Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tabanan saat ini mulai melakukan transformasi besar-besaran dari sistem administrasi manual menuju sistem berbasis virtual. Langkah ini sejalan dengan program Digdaya yang dicanangkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi melalui digitalisasi.
Dalam sebuah kegiatan konsolidasi organisasi, PCNU Tabanan menegaskan pentingnya peralihan dari pengelolaan dokumen berbasis kertas ke sistem digital. Menurut pihak PCNU, penyimpanan data dalam bentuk virtual dinilai lebih aman, mudah diakses, dan meminimalkan risiko kehilangan dokumen penting.
Sebagai tahap awal, tim sekretariat PCNU mulai membangun sistem pendataan berbasis virtual melalui penyediaan folder direktori khusus yang memuat seluruh dokumen keadministrasian. Sistem ini diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya virtual office PCNU Tabanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Selain transformasi digital, PCNU Tabanan juga menekankan pentingnya konsolidasi organisasi di seluruh tingkatan. Konsolidasi tersebut meliputi penguatan kelembagaan PCNU, MWCNU, ranting, anak ranting, serta badan otonom dan lembaga-lembaga di bawah naungan NU, seperti Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU, dan IPPNU.
Salah satu fokus utama konsolidasi adalah mendorong pembentukan pengurus ranting dan anak ranting berbasis komunitas dan majelis taklim. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan khidmah NU benar-benar menyentuh lapisan masyarakat paling bawah, khususnya di wilayah yang tergolong minim komunitas muslim dan warga NU.
PCNU Tabanan juga menyoroti pentingnya sinergi antar kelembagaan. Selama ini, masing-masing badan otonom dan lembaga sering berjalan sendiri-sendiri. Melalui sinergi program, PCNU Tabanan berharap kegiatan organisasi dapat berjalan lebih terkoordinasi dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Di bidang administrasi, PCNU Tabanan mulai melakukan penataan ulang Surat Keputusan (SK) kelembagaan di semua tingkatan guna menghindari tumpang tindih kewenangan dan memperkuat legalitas organisasi. Penataan ini juga diiringi dengan pembangunan database kader dan anggota berbasis teknologi digital, sehingga data organisasi dapat dikelola secara lebih akurat dan berkelanjutan.
Dalam konsolidasi program, PCNU Tabanan menetapkan tiga fokus utama, yakni penguatan dakwah dan amaliah khas NU, penguatan literasi sosial-keagamaan, serta penguatan pemberdayaan ekonomi umat. Pemberdayaan ekonomi diarahkan pada penguatan UMKM warga NU, optimalisasi peran Lazisnu, dan pengembangan badan usaha milik NU.
Sementara itu, konsolidasi kaderisasi juga menjadi perhatian serius. Melalui program Pendidikan Dasar dan Pendidikan Kader Penggerak NU (PD-PKPNU), PCNU menargetkan seluruh pengurus dan kader memiliki pemahaman ideologi Aswaja yang kuat serta komitmen terhadap khidmah organisasi.
Dengan rangkaian langkah tersebut, PCNU berharap transformasi digital dan konsolidasi organisasi ini mampu memperkuat kinerja kelembagaan, meningkatkan pelayanan kepada warga, serta mewujudkan NU yang mandiri, modern, dan berdaya saing di era digital.
______________________________________________________________________
Reportase & Editor: Michael Andi


















