Hadir dalam acara ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, yang dalam hal ini diwakili oleh Kasi Bimas Islam Kabupaten Tabanan, H. Prawoto, SH. ; Kepala KUA kecamatan Baturiti, Bakhtiar, S.Sy; Perbekel Candikuning, Ketua Yayasan Sosial Al-Hidayah, khairil Anwar, S.E.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari tokoh agama Islam, tokoh agama Hindu, serta tokoh masyarakat setempat.
Para peserta mendapatkan materi tentang pentingnya moderasi beragama, dialog antar umat beragama, dan strategi untuk menghindari ekstremisme sekaligus intoleransi.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, yang dalam hal ini diwakili oleh Kasi Bimas Islam Kabupaten Tabanan, H. Prawoto, SH., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwasannya, kampung moderasi beragama memiliki peran yang sangat penting sebagai tempat terwujudnya harmoni dan kerukunan umat beragama dengan kuatnya demokrasi, komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi, dan perrim antara tradisi yang ada di tengah-tengah masyarakat
“Pada tanggal 26 bulan Juli tahun 2023 Menteri agama kita launching dari pada kampung moderasi agama yang berjumlah seribu kampung moderasi, termasuk yang ada di kabupaten tabanan, yang pertama adalah di kampung Tunggal Sari kecamatan tabanan, Yang kedua adalah kampung Candikuning kecamatan Baturiti kabupaten tabanan. Dua kampung moderasi yang ada di kabupaten tabanan ini, termasuk juga yang 19 kampung moderasi yang ada di provinsi Bali”, Jelasnya.
“Kenapa kampung moderasi dibentuk? Bapak Menteri menyampaikan paling tidak ada tiga tantangan, pendekatan kenapa kampung moderasi di bentuk, Yang pertama adalah perkembangan cara pandang sikap dan praktek beragama berlebihan ekstrim yang menyampingkan martabat kemanusiaan. Kemudian yang kedua adalah perkembangan klaim kebenaran subjetik dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama, serta pengaruh kepentingan ekonomi. Kemudian yang ketiga adalah berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai NKRI. Paling tidak, ketiga hal ini yang kenapa kampung moderasi ini dibentuk oleh Menteri Agama atau Pemerintah”, Sambungnya.

Pihaknya juga menekankan di dalam moderasi beragama paling tidak ada 4 pilar mengapa orang Indonesia atau kita yang punya agama, tidak memandang itu agama Islam, Hindu, kristen, ataupun Protestan, tapi di dalam beragama dia harus mendapatkan 4 pilar. Yang pertama adalah berkomitmen kebangsaan. Ini penting bagi orang yang beragama. Ketika kita masih memegang komitmen berkebangsaan kepada NKRI, maka kita akan selalu taat kepada Pemerintah atau taat kepada pemimpin. Kemudian yang kedua adalah anti kekerasan. Jadi ketika seorang yang mengatakan beragama itu dengan baik, ketika dalam dirinya ada kekerasan terhadap agama lain, ataupun kelompok orang lain, maka ini belum termasuk orang yang moderat. yang ketiga adalah toleransi. Toleransi ini bisa berjalan, bisa berhasil, karena adanya moderasi, cara pandang dalam menjalankan agamanya. Kemudian yang keempat adalah penerimaan tentang budaya lokal. Artinya orang yang beragama dengan baik, dia akan menghormati budaya-budaya yang ada di dalam lingkungan kita
“Kemudian dalam beragama juga ada pilar kebangsaan. Pilar kebangsaan ini bisa disingkat PBNU. Yang pertama adalah Pansasila, yang kedua adalah Bhineka Tunggal Ika. Kemudian Undang-Undang Dasar Negara kesatuan Republik Indonesia, yang terakhir adalah Undang-Undang Dasar 1945. Ini adalah pilar kebangsaan kita yang harus kita pegang di dalam hidup beragama di Indonesia”, Pungkasnya.
“Keberagaman, perbedaan itu bukan menjadi halangan bagaimana kita hidup rukun berdampingan tanpa pandang suku agama dan ras. Inilah yang menjadi harapan pemerintah”
ketika Kabupaten tabanan mendapatkan penghargaan harmony award ini luar biasa. Satu Indonesia hanya ada di Kabupaten Tabanan. Ini berat untuk menjaga bagaimana harmony award yang sudah 3 tahun berturut-turut ini bisa terjaga. Sehingga apapun yang ada dinamikanya berkembang seperti apa, kita akan tetap rukun
“Apalagi di Bedugul ini kita lihat ada masjid yang berdekatan dengan pura. Ini adalah dari kondisi seperti ini, orang tidak akan bertanya bagaimana kerukunan yang ada di Bedugul ini. Orang sudah mengatakan bahwa ini adalah suatu kerukunan yang sudah luar biasa”, Imbuhnya.
Reportase & Editor: Michael Andi
]]>Seperti yang dilaksanakan penyuluh agama islam melakukan penyerahan buletin pada Mushollah Al Ma’ruf Tabanan, (12/07/2024).

Bulletin jumat ini dimuat setiap edisi. Bulletin ini berisi tentang tulisan dakwah bernilai ringan, yakni memuat pesan – pesan Islam berupa hadist nabi Muhammad SAW. atau juga isu – isu ke islaman dari kementerian agama.
Bulletin jumat sebagai salah satu media dakwah yang cukup signifikan jika dilihat dari segi waktu terbit, muatan – muatan tulisannya maupun kredibilitas bulletin jumat tersebut di mata masyarakat.
Buletin diharpakan dapat membantu para jamaah yang memang awan di dunia digital atau tidak selalu menggunkan smartphone sehingga dapat membantu mendapatkan informasi ke isalaman terbaru.
Oleh : Irfandi
Surat Edaran itu ditujukan kepada Inspektur Jenderal, para Direktur Jenderal, para Kepala Badan, para Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, para Kepala Biro/Pusat pada Sekretariat Jenderal, para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, para Kepala BLA/BDK/Loka Diklat, dan para Kepala UPT Asrama Haji/LPMQ Kementerian Agama.
Surat edaran terbit berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2024 tentang Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring.
Editor : Irfandi
]]>Berdasarkan hasil penilaian Portofolio, Video, dan Karya Ilmiah pada seleksi tahap 1 (satu) Penyuluh Agama Islam Award Tahun 2024 yang diselenggarakan pada 11 sampai 13 Juni 2024 bertempat di Hotel Horison Ultima Bhuvana Ciawi Bogor, telah menghasilkan 80 (delapan puluh) peserta dari 8 (delapan) kategori.

Bimas Islam Kementerian Agama Provinsi Bali yang sebelumnya mengirimkan 7 (tujuh) Penyuluh Agama Islam Award, 3 (tiga) penyuluh telah masuk 10 besar untuk masing – masing kategori diantaranya ;
Muhammad Rosiqin, S.H., M.H – Pemberdayaan Ekonomi Umat (Jembrana).
Irfandi, S.E – Metode Penyuluhan Baru (Tabanan).
Muhammad Muhlisin, S.Pd.I – Penguatan Moderasi Beragama (Denpasar).
Aatas keberhasilan tiga penyuluh diatas mereka berhak mengikuti penilaian Tahap II yang akan dilaksanakan bulan juli 2024 (tentative) di Jakarta.
Editor : Irfandi
]]>Dalam rangka memeriahkan hari raya Idul Adha1445 Hijriah remaja muslim Banjar Tunggal Sari Tabanan kembali melaksanakan tradisi Malaidinan, Senin (17/06/24).
Menurut salah satu tokoh Banjar Tunggal Sari Ustadz Bukhari, Tradisi Malaidinan ini sudah menjadi tradisi islami turun menurun di Tunggal Sari.

“Malaidinan ini sudah menjadi tradisi islami turun menurun dikampung kami, dan biasa dilaksanakan selepas sholat idul adha juga idul fitri oleh anak – anak dan remaja, secara penyebutan istilah malaidinan kemungkinan dasarnya pada kata “Minal Aidin Wal Faizin,” kata Ust. Bukhari
Ia kembali menjelaskan bahwa tradisi malaidinan adalah halal bi halal anak – anak dari rumah ke rumah sambil takbir dan shoilawat.
“Tradisi lebaran yang tujuannya halal bi halal dan silaturrahmi, mereka dengan rasa bahagia dari rumah ke rumah warga sambil melantunkan tahlil, takbir, sholawat, hingga doa, terakhir mereka akan bergilir menerima jajanan, makanan, hingga uang dari si pemilik rumah yang kunjungi,” tutupnya.
Refortase : Irfandi
]]>Menurut panitia H. Moh. Barlian Masjid Agung menerima hewan kurban berjumlah 10 Sapi dan 25 Kambing adalah amanah dari para pekurban untuk disalurkan kembali, penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di Pemakaman Muslim Banjar Tunggal Sari, (17/06/24).

“Syukur Alhamdulillah, tahun ini Masjid Agung Kembali melaksanakan kurban, ada 10 Sapi dan 25 Kambing, semoga dapat berjalan lancar, terimakasih kepada segenap pihak dan seluruh masyarakat atas sumbangsinya, mudah – mudahan amanah ini tersalurkan dengan baik sehingga tetap terjaga silaturrahmi dan semangat idul adha juga mendapat manfaat dalam berkurban,” kata H. Barlian
Ia kembali menjelaskan bahwa daging kurban sebanyak 1000 kantong akan dibagikan kepada masyarakat, jamaah masjid, non muslim dan para pekurban.
“Ya ini adalah amanah, hasil 1000 kantong nanti akan kita bagikan kepada masyarakat, jamaah dan 40 orang non muslim sebanyak 1,5 kg sementara untuk pekurban kita berikan 3 kg,” tambahnya.
Hadir dalam prosesi penyembelihan kurban, Dinas Peternakan Kab. Tabanan guna memastikan kelayakan dan kesehatan terkait sapi dan kambing, didampingi komponen Yayasan Masjid, PKK dan Kawil Banjar Tunggal Sari.
Editor : Irfandi
]]>Pentas Seni dan Market Day menjadi event paling ditunggu oleh siswa dan orang tua, memiliki tujuan mengenalkan dan membekali para siswa menjadi pelaku wirausaha sejak dini, panitia menyediakan 14 stand dengan nuansa kebudayaan mulai dari kerajinan, makanan minuman dan produk halal lainnya.

Kepala Madrasah MI Al Amin Tabanan, menerangkan Pentas Seni dan Market Day adalah hasil kolaborasi dengan pengurus komite dan gebyar akhir semester serta dimeriahkan oleh penampilan siswa dan guru.
”Pentas Seni dan Market Day ini mengusung tema, Muda Berkarya dengan Budaya di Bumi Nusantara, ini memang telah menjadi kegiatan reguler tahunan kami di MI Al Amin Tabanan di akhir semester, dan kolaborasi dengan pengurus komite erta dimeriahkan oleh penampilan siswa dan guru,” terang Rini Kuspiandarsih, S.Pd.
Kegiatan Pentas Seni dan Market Day dibuka secara resmi oleh Plt, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Agung Wardhita, SH, Ia mengapresiasi kepada guru dan siswa MI Alamin Tabanan telah menggelar acara sangat menarik serta meriah.

“Apresiasi dengan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada seluruh cipitas akademika MI Alamin Tabanan yang telah menggelar acara sangat menarik serta meriah ini. Semoga anak-anak kita semua dapat berkarya serta menikmati setiap moment Market Day dan Pentas Seni,” kata Agung.
Ia juga mengajak agar para siswa terus difasilitasi oleh guru dan lingkungannya dalam mengekspresikan bakat dan minatnya.

Mari anak – anak kita didik terus menerus agar menjadi kreator dan inovator, kekuatan bakat yang dimiliki baik dalam seni tari, lukis, rupa ataupun yang sedang digandrungi anak-anak milenial saat ini harus tetap difasilitasi untuk dapat mengekspresikan minatnya,” tambahnya.
Acara didukung berbagai sponsor dihadiri Kasi Bimas Islam, Kasi Pendis, Perbekel Desa Delod Peken, Para Kepala Madrasah dan segenap wali murid serta para tokoh masyarakat dilingkungan Yayasan Al Amin Tabanan.
Editor : Irfandi
]]>
Ia mengenyam pendidikan formal tingkat Madrasah Ibtidaiyah, SMP dan SMK di Pondok Pesantren Istiqlal Buleleng dari tahun 2002 hingga 2010. Ia melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Mahasaraswati Denpasar lulus tahun 2014.
Pada tahun 2016 ia menikah kemudian memiliki dua buah hati, dan bertempat tinggal di Kota Tabanan. Irfandi mengikuti seleksi penyuluh agama islam honorer lulus dengan SK pertama pada tahun 2019. bertempat tugas dikantor urusan agama kecamatan kediri kabupaten tabanan hingga saat ini.
Irfandi memiliki minat dibidang tehnologi dan informasi, memiliki usaha dibidang fotografy dan printing. Pada tahun 2024 Irfandi mengikuti ajang penyuluh agama islam Award tingkat nasional dengan judul “Nuansa Keislaman Tabanan” (NUKITA) mewakili provinsi bali kategori metode penyuluhan baru.
Mohon doa dan dukungannya.

Dari total 27 Penyuluh Agama Islam utusan dari 9 Kabupaten, telah diseleksi menghasilkan 7 penyuluh terbaik dengan kategori masing – masing.
1. Suwarno, S.PdI – Peningkatan Literasi Al-Qur’an (Bangli).
2. Indarsih – Pendampingan Kelompok Rentan (Bangli).
3. Lusi Nabila, S.Pd – Kesehatan Masyarakat (Karangasem).
4. Muhammad Rosiqin, S.H – Pemberdayaan Umat (Jembrana).
5. Jihadul Akbar, S.Ap – Pelestarian Lingkungan (Karangasem).
6. Irfandi, SE – Metode Penyuluhan Baru (Tabanan).
7. Muhammad Muhlisin, S.Pd.I – Penguatan Moderasi Beragama (Denpasar).

Dalam Pemilihan Penyuluh Agama Islam Award Tahun 2024 tingkat Provinsi Bali, semua peserta memaparkan Portofolio, video, Program Kepenyuluhan dan Karya Tulis Ilmiah kepada dewan juri.
Proses penilaian dilakukan untuk menetapkan 7 Penyuluh Agama Islam Terbaik yang akan mewakili Provinsi Bali diajang Pemilihan Penyuluh Agama Islam Award tingkat nasional.
Pewarta : Irfandi
]]>Diawali bacaan talbiyah haji, 36 calon jamaah dilepas oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan didampingi Kasi PHU, Ketua IPHI, Ketua MUI dan beberapa ormas yang hadir mengikuti acara.
Plt. Kepala Kemenag Tabanan pada sambutannya berpesan kepada para jamaah untuk selalu menjaga kesehatan karena haji merupakan perjalan prima.

“Haji merupakan perjalanan prima, jaga kesehatan berdoa yang ikhlas dengan hati yang bersih, harus selalu siap sampai tuntas serta jangan lupa mendoakan keluarganya,” pesan I Gusti Ngurah Agung Wardhita, SH.
Plt. Kepala Kemanag juga mengapresiasi kepada penyelenggra haji Kabupaten Tabanan atas persiapan dan kiinerjanya.
“Terimkasih dan apresiasi kepada penyelenggara haji atas persiapan yang luar biasa, semoga para jamaah haji menjadi hamba-hamba allah yang memiliki sikap ikhlas rendah hati dan toleran dapat menjadi suri tauladan masyarakat, doa yang dipanjatkan ditanah suci makbul serta dijadikan haji yang mabrur dan sempurna,” tambahnya.
Acara ditutup dengan sholawat sembari berjabat tangan para jamaah haji dengan para tokoh dan keluarga masing-masing.
Pewarta : Irfandi
]]>