Kehidupan umat islam di Kabupaten Tabanan dengan umat lainya terjalin secara harmonis, saling menghargai, saling memiliki dan menjunjug tinggi toleransi dan moderasi beragama. Menurut sejarahnya nama Aryo Nur Alam adalah bagian dari penyebar agama Islam di lingkungan kerajaan Tabanan, suku Jawa asal Desa Temenggungan Blambangan Banyuwangi datang ke Tabanan Bali (1808 M). Beliau diangkat sebagai juru bahasa kraton diberi tanah pelungguhan yang kini dikenal dengan kampung Jawa atau Banjar Tunggal Sari.

Dari masa kemasa mengalami perkembangan, baik dari aspek kuantitas ataupun kualitas. Kuantitas bisa dilihat dari jumlah bertambahnya tempat ibadah serta jumlah umat islam. Menurut catatan Kasi Bimas Islam Tabanan jumlah umat islam di Kabupaten Tabanan, sebanyak 26.629 dengan rincian dari 10 Kecamatan. Yaitu Kec. Tabanan 6.352, Kec. Kediri 4.275, Kec. Marga 57 orang, Kec. Baturiti 6.753, Kec. Penebel 3.250, Kec. Pupuan 2.365, Kec. Selemadeg ( 3 kecamatan ) 3.354, Kec. Kerambitan 223 jiwa. dan terdapat 34 tempat ibadah yang diataranya 14 Masjid 20 Mushollah.

Semakin bertambahnya masyarakat muslim di Kabupaten Tabanan menjadi tanda berkembangnya nuansa, tradisi, dan aktifitas  keislaman yang berkualitas di Kabupaten Tabanan, dan terbukti dari penghargaan Harmony Award yang diberikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tentang kerukunan antar umat beragama tahun 2016. Inilah yang ingin harus dijaga, dirawat dan dilanjutkan oleh kita sebagai masyarakat muslim di kabupaten Tabanan.

Oleh Irfandi