOPRI PK PMII melawan kekerasan seksual yang rentan terjadi dilingkungan kampus dan sebagai bentuk dukungan KOPRI bersama organisasi lain dalam bergerak bersama untuk mewujudkan Indonesia yang bebas kekerasan.
Di Bali sendiri kampanye ini juga dilakukan oleh Women Crisis Center Bali dengan menyelenggarakan Sekolah Paralegal Anti-Kekerasan (SPEAK) yang bekerjasama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat sebagaimana yang tertera di halaman Instagram @lbhbwcc, sekolah paralegal ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan hokum bagi perempuan di Bali dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas paralegal agar dapat membantu para korban kekerasan.
Sebagai warga Indonesia dan seorang perempuan apa yang bisa kita lakukan ?
Selain berbagai macam kampanye di atas, kita juga dapat serentak menyalakan warna ungu di media sosial seperti mengganti profil Instagram, facebook, Twitter dan media sosial lain dengan warna ungu. Warna ungu dalam ilmu Psikologi pada sub materi psikologi warna, warna ungu melambangkan kebijaksanaan dan keanggunan yang kemudian warna ungu dijadikan sebagai simbol gerakan perempuan. Kampanye menyalakan warna ungu dimedia sosial juga sebagai gerakan untuk mencegah agar tidak ada lagi korban kekerasan.
Dinul Qoyyimah, PAC IPPNU Baturiti
]]>Oh.. begitu saja
Semua kuterima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam
Diruang rindu kita bertemu..
Anak tahun 2000-an pastinya sudah tidak asing mendengar lirik ini. Lirik penggalan dari lagu ruang rindu yang dibawakan oleh band letto berjudul “Ruang Rindu”. Ketika pertama saya mendengar lagu ini memberikan kesan berlebihan atau kata anak zaman now “lagu alay” karna liriknya yang tidak mudah saya pahami sebagai ungkapan rindu dan cinta. Setelah beranjak dewasa penulis mendengarkan kembali lagu tersebut, dalam interpretasi penulis lagu ini memberikan kesan mendalam jika didengarkan secara seksama.
Menurut beberapa info yang penulis dengar dan lihat melalui Instagram lagu ini memiliki tafsir sufistik antara seorang hamba dengan Tuhan-Nya. Hemat penulis Ilmu tasawuf adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat Tuhan atau pendekatan kepada Tuhan secara lebih mendalam. Dalam Jurnal karya Aly Mashar: “Tasawuf: Sejarah, Madzhab dan Inti Ajarannya”, pengertian tasawuf adalah bagian dari syari’at Islam yang memuat suatu metode untuk mencapai kedekatan kepada Tuhan dan juga untuk mencapai kedekatan atau penyatuan antara hamba dan Tuhan dan juga untuk mencapai kebenaran hakiki (ma’rifat) Dalam ilmu tasawuf terdapat pemahan tentang sufi. Sufi berasal dari Bahasa Yunani “Shufiya” yang berarti hikmah. Menurut Syukur dalam buku “Menggugat Tasawuf” kata “Shuf” berarti kain wol. Kain wol tersebut terbuat dari bulu domba, pada masa awal adanya istilah tasawuf seorang sufi memakai pakaian sederhana yang terbuat dari bulu domba. Sufi dapat juga diartikan seseorang yang telah mencapai tingkat kewalian.
Kembali pada lagu di atas, pada lirik pertama “Di daun yang ikut mengalir lembut, terbawa sungai ke ujung mata. Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada”. Menurut hemat penulis lirik ini keadaan seseorang dalam kesunyiaan yang begitu mengcintai sang Maha sampai ia takut untuk terbawa rindu untuk selalu bertemu dengan sang Maha segala. Dalam ilmu tasawuf keadaan ini sebagai bentuk perjalanan rohani yang dilakukan seorang sufi dengan hidup sederhana dan lebih banyak mendekatkan diri kepada Tuhan. Ketika bertambahnya kerinduan dan cinta ia mengalami perubahan karakter dan perubahan kelas spiritual.
“Jalan ku hampa dan kusentuh Dia, terasa hangat oh.. di dalam hati. Kupegang erat dan kuhalangi waktu tak urung jua kulihatnya pergi.” Pada lirik ini kita belajar ketika kehampaan, kerinduaan dan kekosongan diri datang menghampiri hal yang dapat kita lakukan adalah mendekatkan diri kepada Tuhan dengan sholat, dzikir dan ibadah lainnya. Ketika kita merasakan kehadiran Tuhan dalam setiap ibadah, ada rasa hangat yang menyentuh relung kalbu. Ketika seorang sufi merasakan kehadiran Tuhan akan ia genggam erat dan tak ingin beranjak dari ibadahnya.
“Kau datang dan pergi oh.. begitu saja. Semua kuterima apa adanya, mata terpenjam dan hati menggumam diruang rindu kita bertemu.” Ketika kita merasa jauh dan dekat dengan Tuhan, kita harus selalu merasa Tuhan itu dekat. Tuhan tidak pergi kita yang sering meninggalkannya(RC). Pada lirik mata terpejam dan hati menggumam menurut Noe “letto” lirik adalah keadaan kita dalam mengingat Tuhan dengan kalimat-kalimat dzikir, manifestasi dari segala rindu adalah kerinduan kepada sang Kuasa, jauh dekat memang cara Tuhan menumbuhkan rindu kepada kita.
Menurut penulis disitu terjadi pertemuan dari kerinduan kepada sang Maha Kuasa. Dari lagu ini kita dapat belajar mencintai Tuhan, menumbuhkan kerinduan kepada-Nya dengan beribadah sholat, dzikir dan ibadah lain. Pembelajaran ini bisa jadi terdapat kesalahan, karena setiap orang dapat memberikan tafsiran yang berbeda-beda dan tentang ilmu tasawuf yang penulis sampaikan tentunya masih banyak kekurangan. Salam hangat.
Judul : Belajar Tasawuf Melalui Lagu “Ruang Rindu” Letto Band
Penulis : Dinul.. IPP Baturiti
Puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas ikmat iman dan islam.
Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW sekeluarga dan para sahabatnya dan semoga kita semua mendapatkan syafaatnya.
Bencana atau musibah itu terkadang menjadi nimat dan terkadang menjadi adzab tergantung bagaimna kita menyikapinya.
Kapan menjadi nikmat? Yaitu apabila dengan bencana itu kita menjadi orang yang sabar dan kembali kepada Allah. Lebih bertaqwa kepada Allah.
Lebih semangat menjalankan perintah – perintah Allah dan lebih semangat manjauhi larangan Allah. Maka kalau ternyata musibah menjadikan kita lebih baik berarti itu nikmat dari Allah SWT.
Bagi orang yang beriman dia selalu mengambil pelajaran dari setiap musibah yang menimpanya. Sedangkan orang yang kurang beriman dia selalu berubah sangka keapada Allah dari setiap musibah yang menimpa.
Orang yang beriman, segera kembali dan banyak menggucapkan istighfar kapada Allah SWT, mengakui kesalahan dan dosa dosanya kemudian berusaha untuk memperbaiki tingkah laku terutama ibadah yang munkin selama ini ditinggalkan maka musibah yang meninpanya menjadi nikmat, menjadikan manusia yang lebih taat kepada Allah menjadi manusia yang lebih baik.

Musibah menjadi Adzab..
Musibah akan menjadi adzab atau malapetaka jiika setelah adannya musibah menjadikan kita jauh dari Allah menjadikan kita berfikir buruk kepada Allah bahkan membuat jauh dari Allah.
Kewajiban kita adalah selalu berbaik sangka kepada Allh, Tidak mungkin Allah mendholimi hamba – hambanya, Allah ingin musibah menghapus dosa – dosa kita dan mengangkat derajat kita.
Allah ingin kita tunduk dan selalu mengingat kepa-Nya, oleh karena itu sebaiknya setitap dari kita harus intropeksi diri, dalam segala hal dan selalu berfikir baik kepada setiap masalah dan musibah yang terjadi di kehidupan kita.
Oleh Penyuluh : Fitriyani
Editor : Irfandi
Sebenarnya dalam beberapa riwayat tidak menjelaskan mengenai biografi Aminah binti Wahab secara rinci, dan hanya beberapa periode tentang kehidupannya seperti saat di nikahi oleh Abdullah bin Abdul Muthalib dan akhirnya memiliki putera yaitu Nabi Muhammad Saw. Namun setidaknya kami coba menggali dan memberikan sedikit informasi yang bisa disampaikan kepada pembaca sekalian.
Saat Aminah di nikahi oleh Abdullah, ia di sebut sebagai perempuan terbaik di kalangan Qurays karena sebelum melamar Aminah, ada beberapa perempuan yang telah di tawarkan kepada Abdullah namun yang di pilih adalah Aminah. Sehingga pernikahan Abdullah dengan Aminah membuat banyak perempuan saat itu yang patah hati.
Namun, tidak berselang lama Aminah harus rela di tinggal pergi oleh Abdullah untuk melakukan perjalanan berdagang saat ia masih hamil muda. Kemudian, saat perjalan pulang menuju Makkah Abdullah jatuh sakit sehingga ia memutuskan untuk beristirahat di Madinah dan akhirnya meninggal dunia di kota tersebut.
Ketika mendengar bahwa suaminya meninggal, Aminah pun mengalami kesedihan yang teramat dalam. Ia pun harus melewati masa kehamilan dan melahirkan tanpa adanya seorang suami di sampingnya. Awalnya, Aminah mengasuh sendiri Nabi Muhammad Saw dan menolak setiap tawaran orang yang hendak mengasuh bayinya.
Namun, akhirnya ia mempercayakan Halimatus Sa’diyah untuk mengasuh dan menyusui Nabi Muhammad Saw. Muhammad kecil berada dalam asuhan Halimatus Sa’diyah sampai berusia dua tahun. Namun, karena Nabi Muhammad Saw membawa keberkahan dan menjaga Halimatus Sa’diyah dari wabah penyakit yang saat itu sedang menyerang kota Makkah, maka ia pun meminta izin kepada Aminah agar tetap mengasuh puteranya tersebut beberapa tahun lagi.
Ibunda Aminah pun menyetujui dan mengizinkan permohonan tersebut. akirnya, pada tahun ke enam setelah tahun Gajah, Nabi Muhammad Saw di kembalikan pada Aminah saat berusia 5 tahun lebih,
Sedangkan, kisah seding kembali bergulir Aminah binti Wahab meninggal dunia saat puteranya ( Nabi Muhammad Saw) telah berusia enam tahun. Waktu itu, Aminah binti Wahab bersama putranya melakukan perjalanan menuju ke Madinah untuk berziarah ke makam suaminya, Abdullah bin Abdul Muthalib.
Ketika dalam perjalanan, Aminah tiba-tiba jatuh sakit dan meminta Nabi Muhammad Saw untuk beristirahat terlebih dahulu. Namun, Aminah tidak mampu melanjutkan perjalanan dan akhirnya ia pun wafat di Madinah. Ibu yang sangat mulia itu meninggalkan puteranya Nabi Muhammad Saw yang masih kecil. Ia wafat pada tahun 576 M di Madinah sedangkan jenazahnya di makamkan di Al-Abwa.
Adapun beberapa pendapat mengenai keimanan Aminah binti Wahab antara lain sebagai berikut :
Pendapat pertama menyebutkan bahwa ketika Rasulullah Saw dalam perjalanan menuju Madinah untuk menyelesaikan Haji wada’, beliau mampir pada sebuah kuburan yang telah rusak. Rasulullah Saw berdiri di depan kuburan tersebut kemudian menangis, lalu para sahabat bertanaya,
“Ya Rasulullah Saw, kuburan siapa yang engkau tangisi?”. Rasulullah Saw menjawab “ Kuburan ibundaku, Aminah binti Wahab. Saya memohon kepada Allah Swt untuk memberikan izin kepadaku agar dapat berziarah, kemudian turun izin dan saya pun berziarah.”
Pendapat kedua, Imam Siddiq berkata “ Jibril datang menghadap kepada Rasulullah Saw dan berkata, “ Wahai Muhammad ! Sesungguhnya Allah Swt memberikan izin kepadamu untuk memberikan syafaat keppada lima orang, (di antaranya) Rahim yang mengandungmu yaitu Aminah binti Wahab….”
Dari beberapa pendapat di atas maka dapat di simpulkan bahwa Aminah binti Wahab semulia-mulianya seorang ibu dan wanita. Ibunda Aminah mendapat syafaat dari puteranya yaitu Nabi Muhammad Saw, sehingga ia bukanlah termasuk dalam orang-orang yang musyrik ataupun kafir.
Adapun dari pendapat penulis pribadi, jika ada yang mengatakan bahwa Aminah binti Wahab ibunda Nabi Saw termasuk golongan kafir, maka ia termasuk orang-orang yang tak punya adab dan seburuk-buruknya perilaku manusia. Naudzubillah min dzalik
Wallahua’lam bisshawab.
Sumber : https://pecihitam.org/
]]>1. Hijrah Pertama Kali Rasulullah Saw ke Habasyah
Di bulan Rajab inilah Nabi Muhammad Saw melakukan hijrah yang pertama kali ke Habasyah pada tahun-tahun pertama Bi’tsah ( di utusnya Nabi Muhammad Saw sebagi Nabi dan Rasul). Atas perintah Nabi Muhammad Saw tersebut, rombongan kaum muslimin melakukan perjalanan ke Habasyah (Etopia).
Hijrah yang pertama kalinya ini merupakan langkah yang di lakukan oleh Rasulullah Saw bersama kaum muslimin untuk menyelamatkan diri dari segala bentuk penindasan yang di lakukan oleh kaum kafir Qurays. Selama berada di Habasyah, ada beberapa kaum muslimin yang meninggal dunia yaitu seperti Amr bin Ummayah, Hathib bin Harits, Musa bin Harits dan Urwah bin Abdul Uzza. .
2. Peristiwa Isra’ Mi’raj
Pada tanggal 27 Rajab tahun 620 M, tepat pada tahun ke 10 kenabian terjadi peristiwa Isra’ mi’raj yaitu proses perjalanan luar biasa yang di alami oleh Rasulullah Saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian naik ke Sidratul Muntaha bersama malaikat Jibril.
Perjalanan tersebut menggunakan kendaraan yang di sebut dengan buroq dan di tempuh hanya dalam waktu kurang dari satu malam. Dari peristiwa Isra’ Mi’raj inilah kemudian Rasulullah Saw menerima perintah Shalat lima waktu langsung dari Allah Swt.
3. Perang Tabuk
Perang Tabuk antara kaum muslimin dan pasukan Romawi terjadi pada bulan Rajab tahun 9 H/ 630 M. saat itu, pasukan dari kaum muslimin sebanyak kurang lebih 30 ribu orang dan di pimpin langsung oleh Rasulullah Saw.
Namun, kaum muslimin harus melakukan perjalanan yang sangat jauh yaitu dari Madinah sampai dengan Syam. Setelah para tentara Romawi mengetahui jumlah dan kekuatan dari pasukan muslim maka mereka memutuskan untuk kembali ke Syam dan menyelamatkan benteng-benteng pertahanan.
Karena banyaknya pasukan dari bangsa Romawi yang memilih mundur dari perang, maka keadaan ini tentu sangat menguntungkan pihak kaum muslimin sehingga memudahkan penaklukkan Tabuk tanpa adanya perlawanan. Dan akhirnya perang Tabuk berhasil di menangkan oleh pasukan Kaum Muslimin.
Rasulullah Saw bersama pasukan muslim menetap di kota Syam selama hampir sebulan, kemudian beliau mengirimkan surat kepada para pemimpin gubernur yang saat itu berada di bawah kekuasaan Romawi agar melakukan sebuah perjanjian perdamaian. Hal ini pun di setujui oleh pemimpin daerah Romawi dan merekapun melakukan perdamaian serta membayar Jizyah terhadap kaum muslimin.
4. Pembebasan Baitul Maqdis di Palestina
Setelah Salahuddin al-Ayyubi menjadi Sultan Mesir, ia berhasil mempersatukan antara Mesir dan Suriah lalu ia melancarkan aksinya untuk mengepung seluruh kerajaaan tentara salib. Sementara itu aliansi dengan Bizantium berakhir setelah Kaisar Manuel I meninggal dunia pada tahun 1180 M. kesempatan ini di gunakan oleh Salahuddin al-Ayyubi untuk menyerang dan merebut Yarussalem.
Pada tanggal 2 oktober tahun 1187 M / 27 Rajab 583 H, Salahuddin Al-Ayyubi melakukan penaklukkan atas tanah suci yang telah berpuluh-puluh tahun di kuasai oleh tentara salib. Atas izin Allah Swt, akhirnya Salahuddin Al-Ayyubi beserta pasukan muslim dapat mendapatkan kembali kota suci, Baitul Maqdis.
Demikianlah beberapa peristiwa penting yang terjadi di bulan Rajab sebagai bulan terhormat dan penuh kemuliaan bagi umat muslim. Semoga semakin menambah khazanah keilmuan dan menguatkan keimanan kita bersama. Wallahua’lam bisshawab.
Sumber : https://pecihitam.org/
]]>